Pada 2024, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) 111 melakukan pengabdian di Desa Gunungkendeng, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten. Program ini berlangsung dari 16 Juli hingga 24 Agustus 2024, dan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup di desa tersebut.
Sebagai salah satu kewajiban bagi mahasiswa, KUKERTA menjadi wadah untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa kuliah. Program ini tidak hanya bertujuan untuk membina kesadaran kesehatan, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi pendidikan serta budaya lokal. Diharapkan mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan yang membantu masyarakat mengidentifikasi serta mengatasi berbagai masalah lokal dengan solusi berkelanjutan.
Desa Gunungkendeng, yang terletak di kaki Gunung Kendeng, terkenal dengan kekayaan budaya dan kondisi geografis yang menantang. Desa ini menghadapi berbagai kendala, seperti akses pendidikan yang terbatas, rendahnya kesadaran kesehatan, dan tantangan dalam pengelolaan lingkungan. Kondisi geografis berbukit membuat akses menuju desa cukup sulit, terutama saat musim hujan, sehingga memperburuk situasi ekonomi yang sudah lemah.
Mahasiswa KUKERTA di Desa Gunungkendeng melaksanakan berbagai program unggulan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa program utama mereka antara lain:
1. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan sehari-hari. Mahasiswa memberikan pelatihan cara mencuci tangan yang benar dan menjaga kebersihan lingkungan. Program ini mendapat sambutan positif, terutama dari anak-anak yang antusias mengikuti sesi cuci tangan yang benar.
2. Pengelolaan Sampah Melalui Ecobrick
Upaya ini bertujuan mengurangi sampah plastik dengan mengajak warga membuat ecobrick, yaitu mengemas sampah plastik dalam botol untuk dijadikan bahan bangunan ramah lingkungan. Selain mengurangi sampah, program ini diharapkan memberi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah.
3. Perpustakaan Keliling (Pusling)
Untuk meningkatkan minat baca, mahasiswa bekerja sama dengan program Library on the Go dari UIN Banten menghadirkan perpustakaan keliling di SDN 02 Gunungkendeng. Anak-anak menyambut kegiatan ini dengan antusias, karena menyediakan buku-buku cerita anak dan pengetahuan umum yang dapat memperluas wawasan mereka.
4. Seminar Internet Sehat
Melihat tingginya penggunaan internet di kalangan anak muda, mahasiswa mengadakan seminar tentang penggunaan internet yang bijak. Mereka menyampaikan topik-topik seperti etika berinternet, bahaya hoaks, dan dampak negatif kecanduan media sosial. Seminar ini diharapkan membuat siswa lebih bijak dalam menggunakan internet dan menjaga privasi mereka.
5. Pelatihan Pembuatan Gula Aren
Mengingat potensi produksi gula aren di desa, mahasiswa ikut serta dalam pengambilan getah dan proses pembuatan gula aren, sekaligus memberikan pelatihan kepada pemuda desa untuk meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi lokal mereka.
6. Penyuluhan Stunting
Menyadari pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak, mahasiswa bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya stunting dan cara pencegahannya. Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang untuk kesehatan anak.
Selain program utama, mahasiswa juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan bersama warga desa. Setiap Jumat, diadakan pengajian rutin bagi bapak-bapak dan ibu-ibu. Selain itu, senam pagi bagi ibu-ibu dan anak-anak turut diadakan untuk menjaga kesehatan fisik. Mahasiswa KUKERTA juga mengikuti apel mingguan untuk berkoordinasi dengan perangkat desa, memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai rencana.
Meskipun menghadapi tantangan seperti rendahnya partisipasi warga pada awal kegiatan, mahasiswa berhasil membangun kepercayaan melalui komunikasi yang baik dan pendekatan personal. Dampak kegiatan KUKERTA pun mulai terlihat, seperti meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kesehatan, serta penerapan ecobrick dalam pengelolaan sampah. Program belajar mengajar yang diadakan rutin juga membantu meningkatkan motivasi dan pemahaman anak-anak dalam berbagai mata pelajaran.
Salah seorang anggota KUKERTA mengungkapkan, “KUKERTA adalah salah satu tugas penting bagi mahasiswa di kampus, di samping bidang pendidikan dan penelitian. Program ini memberi kami kesempatan belajar langsung dari masyarakat. Kami bisa mengamati dan merasakan sendiri bagaimana penerapan ilmu yang kami pelajari di kelas dapat bermanfaat di lapangan.” Ia berharap kehadiran mereka di Desa Gunungkendeng tidak hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat. “Melalui kerja sama dan dukungan dari warga desa, kami bisa belajar banyak, dan semoga desa ini pun mendapatkan manfaat dari kegiatan kami,” tambahnya.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa dan masyarakat melakukan evaluasi untuk menilai pencapaian serta merencanakan tindak lanjut dari program yang telah dijalankan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa KUKERTA bermanfaat bagi masyarakat dan memberi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan sosial, kepemimpinan, dan pemecahan masalah.
Diharapkan, program KUKERTA ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa generasi berikutnya untuk melakukan pengabdian serupa, serta memperkuat peran universitas dalam pemberdayaan masyarakat. Program yang telah dilaksanakan juga diharapkan dapat dilanjutkan oleh masyarakat Desa Gunungkendeng dengan dukungan pemerintah desa demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
