Dari 17 Juli – 26 Agustus 2022, empat mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara di Papua. Mereka adalah Almaida Firdaus, Heri, Muhamad Syahriyan, dan Nurul Safera. Berikut ini adalah kesan-kesan mereka.
Almaida Firdaus, Mahasiswa Fisika, Kukerta di Kampung Intaimelyan Arso IX, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua
Sebuah kehormatan bagi saya telah diberikan kesempatan untuk mengabdikan diri di Tanah Cendrawasih. Ilmu dan pengalaman baru sudah pasti saya dapatkan. Namun tidak hanya itu, saya jadi tahu bagaimana kultur, tradisi, adat, bahasa, kepercayaan serta kebiasaan masyarakat setempat. Kota Jayapura belum sepenuhnya representasi dari Papua, tapi lewat kekayaan dan pemandangan alamnya sudah meyakinkan saya bahwa Papua adalah surga yang jatuh di bagian timurnya Indonesia.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama ini saya banyak belajar dari ratusan mahasiswa dengan berbagai latar belakang yang berbeda, belajar bagaimana agar ilmu yang dipelajari dapat aplikatif di masyarakat. Selain itu, saya belajar bergaul, berbaur dan berbudaya, karena pada dasarnya agent of change dapat dibuktikan ketika sudah kembali pada masyarakat.
Saya belajar bahwa tidak ada agama manapun yang tidak mengajarkan kebajikan. Oleh karenanya, kata moderasi sangat pas kita wujudkan pada kepentingan beragama. Dengan cara itulah bangsa ini akan damai dan sejahtera. Sekali lagi, terima kasih kepada LP2M UIN SMH Banten yang berpartisipasi dalam event ini. Semoga pengalaman berharga ini dapat bermanfaat di kemudian hari.

Heri, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Kukerta di Desa Swakarsa Luar Masjid Quba KM IX Kelurahan Muara Tami Kota Jayapura
Pengalaman yang luar biasa bisa mengenal Papua dengan keanekaragamannya. Papua beragam dalam suku, budaya, serta alam. Alam Papua begitu indah, seperti surga kecil turun ke bumi. Dari Papua saya belajar moderasi beragama, di mana toleransi antar warga begitu nyata. Papua adalah miniatur Indonesia yang sangat luar biasa. Tetap jaga persaudaraan dalam bingkai moderasi beragama, tetap junjung nilai-nilai kerukunan adat dan budaya sebagai pemersatu sebagai bingkai kebersamaan. Sa papua Sa Indonesia
Muhamad Syahriyan, Komunikasi Penyiaran Islam
Melaksanakan Kukerta di Papua merupakan hal yang sangat saya syukuri dan menjadi sebuah kebanggaan bagi diri saya pribadi. Bisa menginjakkan kaki, mengenal dan menyapa ujung timur Indonesia dengan segala keindahan alam dan budayanya. Dari masyarakat Papua saya belajar toleransi beragama. Di sana saya banyak belajar menghargai perbedaan, menghormati ketidaksamaan ras, suku, budaya, dan agama.
Tidak hanya itu, saat di sana saya diberi kesempatan untuk menyampaikan tausiyah dalam memperingati tahun baru Islam ke-1444 H. Selain itu, saya juga menyampaikan khutbah Jum’at di IAIN Fatahul Muluk Papua di depan para petinggi universitas dan delegasi mahasiswa se-Indonesia. Dua pengalaman ini membuat saya bangga dan sekaligus memotivasi saya untuk terus bersemangat mencari ilmu. Terima kasih tanah Papua. Terima kasih orangtua dan guru-guru saya. Terima kasih LP2M UIN SMH Banten. Terimakasih juga teman-temen semua. Tanpa kalian saya bukan apa-apa dan bukan siapa siapa.

Nurul Safera, Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, Kukerta di Kampung Sabron Sari Kabupaten Jayapura Distrik Sentani Barat
Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari KKN KNMB di Papua. Jujur, itu menjadi memorable moment dalam hidup saya. Akhirnya, saya bisa mengetahui lebih dalam tradisi, bahasa, adat, serta kebiasaan masyarakat setempat secara langsung. Salah satunya, saya melihat sekaligus mengikuti tradisi bakar batu yang langka ditemui. Bukan itu saja, melalui peristiwa itu saya bisa bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai universitas keagamaan di Indonesia yang sangat luar biasa. Berbagai perbedaan agama, suku, bahasa, dan ras tidak menjadi penghambat untuk tetap menjadi satu kebersamaan.
Bagi saya, mengucapkan selamat tinggal kepada semuanya benar-benar sulit. Tapi, saya mengucapkan selamat tinggal dengan harapan bahwa kita akan bertemu lagi suatu hari nanti. This is not a goodbye. This is a thank you. Thank you for coming into my life and giving me joy and some goodbyes are not really the end of the story, but may be a beginning of a new journey. Saya ucapkan terimakasih juga kepada pihak LP2M UIN SMH Banten yang telah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti event ini. Semoga apa yang telah kita dapatkan selama di KKN KNMB di Papua dapat terus kita kembangkan dan tebarkan untuk orang lain.
