Salah satu riset yang sangat penting dalam bidang fisika instrumentasi adalah penggunaan Internet of Things dalam segi pembuatan alat. Alat-alat berikut haruslah mampu untuk berkomunikasi secara synchronous maupun asynchronous antara satu alat dengan alat yang lain. Salah satu terapan Internet of Things yang dapat diaplikasikan dengan suatu tanaman adalah monitoring keadaan tanaman. Beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain jenis tanaman, kelembaban tanah, kelembaban udara, dan kesegaran tanaman serta tingkat nutrisitas yang dimiliki oleh tanah agar tumbuhan dapat tumbuh berkembang secara efektif dan maksimal.
Beberapa metoda sudah dilakukan dalam melakukan sistem monitoring kesegaran tumbuhan yang menggunakan faktor temperatur, kelembaban, dan intensitas cahaya (Journal & Siddagangaiah, 2016), serta konduktivitas elektronik serta faktor keasaman (International Conference on Electrical Engineering and Computer Science 2017 Palembang et al., n.d.). Beberapa penelitian yang lain telah membuat suatu penelitian dengan menggunakan machine learning sebagai cara untuk meramalkan penyakit yang diderita suatu tanaman kentang dan tomat (Khattab et al., 2019). Namun, studi mengenai pemanfaatan instrumentasi IoT, parameter tumbuh yang tepat, serta deteksi penyakit awal belum dilakukan secara luas. Hal tersebut menginspirasi kami untuk merancang pembuatan suatu alat instrumentasi dan model yang tepat untuk menyuburkan suatu tanaman secara efektif dan efisien.
Salah satu paradigma yang mulai berkembang pada era 2010 adalah era Internet of Things (IoT). IoT merupakan suatu gabungan yang terdiri atas beberapa bagian: things-oriented visions, internet-oriented visions, serta semantic-oriented visions(Atzori et al., 2010). Things-oriented visions merupakan suatu definisi yang menjelaskan bahwa suatu alat hanya berbentuk dan melakukan tugas secara simpel. Salah satu contohnya adalah RFID, UID, NFC (Nalendra et al., n.d.). Kemudian, internet-oriented versions merupakan infrastruktur untuk menghubungkan keseluruhan alat sehingga terhubung satu sama yang lain. Yang terakhir adalah semantic-oriented visions yang merupakan suatu bentuk konsep interpretasi dan reasoning dari data yang diakuisisi oleh sensor tersebut. Keseluruhan bagian tersebut kemudian terhubung dengan suatu konsep baru yang disebut dengan Internet of Things (Atzori et al., 2010).
Peneliti: Dr. Asep Saefurohman, M.Si., Subur Pramono, M.Si., Elsi Ariani, M.Si., Ivan Muhammad Siegfried, M.Si, Beta Nur Pratiwi, M.Si. dan Fina Fitratun Amaliyah, M.Sc.
