Serang 29 Juli 2023, Pusat Pegabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan kegiatan Edukasi Pemanfaatan Lahan di Desa Kedung Soka, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang.
Kehadiran tim PPM LP2M UIN SMH Banten disambut baik oleh aparatur pemerintahan Desa Kedung Soka. Mulyadi (Sekretaris) Desa Kedung Soka mewakili Kepala Desa yang menyambut secara langsung kehadiran tim PPM LP2M UIN SMH Banten dengan penuh harapan dan antusias, “kami sangat senang dan bangga atas kehadiran Bapak/Ibu Dosen dari kampus UIN Banten untuk mengadakan kegiatan edukasi di desa kami, semoga kegiatan ini nantinya bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat desa kami” ucapnya.
Kegiatan kali ini turut dihadiri secara langsung oleh Ketua LP2M UIN SMH Banten Dr. Hunainah, M.M. bersama beberapa Tenaga Ahli (TA) PPM LP2M UIN SMH Banten yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya Ketua LP2M UIN SMH Banten menyampaikan ucapan terimakasih atas penyambutan dari pihak Pemerintahan Desa Kedung Soka. “Kami mengucapkan terimakasih atas penyambutan yang dilakukan oleh pemerintah desa yang telah membantu kami dalam memfasilitasi kegiatan ini dengan mengundang masayarakat untuk hadir di aula desa untuk mengikuti kegiatan edukasi pemanfaatan lahan”, tuturnya.
Lebih lanjut Ketua LP2M menambahkan bahwa harapannya kegiatan pengabdian ini menjadi jawaban atas keresahan terkait dengan stigma bahwa kampus hanya menjadi “Menara Gading”. Hadirnya tim dari Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN SMH Banten mencoba menjawab keresahan tersebut. Diskusi terkait dengan Edukasi Pemanfaatan Lahan kali ini dipandu oleh Sumintak, M.Si yang memiliki latarbelakang keilmuan Sosiologi Lingkungan sebagai Moderator dan Eni Nuraeni, M.Si dengan latarbelakang keilmuan Biologi Tumbuhan.
Sebagai penghantar dalam kegiatan edukasi ini moderator menyampaikan bahwa betapa pentingnya hubungan manusia dengan alam lingkungan sebagaimana konsep habluminal ‘alam (hubungan manusia dengan alam) dalam ajaran agama Islam. “Kita patut menjaga hubungan baik antara manusia dengan alam sebagaimana konsep hablu minal ‘alam dalam Islam, karena dalam realitas kehidupan manusia akan banyak bersentuhan langsung dengan alam” ucapnya. Lebih lanjut moderator menambahkan bahwa “kita patut mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita berupa Sumber Daya Alam (lahan) yang subur, oleh karenanya mari kita manfaatkan dan kelola lahan sebagai bentuk syukur kita atas nikmat dari Allah SWT”, tambahnya.
Sementara itu narasumber memberikan edukasi tentang pentingnya pemanfaatan lahan dengan melakukan penanaman tumbuhan yang dapat bermanfaat untuk masyarakat itu sendiri. Secara rinci tanaman yang dimaksud narasumber salah satunya adalah menanam tanaman kelor. “Desa Kedung Soka secara letak geografis dan karakteristik lingkungannya memenuhi untuk dapat menanam tanaman kelor”, ungkapnya.
Lebih lanjut narasumber menambahkan bahwa banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari kelor, beberapa diantaranya adalah dapat dijadikan produk olahan makanan dan minuman berbahan bahan dasar daun kelor seperti sayur santan kelor, kue kelor, jus kelor, ice cream kelor. Selain dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan makanan dan minuman, daun kelor juga memiliki khasiat dalam kesehatan misalnya membantu pencegahan stunting, mencegah serangan jantung, tekanan darah tinggi dan bahkan daun kelor dapat dimanfaatakan sebagai masker daun kelor, tambahnya. Selain edukasi manfaat tanaman kelor, narasumber juga menyampaikan beberapa Tumbuhan Obat Keluarga (TOGA) seperti Lidah Buaya, Sereh, Kunyit, Ciplukan, dan beberapa TOGA lainnya yang dapat ditanam dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Antusias masyarakat dalam kegiatan edukasi ini terlihat dari mereka yang sungguh-sungguh menyimak dan terlibat aktif bertanya dengan narasumber terkait dengan materi yang diberikan. Sebagaimana diungkap oleh Imas salah satu masyarakat desa yang mengungkapkan bahwa “selama ini yang kita tau daun kelor hanya dibuat sebagai sayur saja, tapi ternyata daun kelor bisa dimanfaatkan untuk olahan makanan dan minuman lainnya” ujarnya.
Selaras dengan yang diungkap Imas, Dedi salah satu masyarakat yang mewakili unsur pemuda mengatakan bahwa “ternyata daun kelor dapat diolah dalam beragam jenis makanan dan minuman serta memiliki khasiat dan manfaat dalam bidang kesehatan. Pengetahuan ini menjadi pencerahan bagi kami masyarakat desa untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan” tuturnya.
Kegiatan edukasi kali ini juga turut melibatkan partisipasi dan kolaborasi Mahasiswa UIN SMH Banten dengan Mahasiswa Bina Bangsa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Desa Kedung Soka, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang.


Foto: Penyampaian Materi Edukasi dari Narasumber

Foto: Ketua LP2M, Sekdes, TA, Narasumber, dan Masyarakat Desa Kedung Soka
