Serang, 14 November 2023. Pusat Studi Gender, Anak dan Difabel menggelar kajian implementasi gender di Banten. Adapun tema dalam kajian ini adalah “Pilpres 2024: Politisi Perempuan Berperan atau Figuran”. Acara dikemas dengan sistem Hybrid (online dan offline), narasumber yang dihadirkan oleh PSGAD adalah aktivis perempuan Banten Dr. Irma Welly S.E., M.H. (Sekretaris PW Muslimat NU Provinsi Banten), Dr. Hj. Ima Ni’mah Chudari, M.Pd. (Pimpinan Wilayah Aisyah Provinsi Banten), dan Dra. Hj. Muflihah (Politisi Perempuan Banten). Sedangkan peserta dalam kegiatan ini adalah para mahasiswa yang ikut secara online maupun yang hadir secara langsung di Ruang Rapat LP2M Gedung Rektorat.
Dalam sambutannya Dr Hj. Hunainah, M.M. (Ketua LP2M UIN SMH Banten) meyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapus PSGAD “saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada ibu Kapus PSGAD sebagai leading sector kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kajian-kajian gender, anak dan difabel” ucapnya. Lebih lanjut Ketua LP2M menambahkan bahwa “pada edisi kajian kali ini mengakat sebuah tajuk tentang perempuan dalam bidang, tema ini sangat relevan dengan kondisi politik hari ini bagaimana perempuan bisa mengambil peran yang sama dalam dunia politik” tambahnya.
Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd. (Rektor UIN SMH Banten) dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada PSGAD LP2M UIN SMH Banten ” saya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PSGAD LP2M UIN SMH Banten” ucapnya. Lebih lanjut Rektor UIN SMH Banten berharap kepada para perempuan Banten dalam menghadapi tahun politik harus cerdas, santun, dan damai agar di tahun politik ini dapat menjadi tonggak demokrasi yang baik.
Para narasumber secara bergantian menyapaikan materi dipandu oleh Ahmad Wildan Sahuri Ramdani Dani (Dema UIN SMH Banten) sebagai Moderator. Irma Welly membawakan materi tentang Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu dan bagaimana Implementasinya terhadap gender di Banten. Diawal penyampaiannya Ia mempertegas konsep tentang gender “Gender adalah pembedaan peran, atribut, sifat sikap dan perilaku yang berkembang dalam masyarakat. Gender sebagai dapat diartikan juga sebagai peran yang dibentuk oleh masyarakat atau konstruksi sosial” ujarnya.
Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Irma Welly, Ima Ni’mah Chudari menyampaikan sering terjadi bias gender dalam politik “dalam dunia politik misalnya sering terjadi bias gender padahal peran dan kedudukan laki-laki dan perempuan dalam Islam adalah setara” jelasnya. Senada dengan Hj. Muflihah yang menyatakan bahwa “perempuan jangan dilihat sebelah mata, oleh laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Selama politisi perempuan bisa menunjukkan kemampuan dan kemandiriannya tidak menutup kesempatan peran perempuan akan lebih exis dan bisa diakui” jelasnya.
Kemudian setelah penyampaian materi dari seluruh narasumber, kajian ini terus berjalan secara dua arah adanya interaktif dari para peserta baik yang hadir secara online maupun offline. Sebagai penutup diskusi Dr. Iin Ratna Sumirat, M.Hum. (Kapus PSGAD LP2M UIN SMH Banten) memberikan penghargaan kepada para narasumber seraya mengucapkan ucapan terimakasih “saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para narasumber dan tentunya para peserta” ucapnya. Lebih lanjut Kapus PSGAD menambahkan bahwa “apresiasi kami sebagai lembaga kepada para narasumber adalah dalam bentuk pemberian piagam penghargaan sebagai narasumber, dan semoga apa yang telah diberikan dan dibagikan kepadada kita oleh para narasumber dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta pengalaman baru, agar dikemudian hari kita para perempuan dapat mandiri dan percaya diri” tandasnya.
Dokumentasi Kegiatan



