Rabu, 20.12.2023. LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor III (Hidayatullah), Kepala Internasional Office (Fitri Hilmiyati), Ketua LP2M (Hunainah), Kapus Pengabdian kepada Masyarakat (Agus Sukirno), Kapus Penelitian dan Penerbitan (Ade Jaya Suryani), Kapus Pusat Studi Gender dan Anak (Iin Ratna Sumirat), Tenaga Ahli PkM (Eni Nuraeni), Subkor (Halimi) dan relawan mahasiswa.
Sedangkan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang hadir Neneng Nuraeni (Kadis Disparbud), Rosy Sukmawati (Kabid Destinasi dan Industri Pangan), Yana Heryana (Kabid Kebudayaan), Siti Septian Line (Kabid Pemasaran), Mia Maulani Rizki (Kabid Pengembangan), Jefry Ivandonny (Analisis Pariwisata) dan para staf.
Dalam sambutannya, Ketua LP2M mengucapkan selamat datang di Kampus 2 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ia mengatakan bahwa Perjanjian Kerja Sama merupakan kelanjutan dari MoU yang sudah ditandatangani Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Bupati Pandeglang pada 2021. Di akhir sambutan Hunainah menyampaikan permohonan maaf, bila ada kekurangan dan hal-hal yang tidak berkenan.

Wakil Rektor III menyampaikan permohonan maaf karena rektor tidak dapat menyambut langsung tamu dari Disparbud Pandeglang. “Saya berharap agar Perjanjian Kerja Sama terealisasi pada 2024. Perjanjian Kerja sama ini melibatkan semua fakultas. Untuk itu LP2M diharapakan dapat berkoordinasi dengan fakultas di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Misal, program kegiatan tentang ekonomi kreatif dapat melibatkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, destinasi wisata melibatkan Program Studi Sejarah Peradaban Islam, dan seterusnya.”
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari pimpinan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Senada dengan Warek III, ia juga berharap agar Perjanjian Kerja Sama terealisasi. “Saya berharap 2024 minimal teralisasi dua atau tiga kegiatan, dan akan dievaluasi setahun sekali,” jelasnya.
