
Serang 15 Agustus 2023, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan Advokasi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus dikemas dalam format diskusi dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan Pendidikan Inklusi di Perguruan Tinggi”. Beberapa narasumber berkompeten dibidangnya dihadirkan dalam diskusi ini diantaranya; Dr. Habudin, M.Pd. (akademisi UIN SMH Banten), R Eka Priya Bahuwedha, M.Pd. (Pendiri Yayasan Rumah Cahaya), dan Eni Nurhaeni, MM. (Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kota Tangerang).
Acara ini berlangsung di Aula Lantai 1, Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dalam sambutannya Ketua LP2M UIN SMH Banten Dr. Hunainah, M.M. mengatakan bahwa “Dasar Hukum kegiatan ini adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas”, ujarnya. Lebih lanjut Ketua LP2M mengatakan bahwa “tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan membangun komitmen pemangku kepentingan tentang pentingnya layanan pendidikan yang berpihak kepada penyandang disabilitas”, tambahnya.
Foto: Laporan Ketua LP2M
Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Hidayatullah, M.Pd. mewakili Rektor UIN SMH Banten untuk membuka acara. Dalam sambutannya Wakil Rektor III mengungkapkan bahwa “pendidikan inklusi perlu diimplementasikan dalam rangka memenuhi keadilan dalam dunia pendidikan. Akan tetapi sadar atau tidak bahwa ketidakadilan itu justru ditemukan dalam dunia pendidikan”, ungkapnya. Lebih lanjut Wakil Rektor III menambahkan bahwa “banyak fasilitas di ruang publik hanya diperuntukan untuk orang yang tidak memiliki keterbatasan. Saya yang kebetulan sebagai dosen pengampu mata kuliah pembelajaran sering menjelaskan kepada mahasiswa bahwa bagaimana cara melayani peserta didik, kebanyakan kita hanya fokus pada pelayanan pada peserta didik yang normal tapi lupa bagaima cara memberikan pelayanan kepada peserta didik dengan kondisi berkebutuhan khusus”, Jelasnya.
“Secara teoritis sudah banyak yang membicarakan bagaimana mewujudkan keadilan dalam dunia pendidikan, akan tetapi kita kekurangan orang-orang / praktisi dalam upaya mewujudkan keadilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, semoga dengan hadirnya para akademisi dan praktisi pada acara diskusi ini dapat berkolaborasi mewujudkan keadilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus” pungkas Wakil Rektor III sambil membuka acara secara resmi.
Foto: Sambutan Warek III
Selanjutnya diskusi dipandu oleh moderator Muslih Amin, M.AP. mempersilahkan para narasumber untuk menyampaikan materinya. Dr. Habudin, M.Pd. mengawali diskusi dengan tajuk bagaimana mengimplementasikan pendidikan inklusif di Perguruan Tinggi Keagamaan (PTKIN), dilanjutkan oleh narasumber kedua R Eka Priya Bahuwedha, M.Pd. atau yang akrab dipanggil Abu Fadhlie menjelasakn dan mempraktikkan bagaimana pedidikan inklusif yang diajarkan di Yayasan Rumah Cahaya salah satunya memberikan pendidikan baca al-qura’an dengan menggunakan bahasa isyarat yang dipraktikkan oleh salah satu santrinya.
Narasumber ketiga Eni Nurhaeni, MM. memberikan materi terkait dengan bagaimana pengalaman Kota Tangerang dalam mewujudkan pendidikan inklusif dibeberapa Sekolah Menegah Pertama. Secara rinci tergambar pada gambar berikut:

Foto: SMP Negeri Penyelenggara Pendidikan Inklusif
Sumber: Bahan presentasi Eni Nurhaeni, MM.
Lebih lanjut Eni Nurhaeni, MM. berharap pendidikan inklusif tidak hanya sampai pada jenjang Sekolah Mengah Atas (SMA) harapannya adalah berlanjut sampai ke jenjang Perguruan Tinggi dan semoga UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjadi salah satu kampus yang sudah siap dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, tambahnya.
Selaras dengan apa yang menjadi harapan oleh semua pihak dalam jalannya diskusi, beberapa peserta juga berharap pendidikan inklusif agar segera dapat terwujud di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. “setidaknya ada kuota khusus yang diberikan oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin untuk memberikan jalur khusus pada orang-orang berkebutuhan khusus agar dapat berkesempatan berkuliah di kampus ini”, ujar salah satu penanya.
Diakhir diskusi Ketua LP2M UIN SMH Banten menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang hadir, selanjutnya akan ada Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari hasil kegiatan hari ini. “saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang sudah terlibat dalam acara ini, tentu ini menjadi lankah awal agar kedepan Unit Layanan Disabilitas di kampus ini akan segera dapat terwujud”, pungkasnya.



Foto: Dokumentasi Kegiatan
