Foto: Sambutan Ketua LP2M UIN SMH Banten
Sumur 24 Agustus 2023, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar acara Konservasi Badak Jawa dengan tajuk Rhinos go to School, acara dikemas dalam bentuk sosialisasi ke beberapa jenjang sekolah mulai dari Sekolah Dasar Negeri Taman Jaya 2, SMP Negeri 2 Sumur, SMA Negeri 16 Sumur. Acara berlangsung dari tanggal 23 Agustus sampai dengan 24 Agustus 2023. Rhinos go to Scholl merupakan rangkaian acara dalam menyambut peringatan hari Badak Sedunia yang akan digelar pada tanggal 22 September 2023 mendatang.
LP2M UIN SMH Banten bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Wilayah III, dalam kegiatan sosialisasi Konservasi Badak Jawa, para penyuluh dari BTNUK Ujung Kulon didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan ini seperti; I Made Artawan, S,Hut (Kepala Seksi BTNUK Wilayah III Ujung Kuluon) memberikan materi di SMA Negeri 16 Sumur. Dalam penyampaian materinya I Made Artawan mengungkapkan bahwa “Kawasan hutan yang ada di Ujung Kulon ini harus terus kita jaga, baik flora maupun faunanya. Minimnya kesadaran masyarakat tentang flora dan fauna yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon harus ditingkatkan agar tetap selalu terjaga dan lestari, terlebih spesies Badak Bercula Satu yang sudah mulai terancam keberadaannya. Badak Bercula Satu merupakan ikon Taman Nasional Ujung Kulon oleh karena itu harus kita lindungi bersama bukan hanya dari petugas namun masyarakatpun harus ikut andil dalam menjaga populasi badak dan habitatnya” ungkapnya.
Ditempat yang sama juga hadir Mulyono Ketua Yayasan Planet Urgenci Indonesia menyampaikan bahwa “Taman Nasional Ujung Kulon merupakan Taman Nasional tertua yang ada di Indonesia, terdapat banyak hewan disana namun yang menjadi ikon khas taman nasional ujung kulon adalah badak” ujarnya. Lebih lanjut Mulyono mengungkap bahwa ada beberapa areal kawasan hutan yang kemudian ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, ini dimaksudkan salah satunya untuk melindungi badak bercula satu yang merupakan hewan langka dan dilindungi” pungkasnya.
Turut hadir secara langsung Ketua LP2M UIN SMH Banten, Dr. H. Hunainah, M.M. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa “Pengetahuan masyarakat tentang badak harus ditingkatkan supaya tidak terputus, terutama bagi para siswa sekolah, karena spesies badak bercula satu merupakan hewan yang sangat dilindungi karena spesies nya yang langka. Maka salah satu langkah upaya yang dilakukan LP2M yaitu dengan mengajukan adanya duta agar mampu melestarikan dan menjaga baik budaya lokal ataupun satwa badak dengan baik”, ungkapnya.

Foto: Narasumber dan Peserta SMA 16 Sumur
Sosialisai juga dilakukan di SDN Taman Jaya 2 dengan narasumber H Jazuli (Penyuluh BTNUK) memberikan penyampaian materi kepada anak-anak sekolah dasar. Adapun dalam penyampaiannya H Jazuli meberikan pengetahuan terkait TNUK sebagai cagar budaya yang dilindungi dan Badak Bercula Satu sebagai hewan langka yang mulai punah keberadaannya. Anak-anak tampak antusias dalam mengikuti kegitan ini, ditambah dengan beberapa permainan yang dikemas dalam bentuk pertanyaan seputar TNUK dan Badak Bercula Satu. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan reward berupa hadiah.

Foto: Narasumber dan Peserta SD Negeri Taman Jaya 2
“Kami sangat berterimaksih kepada Balai TNUK yang sudah hadir di sekolah kami, semoga kegiatan ini memberikan pemahaman sejak dini kepada para anak didik kami akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, termasuk untuk mencitai dan menjaga Badak sebagai hewan yang dilindungi” ungkap Imas salah satu guru di sekolah tersebut.
Selaras dengan yang diungkap oleh Oyok Yuswandi, S.Pd. (Perwakilan Guru SMP) mengukapkan pandangannya tentang acara tersebut, “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang luar biasa ini. Melalui kegiatan acara ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai lingkungan dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati kepada anak-anak kami. Kami berharap pengalaman ini akan merangsang minat mereka dalam mengambil bagian aktif dalam pelestarian alam” tuturnya,
Materi yang sama juga disampaikan oleh Firmanto Suwanda, S.Hut, (Penyuluh BTNUK) di SMP Negeri 2 Sumur, dalam penyampaian materinya Firmanto Suwanda mengajak para peserta didik untuk bangga dan mencintai kearifan lokal yang ada berupa Badak Bercula Satu yang merupakan hewan yang menjadi ikon khas TNUK, Pandeglang dan Dunia.


Foto: Narasumber dan Peserta SMP N 2 Sumur
Dr. Agus Sukirno, M.Pd. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat mengatakan bahwa “kegiatan ini terselenggara dengan baik dan sukses berkat dukungan dari semua pihak seperti BTNUK, Yayasan Planet Urgenci Indonesia, serta para Mahsiswa UIN SMH Banten yang sedang melakukan KUERTA di wilayah Kecamatan Sumur”. ujarnya. Lebih lanjut Agus Sukirno menambahkan bahwa “semoga ragkaian kegiatan ini memberi andil dalam rangkaian persiapan peringatan hari badak sedunia pada 22 September 2023 mendatang” tutupnya.
