Pandeglang 30 Oktober 2023, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penguatan Konservasi Badak Jawa yang barlangsung di Aula Pertemuan Gedung JRISCA Taman Nasional Ujung Kulon.
Hadir dalam acara tersebut Ardi Andono, S.TP., M.Sc. (Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon), Sardan (Kepala Desa Ujung Jaya), Nia Komarudin (Sekretaris Desa Ujung Jaya), dan beberpa peserta dari berbagai instantansi dan OPD terkait seperti Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, Camat Kecamatan Sumur, Kepala Sekolah SMAN 16 Pandeglang, SMPN 2 Sumur, Tokoh Masyarakat, Komunitas Peduli Lingkungan Sekitar (KOMPLASI), Planet Unrgensi Indonesia, Mahasiswa dan para aktivis penggiat konservasi alam lingkungan.
Kehadiran tim pengabdian kepada masyarakat LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten disambut hangat oleh pemerintahan desa setempat. Sardan dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para rombongan tim pengabdian kepada masyarakat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten “selamat datang kepada para dosen dan rombongan tim pengabdian kepada masyrakat UIN Sultan Maulan Hasanuddin Banten di desa kami, semoga kehadiran bapak/ibu menjadi ajang perekat silaturahmi diantara kita” ujarnya.
Kepala BTNUK dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas perhatian dan kepedulian terhadap keberlangsungan hidup Badak Bercula Satu. “Kemitraan dalam hal konservasi Badak Jawa perlu melibatkan banyak pihak, tidak hanya BTNUK akan tetapi peran masyarakat dan juga para akademisi diperlukan” ungkapnya. Lebih lanjut Ardi Ando menambahkan bahwa “saya mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat dan tentunya para akademisi dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin banten yang juga turut terlibat dalam penguatan konservasi Badak Jawa” tambahnya.
Selaras denga apa yang diungkap oleh Dr. Agus Sukirno, M.Pd. selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengungkapkan bahwa “kami berterimakasih kepada pihak pemerintahan Desa Ujung Jaya yang telah memfasilitasi aula pertemuan ini sebagai tempat untuk kegiatan FGD Penguatan Konservasi Badak Jawa” ungkapnya. Lebih lanjut Kapus PPM juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para peserta FGD “kami juga berterimakasih kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan FGD” tambanya.
FGD diawali dengan penyampaian hasil dari rangkaian kegiatan Penguatan Konservasi Badak Jawa. Adapun rangkaian kegiatannya adalah Rhinos go to School, pendampingan komunitas masyarakat peduli lingkungan, pemetaan potensi desa penyangga TNUK.
Para peserta yang hadir sangat antusiasi terlibat aktif dalam FGD ini. Dalam upaya mendukung konservasi Badak Jawa, peserta FGD yang hadir sepakat untuk merekomendasikan kepada dinas terkait perihal kurikulum pendidikan perlu dimasukkan muatan lokal berupa konservasi Badak Jawa dan lingkungan hidup, karena mengingat Badak Jawa telah menjadi ikon bagi masyarakat Pandeglang yang telah mendunia. Sebagaimana yang diungkap oleh Kepala BTNUK “kita mestinya bangga sebagai warga Pandeglang, karena Badak Jawa menjadi ikon yang telah mendunia, misalnya gelaran Piala Dunia U-17 maskotnya adalah Badak Bercula Satu (BACUSA)” Pungkasnya.
Dokumentasi FGD


