Serang 12 Agustus 2023, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan praktik kegiatan Pemanfaatan Lahan di Desa Kedung Soka, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang. Adapun kegiatan praktik kali ini bertemakan “Pelatihan Pengolahan Produksi Pangan dan Diversifikasi Usaha Masyarakat”.
Hadir secara langsung dalam acara ini Ketua LP2M UIN SMH Banten, Dr. Hunainah, M.M. didampingi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Agus Sukirno, M.Pd. para Tenaga Ahli PPM Eni Nuraeni, M.Si. dan Sumintak, M.Si. serta beberapa Staf LP2M UIN SMH Banten Syarif Hidayatullah, M.Pd. dan Hadlani. Dalam sambutan pengantarnya Ketua LP2M mengungkap bahwa “kegiatan yang dilakukan pada hari ini adalah keberlanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya”, ungkapnya. Lebih lanjut Ketua LP2M UIN SMH Banten secara runut mengatakan bahwa “ini adalah pertemuan yang kelima bersama masyarakat Desa Kedung Soka, dan saya berharap ini bukan pertemuan yang terakhir bersama masyarakat, kita akan berupaya untuk selalu hadir bersama masyarakat tidak hanya di Desa Kedung Soka saja melainkan ke berbagai desa lainnya sebagai bentuk implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat”, pungkasnya.
Kegiatan pelatihan kali ini dibagi menjadi dua sesi praktik, sesi pertama masyarakat Desa Kedung Soka mempraktikkan cara menanam Daun Kelor dan Tumbuhan Obat Keluarga (TOGA) seperti Lidah Buaya. Selain mempraktikkan cara menanam tumbuhan tersebut, Eni Nuraeni, M.Si. narasumber pratik kegiatan disesi pertama juga menjelaskan dan mempraktikkan cara pemanfaatan dan pengolahan Daun Kelor dan Lidah Buaya. Daun Kelor diantaranya dipraktikkan dapat dijadikan aneka minuman atau jus (jus daun kelor) dan masker wajah, sementara Lidah Buaya juga dapat dijadikan sebagai manisan Lidah Buaya.


Foto: Praktik kegiatan pemanfaatan Daun Kelor dan Lidah Buaya
Pada sesi berikunya, tidak kalah menarik dari apa yang telah dilakukan pada sesi sebelumnya. Disesi kedua narasumber lainnya Fina Fitratun Amaliyah, M.Sc. bersama Irham Syarhuddin, S.Hut. mempraktikkan pembuatan komposter menggunakan alat bekas yang ada seperti bekas ember cat dan pipa paralon, sementara bahannya memanfaatkan sampah rumah tangga untuk dapat dijadikan kompos dan pupuk cair. “Limbah rumah tangga yang kita hasilkan setiap hari dapat kita kelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Misalnya, sampah seperti bekas kulit buah, nasi dan sampah organik lainnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos dan pupuk cair”, terang Irham. Selain membuat komposter sebagai alat untuk membuat kompos dan pupuk cair, para narasumber sesi kedua juga menjelaskan dan mempraktikkan bagaimana cara memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dapat dimanfaatkan sebagai media untuk budidaya magot.

Foto:Praktik pembuatan Komposter dan Budidaya Magot
Ditempat yang sama, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Agus Sukirno, M.Pd. mengungkapkan bahwa “rasa gembira dan berterimakasih pada para narasumber yang telah membagi ilmu kepada masyarakat, ia berharap bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini juga dapat diterapkan dibeberapa desa binaan UIN SMH Banten” ujarnya. Lebih lanjut Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, berterimakasih kepada Ketua LP2M yang hadir membersamai secara langsung kegiatan ini, dan para Tenaga Ahli yang terus berkomitmen membersamai dalam setiap kegiatan PPM, serta para Fasilitator seperti Asyrotul Jannah, S.Pd. dan Dedi Wahyudi, Sos. M.Pd. (Ketua Alumni UIN SMH Banten Desa Kedung Soka) seluruh Mahasiswa KUKERTA Kelompok 8 UIN SMH Banten. “Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan baik. Saya berharap kepada para peserta dapat memahami dan mengaplikasikan materi yang telah disampaikan, agar dapat berguna dan bermanfaat untuk masyarakat sendiri”, pungkasnya.
Diakhir pelatihan Ketua LP2M Mengapresiasi beberapa orang masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan dengan memberikan cindera mata dan kenang-kenangan. “Jangan dilihat dari jumlah dan banyaknya, ini adalah bentuk apresiasi saya sebagai Ketua LP2M kepada bapak dan ibu penerima doorprice dari kami. Semoga ini menjadi pelecut semangat untuk saling mengapresisasi diantara kita semua”, imbuhnya.
Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan hari ini, semua peserta dibagi menjadi lima kelompok yang nantinya mereka akan mempraktikkan secara mandiri berkelompok untuk membuat olahan hasil dari pemanfaatan Daun Kelor dan Lidah Buaya, membuat Komposter yang akan menghasilkan kompos dan pupuk cair, serta mempraktikkan pembudidayaan magot. Hasil kerja kelompok yang dilakukan masyarakat akan ditampilkan dan diberi penilaian oleh tim PPM. Kelompok dengan karya terbaik akan mendapatkan apresisai dari PPM LP2M UIN SMH Banten.
Foto:Semua Peserta dan Narasumber
