Cisimeut, Leuwidamar. Mahasiswa UIN SMH Banten yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) melaksanakan penyuluhan KB (Keluarga Berkualitas) dan pencegahan stunting, kamis (03/08). Penyuluhan untuk masyarakat Desa Cisimeut yang mengangkat tema “BKKBN Bersama Kampus Bersinergi Turunkan Angka Stunting di Desa Cisimeut”.
Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Agus Sukirno, M.Pd menjelaskan bahwa Program unggulan kukerta kelompok ini adalah Program Pencegahan stunting di lingkungan masyarakat Desa Cisimeut.
Pegiat kesehatan lingkungan dan Ahli Gizi UPTD Puskesmas Cisimeut Ibu Fennika Yulindra, A.Md.Gz dalam pemaparan materinya, menjabarkan tentang Dapur Sehat atasi Stunting (DASHAT).
“Tingkat pendapatan yang rendah serta kurangnya pengetahuan tentang gizi, apa yang perlu di berikan pada bayi atau balita menjadikan penyebab kurangnya nutrisi yang seimbang pada anak. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Pemicu terjadinya stunting adalah faktor ekonomi yang kemudian orang tua tidak mampu membeli beberapa bahan pokok yang berguna dalam memenuhi gizi yang optimal pada anak. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun.”
Eno Lasnawati Bidan Puskesmas Cisimeut menambahkan, Alasan mengapa program Keluarga Berencana sangat penting dilaksanakan, yaitu untuk menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama kehamilan yang tidak di inginkan menjarangkan jarak kelahiran mengurangi resiko kematian bayi.
“Angka stunting dari tahun lalu hingga sekarang masih ada, oleh karena itu Desa Cisimeut mendapatkan program STBM dari Kementerian Kesehatan dalam upaya mencegah stunting di wilayah tersebut. Bantuan yang diberikan berupa pembuatan jamban, wastafel dan sanitasi untuk dikhususkan untuk balita yang non-stunting. Karena memang untuk memerangi stunting, tidak hanya dari sanitasi saja, namun dapat dilakukan dari berbagai aspek juga yang mendukung lingkungan tersebut, kalau lingkungan tidak sehat maka lingkungan tersebut juga pasti tidak sehat.” ujar Ibu Sinta Petugas Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Cisimeut.

“Meningkatkan pengetahuan peserta tentang Stunting dan penyebab gejalanya, serta akan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang resiko tinggi dan pengenalan tanda kelahiran pada kehamilan. Jadi, calon ibuu memiliki kesadaran penuh akan pentingnya pencegahan stunting terhadap anak sebelum adanya keterlambatan dalam pencegahan.” ungkap Balqis Salsyabilla, salah satu anggota KKN 35 UIN SMH Banten.
“Dengan adanya penyuluhan KB (Keluarga Berkualitas)dan stunting, harapan nya bahwa di masa yang akan datang angka stunting berkurang dan desa cisimeut bisa menjadi keluarga yang berkualitas.” ungkap salah satu warga yang mengikuti penyuluhan ini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Majelis depan Kantor Desa turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Desa Cisimeut, dengan melibatkan masyarakat sebagai peserta penyuluhan berjumlah kurang lebih 20 orang.
