Senin, 14/8/2023. Desa Cisimeut merupakan salah satu desa di kecamatan Leuwidamar. Di desa ini masih ada warga masyarakat yang buang air besar sembarangan, seperti di lahan kosong dan di sungai. Padahal air sungai tersebut juga digunakan untuk kebutuhan warga lainnya, seperti mandi, mencuci pakaian.
Mahasiswa Kuliah kerja nyata memberikan bantuan stimulan jamban sehat kepada salah satu warga di Kampung Bantarnaga Kaler Desa Cisimeut. Kegiatan tersebut merupakan upaya percepatan capaian Open Defecation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) kabupaten Lebak pada tahun 2023.
Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 45, Agus Sukirno mengungkapkan rasa senangnya atas terlaksananya program tersebut. “Saya mensupport dan berterimakasih atas upaya mahasiswa dalam menjga kesehatan lingkungan dan memberi apresiasi kepada kelompok 35 Desa Cisimeut, yang telah mendukung program pemerintah yaitu program jamban sehat. Harapannya semoga warga desa semakin sadar akan pentingnya kesehatan lingkungan.”
Hal yang sama diungkapkan oleh Muhammad Faqih salah satu mahasiswa kukerta, “Saya sangat senang bisa terlibat dalam program jamban sehat ini, semoga warga desa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta dapat menjadi ladang pahala bagi kami semua, karena kebersihan itu sebagian dari iman.”
Lebih lanjut Pak Sugeng sebagai Relawan Open Defecation Free (ODF) atau BABS (Buang air besar sembarangan) menegaskan, “Ini adalah pembuatan jamban stimulan. Jamban stimulan itu perbedaan nya ada dua lubang, yang pertama itu untuk septic tank dan yang kedua itu untuk sumur resapan. berbeda dengan jamban konvensional, kalau jamban konvensional itu kan satu lobang. Jadi tidak memakai sumur resapan, yang ini sudah termasuk standar dari dinas kesehatan kabupaten lebak. Cara pengerjaannya yang biasa relawan ODF (Open Defecation Free) lakukan ini adalah membelikan bantuan berupa bahan dan untuk tenaga kerjanya kita serahkan kepada tuan rumah, jadi biar ada saling kerjasamanya, jadi tidak hanya menerima beres saja.”
Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten peserta Kukerta Desa Cisimeut yang telah membuat program bantuan stimulan jamban sehat.
“Saya pastinya alhamdulilah, pasti nanti saya pakai dan saya urus juga sebisanya. Alhamdulillah diberikan wc seperti ini juga sudah bersyukur banget. Kalo sudah punya jamban saya tidak perlu buang air besar ke sungai lagi, air sudah ada, jamban juga sudah ada, tinggal dirawat saja. Saya berterima kasih terutama kepada mahasiswa,” ujar warga penerima bantuan.
Ibu Sinte Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Cisimeut menjelaskan “Stunting dan lingkungan itu berkaitan erat, karena salah satu faktor stunting itu yang pertama kualitas air bersih, yang kedua yaitu santiasi. Lebih lanjut dia menjelaskan, manfaat jamban yaitu tinjanya tidak kemana-mana, tidak mengotori lingkungan juga, dan juga tidak menimbulkan penyakit, contohnya seperti tadi terdapat lalat, serangga, sambungnya
Besar harapan kami, melalui kegiatan bantuan stimulan jamban sehat ini penerima tidak perlu pergi ke sungai untuk buang air besar, dan mempunyai komitmen untuk menjaga kesehatan lingkungan dengan baik, tutur Junaedi Ketua kelompok 35 KUKERTA.
