Home Blog

Pengumuman Penelitian dan Pengabdian LP2M UIN Banten 2022

0

Petunjuk Teknis Penelitian dan Pengabdian 2022 dapat juga diunduh di tautan ini.

Peningkatan Akreditasi Jurnal di UIN SMH Banten, LP2M Studi Banding Ke Jurnal UIN Jakarta

0
Suasana Pertemuan LP2M UIN Banten dengan Dekan dan Dosen FITK serta dengan Pengelola Jurnal IJEE, Ruang Sidang Lantai 2 FITK UIN Jakarta.

Seluruh Pimpinan dan Tenaga Ahli LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Rabu (27/10/2021) melakukan kunjungan ke FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi antar kedua lembaga. Yang menjadi pokok pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas mengenai bagaimana pengelolaan jurnal AlQalam dan jurnal lainnya di UIN SMH Banten meningkat akreditasinya dengan berkolaborasi bersama pengelola Indonesian Journal of English Education (IJEE) pengelolaan jurnal Pendidikan Bahasa Inggris bersama pengelola Indonesian Journal of English Education (IJEE) dan sejumlah dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FITK UIN Jakarta. Acara tersebut berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Fakultas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kunjungan LP2M UIN Banten yang dalukan oleh Dr. Hunainah, M.M selaku Ketua LP2M UIN Banten didampingi oleh Sekretaris LP2M Dr. Masykur, M. Hum, Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi Dr. Yanwar Pribadi, M.A, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Dr. Iin Ratna Sumirat, M.Hum, Ketua Rumah Jurnal LP2M Kheryadi, M.Pd dan Tenaga Ahli LP2M UIN Banten Juhji, M.Pd diterima dan disambut dengan baik oleh Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag didampingi oleh  Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Prof. Dr. Ratna Sari Dewi, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Didin Nuruddin Hidayat, M.A., TESOL., Ph.D., Kepala Pusat Pengembangan Bahasa Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D.,  Sekretaris Pendidikan Bahasa Inggris Zaharil Anasy, M.Hum, Pengelola Jurnal FITK Yazid Hady, M.Pd. dan Agus Sufyan, M.App.Ling. dosen PBI.

Dalam sambutannya Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag mengucapkan “Selamat datang Bapak/Ibu rombongan dari LP2M UIN Banten. Sebuah kehormatan bagi kami FITK UIN Jakarta dikunjungi Bapak/Ibu semua,” ucap Sururin,” ujar Sururin.

Lebih lanjut Sururin menyampaikan “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyambutan dan pelayanan kami sebagai tuan rumah kurang memuaskan Bapak/Ibu sekalian. Semoga pertemuan ini berjalan dengan lancar dan terjalin hubungan yang baik antara UIN jakarta dan UIN Banten utamanya upaya publikasi karya ilmiah. Kami siap berbagi informasi apa pun kepada bapak/Ibu, silakan tanyakan langsung kepada para ahlinya (pengelola IJEE).”

Sementara Ketua LP2M UIN SMH Banten Dr. Hunainah, M.M dalam sambutannya menyampaiakan rasa terimakasih yang mendalam kepada FITK UIN Jakarta atas penerimaan kunjungan LP2M UIN Banten, “Kami sangat tersanjung dengan sambutan yang luar biasa ini, “ ujar Hunainah.

“Kami ingin belajar ke temen-temen di sini (FITK UIN jakarta) sehingga cepat sekali progresnya gitu kan, nah ini yang mau kami timba ilmunya, padahal dulu UIN Jakarta sempat mengundang kami sebagai narasumber untuk pengelolaan jurnal. Kita ingin belajar triknya, kiatnya di sini apa sih yang bisa dilakukan agar bisa di level seperti di sini, tentunya dengan cara yang halal, dengan kaidah-kaidah akademik” tutupnya.

Selanjutnya, Siti Nurul Azkiyah menceritakan awal mula terbentuk dan berkembangnya IJEE FITK UIN Jakarta. “Bapak/Ibu, Sebenarnya cerita ujungnya banyak dipegang oleh Pak Didin, jadi saya mungkin akan menceritakan sejarah awal IJEE dimulai. IJEE dimulai pada tahun 2014, waktu itu Wadeknya almh. Bu Nurlena, jadi sudah cukup lama. Saya kira Bapak/Ibu yang mengelola jurnal juga sudah mengalami masa-masa yang sama gitu ya krisis artikel itu sudah jelas. Waktu itu saya ingat sekali untuk bisa menerbitkan artikel yang layak untuk dibaca itu proses editing yang kami lakukan itu sangat luar biasa, sementara waktu itu jumlah dosen yang bisa yang terlibat juga tidak banyak karena saat itu banyak teman-teman dosen sedang studi S3, termasuk Pak Didin. Tetapi semua proses kita kawal terutama dari sisi editing. Editing yang harus kita lakukan luar biasa, bahkan tidak jarang kita harus meng-edit grammarnya juga, karena memang itu semua tantangan jurnal di masa-masa awal. Tetapi, prinsip yang kita pegang adalah paper kita terbitkan adalah paper yang memang layak untuk diterbitkan. Jadi, kita mejaga kualtas dari papernya sehingga betul-betul kredibel,” jelas Siti Nurul Azkiyah.

Selanjutnya, acara yang dilangsungkan di ruang sidang lantai 2 fakultas dilanjutkan dengan sesi dialog dan sharing informasi. Pada kesempatan dialog dan sharing informasi tersebut, sejumlah rombongan dari LP2M UIN Banten menanyakan beberapa hal, utamanya berkaitan pengelolaan jurnal Pendidikan Bahasa Inggris bersama pengelola Indonesian Journal of English Education (IJEE) FITK UIN Jakarta. Acara sharing informasi ini berlangsung cukup hangat dan selesai menjelang kumandang azan ashar. (LP2M UIN Banten).

Pengumuman Lomba Artikel Jurnal Alqalam, Kawalu, Studi Gender dan Anak UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

2

Pemenang Lomba Artikel Jurnal Studi Gender dan Anak

  1. Deni Iriyadi, Statistical Anxiety from Gender Perspective of State Islamic Religious College Students in Indonesia
  2. Dhestina Religia M, Pergeseran Peran Perempuan dalam Aksi Terorisme di Indonesia
  3. Yuni Safira Rahman, The Implementation of Child-Friendly City Programs in Special Protection Cluster at Serang-Banten Province
  4. Herdifa Pratama, Hukum Islam dan Nuansa Feminisme dalam Klaster Ketenagakerjaan Undang-Undang Omnibus Law
  5. Fkriyatul I Slami M., Edukasi Keluarga Berwawasan Gender (Analisis Isi Akun Instagram @tuturmama.id)
  6. Muarofakh Muarofakh, Introduction to Islamic Characters through Children’s Karawitan at KB Among Putro Jangkang Sleman
  7. Jonathan Adi Wijaya, Menilik Kedudukan dan Ideologi Kinan di Series Layangan Putus Dalam Perspektif Islam
  8. Muhammad Idris N., Perebutan Otoritas Menikahkan Perempuan: Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 02 K/AG/1985
  9. M. Riyan Hidayat, Membaca Tafsir Oral Hannan Attaki Tentang Memuliakan Istri di Media Sosial (Analisis Channel Youtube Media Islam)
  10. Zenno Noeralamsyah, Penguatan Peran Single Mother dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga
  11. Achmad Thoriq, Masifnya Lgbt Memantik Masalah Baru, Adopsi Anak Mengancam Pesikis
  12. Irmawati Irmawati, The Effect of Toilet Training to Introduce Sex Education in Early Childhood

Pemenang Lomba Artikel Jurnal Kawalu

  1. Rohman, The Development and Dynamics of Pesantren in Banten
  2. Muhammad Alwi HS dkk, Living Islam Masyarakat Makassar dalam Naskah “Kakalumanyangan”
  3. Fatimah HS dkk, Integration of Pesantren and Mosque Function in Teaching Islam in South Sulawesi and Their Significance Towards Consistency of Religious Moderation
  4. Dismas Kwirinus, Myth and Religion in the Traditional Dayak Way of Life
  5. Deni Iriyadi, Siri’ in the Perspective of Islamic Values and Current Issue
  6. Wendi Parwanto, Reading Tradition in Informative and Symbolic Theory the Case of Robo-Robo Tradition in Nuguk Hamlet, Melawi District, West Kalimantan
  7. Fransesco Agnes Ranubaya Bahuma, Cultivation System of Dayak Tradition from Sonny Keraf’s Philosophy of Ecology View
  8. Mualimin, Imagination after Death the Meaning of Specializing Food in the Miare Tradition in Malay Society
  9. Maurinus Moris Mahri, Konsep Iréng Sebagai Cetusan Religiusitas Masyarakat Manggarai
  10. Yusril Barik, Pekalongan City of Batik Expression Of Acculturation And Characteristics Diversity
  11. Moh Rosyid, Komunitas Samin Dalam Pusaran Perubahan Dari Petani Menjadi Pekerja Urban
  12. Fadlan Masykura Setiadi, Mora, Kahanggi, and Anak Boru as a Local Culture of Batak-Angkola Community in Maintaining Muslim-Christian Harmony in Sipirok, Tapanuli Selatan
  13. Hendri Hermawan Adinugraha dkk, Religious Culture Internalization of Local Wisdom and Halal Values in Setanggor
  14. Nurul Qomariyah, Identitas Hunian “Tanèyan Lanjhâng ” Bagi Masyarakat Madura (Studi Kasus di Desa Larangan Luar Kabupaten Pamekasan)

Pemenang Lomba Artikel Jurnal Alqalam

  1. Ihsan Nurmansyah dan Sherli Kurnia Oktaviana: Islam and Social Media in Indonesia: A Study of the Living Qur’an and Hadith in the Film “Ruqyah: The Exorcism”
  2. Fatimah HS dan Iin Parninsih: Construction Of Fishermen’s Purity With Limitations: Pabagang Study On Balang Caddi Island, Pangkep-South Sulawesi
  3. M Mujibuddin dan Fakhru Riza: Variety of Political Expressions: Study of Khilafatism Discourse on Islamic Salafi Websites in Indonesia
  4. Ahmad Habibi Shahid, Fikriya Malihah, dan Reno Wikandaru: Nyuguh Tradition: Religious and Cultural Harmony in the Traditional Village of Kuta, Ciamis, West Java
  5. Fahmi Wira Angkasa: Azharite Muhammadiyah: Ambivalence and Reinterpretation of Muhammadiyah Identity
  6. Siswoyo Aris Munandar: the Sufisme and the Economy of the Urban Society: Study of the Economic Dimensions of the Tarekat Siddiqiyah in Indonesia
  7. Moh Rosyid: Symbolic Meaning of Buka Luwur: a Historical and Cultural Study in the Grave of Sunan Kudus
  8. Kuat Ismanto: Relationship between Halal Tourism and Gender: Empirical Studies in Pekalongan, Central Java
  9. Mursalat: The Role of Sufism as Social Piety and Individual Piety for the Young Generation: Study Pondok Pesantren Tasawuf Underground
  10. Akhmad Kamil Rizani dan Baitul Dawiyah: Concept Hifz An-Nasl in Ticak Kacang Marriage, Dayak Siang Traditional
  11. Amril dan Endrika Widdia Putri: Haul Sheikh Burhanuddin Ulakan in the Basapa Tradition of the Ulakan Community of Padang Pariaman
  12. Baidawi dan Hamdan Daulay: Innovation Smart Farm and Garden Boarding School Islamic Studies Center Islamic, Aswaja Lintang Songo, Bantul)
  13. Hanif Fitri Yantari dan Danur Putut Permadi: Mystical Java: The Concept Of Sasahidan in Serat Wirid Hidayat Jati
  14. Wahyu Hidayat: Islamic Philanthropy: House Of Zakat As A Funding And Capital Institution

Kepada nama-nama yang disebutkan di atas mohon mengirimkan foto rekening dan NPWP ke lp2m@uinbanten.ac.id.

Gerakan Dakwah Hijrah dan Pergeseran Otoritas Keagamaan di Komunitas Hijrah di Banten

0

Peneliti: Dr. Umdatul Hasanah, M.Ag. & Fahma Islami, M.Si.

Gerakan Dakwah Hijrah Di Banten

Gerakan dakwah hijrah berkembang di wilayah Provinsi Banten sejak tahun 2016 yang ditandai dengan bermunculan perkumpulan/komunitas yang mengkaji tentang tema-tema hijrah di Banten seperti ; Ta’lim Cloud, Switch On, Tim Hijrah Akbar Banten, juga Komunitas Muslimah UIN Banten (KMUB). Secara umum tahapan pembentukan komunitas hijrah di Provinsi Banten diawali dari trend dan ketertarikan, kecocokan dan juga kebutuhan praktis dengan mengusung tema-tema yang dekat dengan kehidupan mereka seperti persoalan percintaan, jodoh, pekerjaan, patah hati dan kesepian serta kegalauan dan ketidak jelasan tentang masa depan. Membina kelompok muda yang “termarginalkan” baik secara sosial, kultual maupun structural seperti anak jalanan dan anak punk . Komunitas hijrah hadir sebagai ruang dan setting kaum muda dalam dakwah yang selama ini masih terabaikan. Gerakan dakwah media (media digital-media sosial) dengan suguhan tema-tema dakwah, gambar maupun caption menarik, simpel dan praktis seiring dengan kebutuhan kaum muda. Pola dakwah yang dilakukan secara Buttom-up ini juga menepis tradisi dakwah konvensional yang kerap dilakukan secara Top Down.

Transformasi Gerakan Dakwah Hijrah

Gerakan dakwah hijrah di Banten lahir dari fenomena nasional yang diikuti, kemudian dipraktekkan dan dilembagakan atas dasar pengalaman dan kebutuhan yang sama. Tidak hanya berhenti pada sekedar trend yang lambat laun dapat menghilang, komunita hijrah mengembangkan gerakan dakwahnya melalui pengembangan dan legalitas kelembagaan. Pengembangan kelembagaan dilakukan untuk memperteguh gerakan dakwah hijrah secara sistemik dengan kurikulum yang terstruktur. Beberapa komunitas hijrah telah bertransformasi mengembangkan sayapnya dan perluasan gerakan dakwahnya melalui Yayasan Lembaga Pendidikan seperti; Pesantren, Majelis Taklim dan rumah tahfizd. Komunitas Ta’lim Cloud misalnya melahirkan

Yayasan dan pondok pesantren Umdatul Islam di Serang (2020) yang juga dikelola oleh pegiat hijrah Ta’lim Cloud. Demikian juga Komunitas Hijrah Switch-On mengembangkan sayapnya dengan mendirikan Yayasan dan Pondok Pesantren Usamah bin Zaid di Anyer (2021). Transformasi kelembagaan dilakukan bukan hanya dapat memperkuat legalitas kelembagaan maupun pendanaan juga memperkuat pola pembinaan dan gerakan yang lebih sistemik dan terukur. Legalitas kelembagaan juga dapat memperkuat kepercayaan public, kepercayaan dan legitimasi merupakan modal dalam memperkuat otoritas ketokohan. Sebagaimana juga dalam otoritas tradisional lahir dari otoritas keilmuan yang diperkuat dengan adanya kelembagaan seperti pondok pesantren dan Madrasah yang semakin memperkuat legitimasi dan otoritas “ ketokohannya” (Volpi & Turner, 2007) ; (Hosen, 2019) .

Pola Gerakan Dakwah Hijrah di Banten
Inovasi Methode: Mediatisasi dan Komodifikasi

Gerakan dakwah komunitas hijrah tidak bisa dilepaskan dari peran penggunaan media baru secara massif dalam dakwah. Tradisi dakwah dalam komunitas hijrah menjadikan media sebagai sarana saluran bagi produksi ide dan konten-konten kreatif lainnya yang menarik dan praktis. Mediatisasi dakwah di satu sisi memperluas syiar Islam namun di sisi lain terjebak pada logika media yang juga memiliki sisi negatif, menjadikan agama tidak lagi dipikirkan tetapi dikonsumsi secara instan (Abdullah, 2017). Komunitas membangun jaringan keanggotaan berbasis pada media yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan forum-forum secara off line. Media menjadi saluran dan perekat jaringan bagi anggota dan komunitas yang kemudian eksis dan establish menjadi lembaga sampai saat ini.

Hijrah sebagai Perekat Emosi dan Misi Islam

Hijrah tidak semata menjadi komunitas namun juga menjadi identitas. Slogan yang sering digaungkan adalah “ tidak hijrah maka tidak gaul”. Deklarasi ini sekaligus mempertegas bahwa hijrah bukan hanya berubah menjadi lebih baik namun juga tetap gaul sesuai dengan ke khasan kaum millenial. Para pegiat hijrah umumnya merubah penampilan, aktifitas dan gaya hidup menjadi lebih Islami. Misi hijrah diterjemahkan dalam bentuk perubahan penampilan dan gaya bersbusana khususnya bagi Muslimah, dengan berpakaian dan beberapa di antranya juga berubah drastis dengan menggunakan cadar. Meminjam istilah Al-Korani hijrah sebagai proses pertobatan

(Alkorani, 2021). Hijrah juga diterjemahkan dengan menolak konsep pacaran yang dianggap bertentangan dengan Islam. Bahkan penolakan konsep ini telah menjelma menjadi sebuah gerakan, yaitu Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran (GITP) (Sari et al., 2020). Mereka menggantinya dengan konsep Ta’aruf. Ta’aruf pada umumnya dilakukan dengan sesama pegiat hijrah atau yang satu frekwensi dengan misi hijrah.

Otorisasi, Agensi dan Kaderisasi

Pengembangan kelembagaan komunitas dengan legalitas sebagai Yayasan dan pondok pesantren maupun Rumah Tahfizd sebagaimana yang dikembangkan oleh pegiat hijrah sekaligus juga memperkuat otoritas para pembina melalui pengembangan komunitas menjadi lembaga. Otoritas terbentuk seiring dengan menguatnya legitimasi dan kepercayaan publik. Pengembangan kelembagaan menjadi pondok pesantren menjadi sarana yang efektif dalam mensosialisasikan gagasan, pemikiran dan mentransmisikan pengetahuan. Sekaligus juga wadah pembinaan dan kaderisasi pejuang hijrah dan juga agensi. Agen hijrah selain melalui wadah komunitas, pesantren/rumah tahfizd dan Majelis taklim juga sarana olahraga latihan (PPB), dunia pengobatan dan terapi, di antaranya bekam dan Ruqyah syar’I yang sekaligus juga dikaji dan dipraktekkan di kalangan komunitas hijrah.

Konvergensi yang Trendi dan Tradisi Nabi

Komunitas hijrah lahir dan besar melalui ruang media (media sosial) sebagai representasi kemoderenan atau kekinian. Di samping juga istilah yang digunakan dalam komunitas baik penamaan komunitas sendiri yang menggunakan bahasa Inggeris dan gaul menunjukkan mode khas millenial. Dakwah melalui pendekatan dalam perspektif kaum muda, seperti berbasis hoby memberikan ruang luas terhadap kegemaran kaum muda, seperti tongkrongan, olah raga dan seni sebagai fasilitas dan ekspresi di satu sisi dan juga sarana dakwah di sisi lain. Sembari menghidupkan tradisi Nabi dan pola hidup ala Nabi yang menjadi tema-tema kajian sekaligus juga dipratekkan sebagai gaya hidup di kalangan komunitas hijrah yang mereka istilahkan dengan sunnahan sebagai tradisi dalam mengikuti sunnah Nabi.

Refrense
Abdullah, I. A. I. (2017). DI BAWAH BAYANG-BAYANG MEDIA: Kodifikasi, Divergensi, Dan Kooptasi Agama Di Era Internet. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 12(2), 116–121.
Alkorani, J. (2021). “Some kind of family”: Hijra between people and places. Contemporary Islam, 15(1), 17–33.
Hosen, N. (2019). Challenging Traditional Islamic Authority: The Impact of Social Media in Indonesia. Proceedings of International Conference on Da’wa and Communication, 1(1). https://doi.org/10.15642/icondac.v1i1.280
Sari, T. Y., Husein, F., & Noviani, R. (2020). Hijrah and Islamic Movement in Social Media: A Social Movement Study of Anti-Dating Movement# IndonesiaTanpaPacaran. DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies, 5(1), 1–26.
Volpi, F., & Turner, B. S. (2007). Introduction: Making Islamic Authority Matter. In Theory, Culture & Society (Vol. 24, Issue 2). https://doi.org/10.1177/0263276407074992

Legal Protection of Crypto Asset Customers in Commodity Futures Trading Transactions in Indonesia

0

Reseacher: Ika Atikah, M.H.

Crypto asset trading in Indonesia has become one of the assets of choice for customers and investors worldwide. Crypto price movements are very unusual and, of course, high risk, but they do not make the intention of customers and potential investors start investing in crypto assets. Crypto asset transactions in Indonesia have indeed become a trend recently, and Bappebti issued specific regulations in early 2018; every year, Bappebti gives policies related to the commodity futures mechanism.

The development of crypto and blockchain transactions is growing massively in Indonesia, such as Metaverse, NFT, and DeFi. Bitcoin mining activity requires an extensive computer network so that it can find problems in any attempt to mine digital currency that requires enormous electrical energy. Cryptocurrencies only live in the digital world as virtual tokens that have tremendous value and can even be negligible depending on market forces. Customers can buy currencies from brokers, store them, and spend with encrypted wallets. Investment in crypto assets is in great demand by the Indonesian people; this is based on data from the Commodity Futures Trading Supervisory Agency (Bappebti) of the Ministry of Trade, the number of investors in Indonesian crypto assets and trading transactions at the end of December 2021 to May 2022 which was initially 11,2 million investors increased to 14,1 million investors.

However, the number of crypto asset trading transactions in Indonesia from January to May 2022 reached 192 trillion rupiahs, compared to commerce in 2021 in the same period. From this explanation, it is evident that crypto asset transactions in Indonesia have grown positively despite the market situation but have not legally dampened public interest in buying crypto assets in Indonesia.

The explanation of crypto assets is also contained in article 1 number 7 of Bappebti Regulation No. 8/2021 that assets are part of commodities that are not digital, use cryptography, information technology networks, and distributed ledgers, regulate the creation of new units, verify transactions, and transactions without the intervention of other parties. With the presence of Bappebti regulations, it provides legal protection in crypto asset trading activities through the physical market of crypto assets on futures exchanges, namely the physical demand of crypto assets that are run using electronic means owned by crypto asset actors for buying or selling crypto assets where market supervision is carried out by futures exchange.

Protection for crypto asset customers, in general, has been regulated in the Consumer Protection Law No. 8/1999 because crypto asset customers are consumers. Consumers are closely related to buying and selling transactions in the trading system involving business actors, goods, and services, so consumer legal protection is critical in making economic activities safe and fair. The security referred to in crypto asset customers is their rights as consumers, which is a severe problem. Customers and traders of crypto assets have an equal position in the principle of freedom of contract, as stipulated in article 1320 of the Civil Code.

Four main reasons are protecting crypto asset customers, namely watching crypto assets and protecting all Indonesian consumers as mandated by the national development goals based on the preamble to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Negative technology, watching crypto asset customers as consumers, of course, giving birth to physically and mentally healthy individuals as development actors also means maintaining the continuity of national development; protecting consumers also requires guaranteed sources of development funds from the Indonesian people.

The meaning of customer protection for crypto assets as part of consumers has been regulated in general in the Consumer Protection Law No. 8/1999 Article 1 number 2 briefly explains that consumers are people who use goods and services in the community, both for themselves, their families, other people, even other living things. Consumer law has been applied to all people in the territory of Indonesia. Legal certainty protects consumer rights with special statutory provisions for consumer economic transactions in the trading sector, such as crypto-asset transactions.

Several things need to be known as the main elements of consumer protection arrangements, including knowing between consumers and business actors, consumers having rights, business actors having obligations, consumer protection arrangements in development, consumer protection through legal breakthroughs, and the field of consumer protection concepts. Requires attitude development. The government issued a regulatory policy providing consumer protection in blockchain technology which is increasingly popular in Indonesia. Blockchain is a digital data storage technology as it is known that regulation is a form of legality, entity, and the basis of law enforcement by ensuring that consumers are protected from blockchain technology.

Even though the Indonesian government has set a regulatory policy for PP No. 5/2021 and categorizes crypto transactions as risky businesses. PP No.5/2021 is a derivative of the Job Creation Act. The law regulates Chapter III from article 6 to article 10, which explains the level of business licensing, both risky and high. The Job Creation Act also regulates transaction supervision in Article 11, which is adjusted to the level of risk for the business and the determination of the story based on the level of danger and the potential for trouble to occur.

Article 14, paragraph 1 letter e of the Perbappebti No.11/2021 explains that there are several trading rules which include providing legal protection to crypto customers, namely the registration process for crypto asset customers, statements and guarantees, then obligations and responsibilities, data updating/updates, procedures transactions including buying/selling transactions, deposits, withdrawals, sending crypto assets to other wallets, other activities have been approved by Bappebti. Transaction fees and withdrawal limits are made, transaction security is available, crypto asset customer complaint services are available, crypto asset customers, and force majeure. Prospective customers need to recognize very complex trading before starting a transaction.

There are four things you need to know, namely don’t choose the wrong exchange platform, which checks directly with Bappebti legal and registered crypto players, the risk of volatility where asset prices can fluctuate in a short time, and for reliable crypto customers, crypto price volatility provides benefits, but on the other hand for beginners who do not have the knowledge it becomes a disaster, then the three psychological risks that someone who is not mentally prepared and lack of knowledge can experience FOMO, which is doing irrationally and without thinking carefully, and the last is liquidity risk, not all crypto assets have the same level of liquidity, for someone who does not have a broad understanding of crypto assets is at risk of loss, especially those who need fast funds to buy and sell.

To minimize losses in crypto transactions, business actors must fulfill obligations while actively trading commodities regulated by crypto legal regulations that meet the provisions with 1) any changes to their system, business processes, and issued regulations. 2) implement the commitment to disclose information and data relevant to implementing the provisions in the Bappebti regulations. 3) participate in education and counseling that require the development of crypto assets. 4) implementation of coordination and cooperation with Bappebti, relevant authorities, or ministries. In addition, crypto traders’ assets must have open access to all systems used by Bappebti as supervision and reference to the trading capitalization value of the crypto assets used. Additionally, physical traders of crypto assets must report daily, electronically, and monthly transaction reports to the head of Bappebti. This is very important as a form of monitoring crypto transactions between traders and customers of crypto assets.

Physical traders of crypto assets must apply the principles of KYC (Know Your Customer), CDD (Customer Due Diligence), and EDD (Enchanced Due Diligence) by ensuring the correctness and completeness of crypto asset customer data. Merchants are also obliged to maintain security and are responsible for any loss of assets belonging to customers. Traders can only store crypto assets up to 30% of the customer’s total assets, and the rest must be reserved through the asset repository manager. Online traders carry out asset storage, or hot storage, with a maximum asset storage amount of 30%, and offline storage or cold storage of at least 70% must be insured. Especially for offline storage, one can collaborate with asset storage managers in using token or Wallet storage services and having their token storage system or mechanism. They must maintain the security of assets belonging to crypto customers by considering risk management.

In addition, crypto asset traders must implement Customer Due Diligence on asset customer Wallets by ensuring that the Wallet’s identity stems from criminal acts, money laundering, criminal funds, and the proliferation of weapons of mass destruction. Every trading transaction, including commodity crypto assets, has transactions between parties regulated by specific regulations. In the event of deliberation involving traders and customers, efforts can be made by consensus as stipulated in the contract created by Bappebti regulations. However, if peace is not reached, it can be resolved through the Futures Exchange as written in the agreement or the rules and regulations of the Futures Exchange. Through the Futures Exchange, if it does not reach the point of an amicable settlement, then the parties can settle it through BAKTI (Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi) or the district court according to the agreement of the parties as stipulated in the agreement made by the two.

Penelitian Biologi dan Fisika Untuk Sertifikat Hak Paten

Tahun 2022 LP2M menganggarkan dua penelitian afirmatif untuk hak paten. Penelitian ini diberikan kepada Jurusan Biologi dan Fisika. Penelitian Biologi dengan judul Bacterial Cellulose Dari Limbah Sayuran Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pulp Dan Paper dikerjakan oleh Anis Uswatun Khasanah, M.Sc., Dr. Eko Wahyu Wibowo, dan Eri Sulistiati,M.Biotek; sedangkan penelitian fisika dengan judul TechnoChili: Rancang Bangun Sistem Cerdas Pengelolaan Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Bersumber Energi Surya dikerjakan oleh Dr.Asep Saefurohman, M.Si., Muhammad Ivan Siegfried, M.Si., dan Elsi Ariani, M.Si. Diharapkan akhir 2024 para peneliti ini akan menyumbangkan masing-masing satu sertifikat hak paten.

Penelitian Biologi
Penelitian biologi akan mencari tahu efektifitas limbah sayuran sebagai substrat pembuatan Bacterial Cellulose (BC), kualitas pulp dan kertas yang dihasilkan dari BC, dan formula pembuatan BC, pulp dan paper yang optimal. Penelitian ini didasarkan kepada kenyataan bahwa sampah sayuran banyak diproduksi pasar dan rumah tangga. Dari 360 ton sampah sayuran yang dihasilkan oleh pasar dan rumah tangga di Kota Serang, sebagian besar berupa sampah sayuran.

Para peneliti menjelaskan bahwa Selulosa (Cellulose) merupakan salah satu polimer utama yang melimpah di permukaan bumi dan menjadi salah satu bahan baku utama pembuatan beberapa produk industri seperti kertas, pangan, tekstil, kesehatan, biomaterial, dan lain sebagainya. Selulosa juga menjadi salah satu sumber bahan baku berbagai industri, seperti industri pangan, kesehatan, dan industri maju lainnya.

Sebelum menjadi produk, terlebih dahulu selulosa diolah menjadi bahan setengah jadi yang dinamakan pulp. Selanjutnya, pulp diuji karakteristiknya kemudian diolah lebih lanjut menjadi kertas atau lainnya. Ketersediaan selulosa pohon sebagai salah satu bahan baku utama pembuatan kertas saat ini bergantung pada hutan tanaman, industri, dan alam yang sensitif terhadap masalah isu-isu lingkungan. Hal ini diperparah dengan laju deforestasi hutan semakin meningkat seiring dengan besarnya permintaan terhadap pulp dan produk turunannya termasuk kertas.

Penelitian Selulosa sayuran diharapkan, jelas para peneliti, dapat memberikan solusi terhadap dua hal, yaitu mengurangi ketergantuangan terhadap pohon penghasil pulp dan kedua mengurangi masalah lingkungan yang disebabkan oleh sampah.

Penelitian Fisika
Penelitian yang dilakukan oleh Dr.Asep Saefurohman, M.Si., Muhammad Ivan Siegfried, M.Si. dan Elsi Ariani, M.Si. ini untuk merancang pembuatan suatu alat instrumentasi dan model yang tepat untuk menyuburkan suatu tanaman secara efektif dan efisien. Uji coba alat ini dilakukan pada cabai rawit.

Pada peneliti menjelaskan bahwa salah satu terapan Internet of Things yang dapat diaplikasikan dengan suatu tanaman adalah monitoring keadaan tanaman. Untuk tujuan tersebut, beberapa faktor harus diperhatikan, yakni jenis tanaman, kelembaban tanah, kelembaban udara, dan kesegaran tanaman serta tingkat nutrisitas yang dimiliki oleh tanah agar tumbuhan dapat tumbuh berkembang secara efektif dan maksimal. Penelitian semacam ini sudah dilakukan sejumlah peneliti, namun Dr.Asep Saefurohman dkk., berpikir bahwa studi mengenai pemanfaatan instrumentasi IoT, parameter tumbuh yang tepat, serta deteksi penyakit awal belum dilakukan secara luas.

Dr. Iffan Ahmad Gufron, S.Fil.I., M.Phil.

0
Nama Dr. Iffan Ahmad Gufron, S.Fil.I., M.Phil.
Tempat, Tanggal Lahir Kuningan, 12 Agustus 1980
Alamat rumah Komplek Grand Serang Asri Residence Blok L4, No. 09 Cipocok Jaya Kota Serang Banten
Telepon: 081392559202
Email iffan.agufron@uinbanten.ac.id
Minat Akademik Filsafat Ilmu, Filsafat Islam, Filsafat Nusantara, Studi Islam dan Budaya

 

Riwayat Pendidikan Formal:

  1. SD Andayasari Cilimus Kuningan Jawa Barat, 1992.
  2. Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, 1998.
  3. D2 Public Relation PPKP UNY, 2001.
  4. D3 Hubungan Masyarakat Politeknik PPKP Yogyakarta, 2003.
  5. S1 Jurusan Aqidah & Filsafat Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kaljaga Yogyakarta, 2006.
  6. S2 Ilmu Filsafat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2009.
  7. S3 Ilmu Filsafat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2017.

Riwayat Pendidikan Informal:

  1. Madrasah Diniyah Awwaliyah dan Wustho Al-Ittihadiyah PUI Cilimus Kuningan, 1992.
  2. Pendidikan Akta IV Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2004.
  3. Short Course Metodologi Penelitian Antropologi Agama di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1 November s/d 31 Januari 2014.
  4. Seminar, Pelatihan dan Forum Ilmiah Nasional dan Internasional:
  5. Moderator International webinar series “Integrations of Islamic Sciences Models in Higher Education” 03 Juni 2021.
  6. Moderator International webinar “SAPLI 2021” Sultan Sharif Ali Islamic University Brunei Darussalam 22 September 2021
  7. Narasumber: International Conference on tradition and religious Studies (IC-TiaRS) di UIN Raden Fatah Palembang, 03 Agustus 2022.

Karya lmiah:

  1. Artikel Ilmiah: “Akulturasi Islam pada Budaya Ruwatan Rumah di Cikidit Hilir Banten” berkolaborasi dengan Bilal Hardiansyah dan Deni Iriyadi dalam Jurnal Satwika Vol. 6 No. 1 April  2022 (Sinta 3), Universitas Muhammadiyah Malang.
  2. Artikel Ilmiah: “Relasi Sains dan Agama dalam Perspektif Ian Graeme Barbour” berkolaborasi dengan Husnul Hidayah dan Deni Iriyadi dalam Jurnal Aqlania, Vol. 13 No. 1 (Januari-Juni) 2022 (Sinta 5), Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
  3. Artikel Ilmiah: “Collective Reasoning of Cirebon’s Petatah Petitih in the Covid-19 Pandemic Era” berkolaborasi dengan Jajat Darojat dan Barnawu dalam Jurnal Walisongo Vol. 30 No. 1 2022 (Sinta 2), UIN Walisongo Semarang.

Penelitian:

  1. Ketua Peneliti pada Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Kementerian Agama RI Tahun 2015 berjudul: “Pemberdayaan Anak Kaum Migran Bidang Pendidikan dan Keagamaan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon”.
  2. Ketua Peneliti pada Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Masjid (PMTI) Kementerian Agama RI Tahun 2016 berjudul: “Penguatan Dakwah Virtual untuk mereduksi Radikalisme Beragama (Pendampingan Pada Kyai Tajug di Kabupaten Cirebon)”.
  3. Ketua Peneliti pada Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Program Studi pada UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Tahun 2022 berjudul: “Literasi Keuangan Keluarga Berbasis Syariah bagi Perempuan Penggerak “Madrasah Anggaran Desa” (Mawar Desa), Kabupaten Serang Provinsi Banten”.

Islamic Higher Education Financial Management

0

Islamic higher education responds to globalization in ASEAN (Choi, 2010). SIHE (the State Islamic University) definitely constructs more extended in any program taken. It serves inter-disciplinary and trans-disciplinary program such economics, politic, public relation even accounting program at which Islamic higher education goes international level (Wit, 2020). Shortly SIHE broaden in term of developing the program as flexible as how they construct the financial management for public. Structurally SIHE (Dhont, 2016) is under the MORA, from the aspect of regulation (Pintrich, 2000) and supervision must submit to the authority of MORA and Ministry of research and higher education since it develops many programs of the faculty and general program such sciences and technologies (Ahmadi, 2005 ).

In accordance with article 1 point 23. Law Number 1 of 2004 concerning The State Treasury states that the Public Service Agency is an agency in government environment formed to provide services to society in the form of providing goods and / or services that are sold without prioritizing profit-seeking in carrying out its activities based on principles of efficiency and productivity (Lukens-bull, 2016). Even SIHE comes to WCU (world Class University) to compete in the international education that the way to how SIHE(s) have to construct strategies, plan, target and program to international-standard recognition (Salmi, 2009). This idea will be needed high cost and funding to be competitive amid globalization and development growth Islamic university as BLU (Abdullah, 2017). SIHE recently face against the quality improvement to which ministry of religious affairs and ministry of monetary will monitor anytime to assess the financial management and good quality services to public (Bahri, 2012).

This concept adopts the emerging paradigm in public sector management, namely the New Public Management (NPM) approach where the main core of this approach is to transform the entrepreneurial spirit into the public sector (Koe, 2018) by naming the concept of his approach as reinventing government (David Osborne, 1992). The entrepreneurial spirit is that the Public Service Agency can implement healthy business practices by conducting financial management efficiently, effectively, professionally, accountable, and transparently (Hefner, 2008), by making changes from traditional budgeting to budgeting based on government performance. A financial management constitutes the methodology that organization uses and applies also system budgeting system of operational at work mobilization (Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun, 2005).

Government ensure and control its incomes, expenses, and asserts with the objective maximizing sustainability. It processes and procedures will be controlled and accountability under the authority of ministry of monetary. These views will be analysed deeply on how this research question come from. SIHE(s) financial managements will be discussed comprehensively as the response of public transparencies (Sri Sumarni A. D., 2015). The transparencies becomes integral responsibilities (Tan, 2012). The assessment and evaluation reflect to public consume to explore further, moreover the services quality indicated works performance of SIHE(s) financial management. The competitive approaches become the ideas and reflect work target and obligated work performance indication to MORA.

The control of SIHE budgeting under External Board Supervision (DEWAS) come to evaluate the consistency of upgrading annual financial work perform. Dewas contributed the assessment to which State Islamic University (UIN-Public Agency Institution) evaluation (Syihabuddin, 2015). Progressive budgeting-based programs increased services to the public. The progress to better quality in both academic services and non-academic (financial services) end to high quality work performance (Hefner, 2008). The performances response the transparency of institutional public services (David Osborne, 1992). In case, SIHE as public service in terms of financial management to serve public opinion for the users and government. Though the research of the idea rarely found in the Ministry of Religious Affairs of Indonesia (Abdullah, 2017). Due to the main services of non-profitable (Goodman, 2011) bodies under the MORA (Ministry of Religious Affairs), SIHE(s) are strongly recommended to display the annual progress of services improvements. The SIHE’s improvements constitute a proven works performance as recorded to prime documents of reports. The reports describe such financial management; active BLU incomes and government budgeting incomes (Sri Sumarni A. D., 2015) that reflect to prior to academic and non-academic services. The SIHE performance deeply receivable to public affairs (Lukens-Bull R. A., 2013), (Davis, 2013). In term of this, (Laws number 17/2003, on National Monetary, 2003), (Abdullah, 2017).

Supervision as the integral part of the ongoing proses of public agency institution financial management. SIHE’s integrated supervision must maintain the quality of performance. How to strive for its resources, its capacity, and most importantly its supervisory competence. There must be a change in mind-set from a conventional one to a new paradigm. The importance of synergistic oversight that will produce comprehensive information that will greatly benefit strategic and substantive decision-making. In addition, synergistic supervision will encourage effective and efficient supervision and consider risks and priorities of concern at a more strategic level.

SIHEs’ supervision, external board supervision (DEWAS), controls management of cost running and existing cost as idle cash. Controlling and evaluating of SIHE financial management indicate work performance and accountability of the progress program annually.

Finally, the financial statements of the public service institution work unit are expected to produce principal financial statements for the purposes of accountability, management, and transparency, fixed asset reports for the purposes of fixed asset management, as well as generating unit cost information per unit of service, performance liability or other information for managerial purposes. Role of external supervision board (DEWAS) and external public accounting are most integrated parts in evaluating SIHE work performance.

Performance measurement is one of the important elements of the system control of the management of an organization, which can be used for controlling those activities. Each activity must be measurable in order to perform can be known the level of efficiency and effectiveness. Performance measurement is the process of recording and measuring achievements implementation of activities in the direction of mission accomplishment (mission accomplish) through the results displayed are in the form of products, services or processes. Process performance measurement is intended to assess the achievement of each indicator performance to provide an overview of successes and achievements goals and objectives. The process of measuring the performance of an organization should be use comprehensive performance indicators that contains both financial and non-financial indicators, so necessary a performance measurement system that can accommodate indicators the comprehensive evaluation (Contributor: As’ari and Hidayatullah @uinsmhbanten)

 

TechnoChili: Rancang Bangun Sistem Cerdas Pengelolaan Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Bersumber Energi Surya

0

Salah satu riset yang sangat penting dalam bidang fisika instrumentasi adalah penggunaan Internet of Things dalam segi pembuatan alat. Alat-alat berikut haruslah mampu untuk berkomunikasi secara synchronous maupun asynchronous antara satu alat dengan alat yang lain. Salah satu terapan Internet of Things yang dapat diaplikasikan dengan suatu tanaman adalah monitoring keadaan tanaman. Beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain jenis tanaman, kelembaban tanah, kelembaban udara, dan kesegaran tanaman serta tingkat nutrisitas yang dimiliki oleh tanah agar tumbuhan dapat tumbuh berkembang secara efektif dan maksimal.

Beberapa metoda sudah dilakukan dalam melakukan sistem monitoring kesegaran tumbuhan yang menggunakan faktor temperatur, kelembaban, dan intensitas cahaya (Journal & Siddagangaiah, 2016), serta konduktivitas elektronik serta faktor keasaman (International Conference on Electrical Engineering and Computer Science 2017 Palembang et al., n.d.). Beberapa penelitian yang lain telah membuat suatu penelitian dengan menggunakan machine learning sebagai cara untuk meramalkan penyakit yang diderita suatu tanaman kentang dan tomat (Khattab et al., 2019). Namun, studi mengenai pemanfaatan instrumentasi IoT, parameter tumbuh yang tepat, serta deteksi penyakit awal belum dilakukan secara luas. Hal tersebut menginspirasi kami untuk merancang pembuatan suatu alat instrumentasi dan model yang tepat untuk menyuburkan suatu tanaman secara efektif dan efisien.

Salah satu paradigma yang mulai berkembang pada era 2010 adalah era Internet of Things (IoT). IoT merupakan suatu gabungan yang terdiri atas beberapa bagian: things-oriented visions, internet-oriented visions, serta semantic-oriented visions(Atzori et al., 2010). Things-oriented visions merupakan suatu definisi yang menjelaskan bahwa suatu alat hanya berbentuk dan melakukan tugas secara simpel. Salah satu contohnya adalah RFID, UID, NFC (Nalendra et al., n.d.). Kemudian, internet-oriented versions merupakan infrastruktur untuk menghubungkan keseluruhan alat sehingga terhubung satu sama yang lain. Yang terakhir adalah semantic-oriented visions yang merupakan suatu bentuk konsep interpretasi dan reasoning dari data yang diakuisisi oleh sensor tersebut. Keseluruhan bagian tersebut kemudian terhubung dengan suatu konsep baru yang disebut dengan Internet of Things (Atzori et al., 2010).

Peneliti: Dr. Asep Saefurohman, M.Si., Subur Pramono, M.Si., Elsi Ariani, M.Si., Ivan Muhammad Siegfried, M.Si, Beta Nur Pratiwi, M.Si. dan Fina Fitratun Amaliyah, M.Sc.

Penerima Bantuan Penghargaan Publikasi pada Jurnal Nasional dan Internasional 2022

0

Pada 28 September 2022, LP2M mengumumkan program bantuan penghargaan publikasi pada jurnal nasional dan internasional. Sampai batas akhir pengumpulan, yaitu 5 Oktober 2022, LP2M menerima sembilan artikel di jurnal internasional dan 26 di jurnal nasional. LP2M kemudian mengelompokan artikel-artikel ini ke dalam kategori jurnal internasional dan nasional.

Di kategori jurnal internasional, dua artikel discontinued, oleh karena itu dikeluarkan dari penilaian. Sekarang tersisa tujuh artikel. Artikel-artikel ini kemudian diurutkan berdasarkan quartile (Q) (plus SJR). Dari tujuh artikel itu, dua artikel ditulis oleh satu orang. Satu artikel dengan Q lebih rendah dikeluarkan. Tersisa enam artikel. Kuota hadiah untuk jurnal internasional adalah lima, sedangkan artikel nomor lima dan enam memiliki Q dan SJR sama. LP2M memutuskan menerima keduanya, dengan mengubah kuota dari lima menjadi enam.

Untuk hadiah, hadiah artikel jurnal internasional maksimum adalah Rp. 15 juta. Karena artikel ini berasal dari Q1 dan Q3, LP2M memutuskan memberi hadiah dengan nominal berbeda, dengan hasil sebagai berikut:

No Nama Q dan SJR Hadiah
1 Yanwar Pribadi Scopus Q1 SJR. 0.25 Rp. 15 juta
2 Naf’an Tarihoran Scopus Q3 SJR 0.42 Rp. 12 juta
3 Gut Windarsih Scopus Q3 SJR 0.29 Rp. 12 juta
4 Umi Kultsum Scopus Q3 SJR 0.24 Rp. 12 juta
5 Ika Atikah Scopus Q3 SJR 0.2 Rp. 12 juta
6 Ahmad Sanusi Scopus Q3 SJR 0.2 Rp. 12 juta

 

Di kategori jurnal nasional, 26 artikel diurutkan berdasarkan indeks Sinta dan impact factor. Kuota yang tersedia adalah 10 hadiah. Artikel urutan ke 10 dan 11 memiliki indeks Sinta dan impact factor yang sama. LP2M memutuskan mengubah kuota dari 10 menjadi 11. Selanjutnya untuk hadiah, LP2M memutuskan artikel dengan impact factor 1.50 ke atas memeroleh hadiah Rp. 7 juta, sedangkan di bawah itu Rp. 6,5 juta. Hasilnya adalah sebagai berikut:

No. Nama Sinta dan IF Hadiah
1 Abdul Muin Sinta 2 IF 4.53 Rp. 7.000.000
2 Umdatul Hasanah Sinta 2 IF 4.11 Rp. 7.000.000
3 Enung Nugraha Sinta 2 IF 3.06 Rp. 7.000.000
4 Juhji Sinta 2 IF 1.96 Rp. 7.000.000
5 Anis Fauzi Sinta 2 IF 1.96 Rp. 7.000.000
6 Wasehudin Sinta 2 IF 1.96 Rp. 7.000.000
7 Hafidz Taqiyuddin Sinta 2 IF 1.81 Rp. 7.000.000
8 Mufti Ali Sinta 2 IF 1.33 Rp. 6.500.000
9 Wahri Irawan Sinta 2 IF 1.27 Rp. 6.500.000
10 Iffan Ahmad Gufron Sinta 2 IF 0.96 Rp. 6.500.000
11 Masykur Masykur Sinta 2 IF 0.96 Rp. 6.500.000

 

Dan berikut ini adalah judul artikel dari penulis-penulis di atas :

  1. Yanwar Priabadi: Everyday Informal Claims-Making in Rural West Java, Indonesia
  2. Naf’an Tarihoran: The Impact of Social Media on the Use of Code Mixing by Generation Z
  3. Gut Windarsih: Morphological characteristics of Zingiberaceae in Serang District, Banten, Indonesia
  4. Umi Kultsum: Comparative studies between public and private Islamic schools in the era of globalization
  5. Ika Atikah: Consumer Rights Protection Against Price Gouging During The Covid-19 Pandemic In Indonesia
  6. Ahmad Sanusi: Cancellation of Marriage due to Negligence and Legal Consequences (Case Study on the Decision of the Pandeglang Religious Court, Banten No. 84/Pdt.G/2013/PA.Pdlg)
  7. Abdul Muin: Implementation of Student Management at Islamic Senior High Schools and 21-Century Learning
  8. Umdatul Hasanah: The Polemic of Wayang in Da’wah Stage: Digital Contestation for Religious Authority
  9. Enung Nugraha: Teacher Intervention for Coping with Students’ Learning Difficulties of Madrasah Ibtidaiyah in the Covid-19 Social Restrictions
  10. Juhji: A Meta-Analysis Study of Principal Leadership and Teacher Job Satisfaction
  11. Anis Fauzi: Strategic Management and Educational Dynamics of Islamic Boarding Schools in Banten
  12. Wasehudin: Developing Class Instruction for Linking The Qur’an to Biological Science
  13. Hafidz Taqiyuddin: The Justice Dimensions in the Provision of Al-‘Awl on Islamic Inheritance Law
  14. Mufti Ali: Banten–Manila Trades, 1663–1682
  15. Wahri Irawan: Characteristic Antiadjacency Matrix Of Graph Join
  16. Iffan Ahmad Gufron: Collective Reasoning of Cirebon’s Petatah-petitih in the COVID-19 Pandemic Era
  17. Masykur Masykur: The Yahukimo Conflict within the Ideal Narratives of Pancasila and Multiculturalism

 

Ahmad Rofi Suryhadikusumah, M.Pd.

0

Ahmad Rofi Suryhadikusumah, M.Pd.

Email: ahmad.rofi@uinbanten.ac.id

Pendidikan
2015 Magister Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia – Bandung
Program Studi Bimbingan dan Konseling

2012 Sarjana Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia – Bandung
Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Program Studi Bimbingan dan Konseling

Minat Akademik
1. Inovasi dan pengembangan media bimbingan konseling
2. Kesehatan mental dan pengembangan karir remaja

Publikasi
Buku

  1. Pengembangan Microblog Untuk Meningkatkan Career Adaptability Mahasiswa. (2021). Serang : CV. Media Karya Kreatif

Jurnal

  1. Improving Student Career Adaptability Through Microblogs. (2022). Jurnal Educative: Journal of Educational Studies 7 (1), 01-12 (Sinta 3)
  2. Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kematangan Karier Remaja. (2022). Journal of Education and Counseling (JECO) 2 (2), 228-237
  3. Framework Eksplorasi Karir dalam Model Kampus Merdeka. (2022). EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN 4 (2), 1775-1782. (Sinta 4)
  4. Contribution of religious moderation among multicultural counseling competence. (2021). Jurnal Konseling dan Pendidikan 9 (4), 338-342. (Sinta 2)
  5. Identifikasi kendala guru BK kelompok millenials dalam menggunakan ICT di kota Palembang. (2020). TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling 4 (1), 49-56. (Sinta 4).
  6. Challenge and opportunity for the millennial school counselor. (2020). Konselor Vol. 9 (1), 21-28. (Sinta 2)
  7. Design Thinking to Support The Innovative Culture of School Counselors. (2020). JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance Vol 4 (2). 64-75 (Sinta 3)
  8. Analysis Of Communication Process In Counseling Through Whatsapp. (2020). JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Vol 4 (2) 62-67. (Sinta 3).
  9. Mempersiapkan Karir Siswa di Era Digital melalui Pemahaman Tipologi Kepribadian dan Dunia Kerja. (2019). Widya Laksana 8 (2), 119-124. (Sinta 3).
  10. Implementasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar untuk mengembangkan kemandirian siswa. (2019). Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 9(1), 44 – 56 (Sinta 3).

Prosiding

  1. Career Adaptability As A Career Competency For Generation Z. (2021). onvensyen Kaunseling Kebangsaan Kali Ke-22. Malaysia : Perkama.
  2. Digital Literacy and Innovation for Guidance and Counseling Program. (2019). 2nd International Seminar on Guidance and Counseling 2019 (ISGC 2019), 190-195. Yogyakarta : UNY

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesan-Kesan Mahasiswa UIN Banten Kuliah Kerja Nyata Nusantara di Provinsi Papua 2022

0

Dari 17 Juli – 26 Agustus 2022, empat mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara di Papua. Mereka adalah Almaida Firdaus, Heri, Muhamad Syahriyan, dan Nurul Safera. Berikut ini adalah kesan-kesan mereka.

Almaida Firdaus, Mahasiswa Fisika, Kukerta di Kampung Intaimelyan Arso IX, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua

Sebuah kehormatan bagi saya telah diberikan kesempatan untuk mengabdikan diri di Tanah Cendrawasih. Ilmu dan pengalaman baru sudah pasti saya dapatkan. Namun tidak hanya itu, saya jadi tahu bagaimana kultur, tradisi, adat, bahasa, kepercayaan serta kebiasaan masyarakat setempat. Kota Jayapura belum sepenuhnya representasi dari Papua, tapi lewat kekayaan dan pemandangan alamnya sudah meyakinkan saya bahwa Papua adalah surga yang jatuh di bagian timurnya Indonesia.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama ini saya banyak belajar dari ratusan mahasiswa dengan berbagai latar belakang yang berbeda, belajar bagaimana agar ilmu yang dipelajari dapat aplikatif di masyarakat. Selain itu, saya belajar bergaul, berbaur dan berbudaya, karena pada dasarnya agent of change dapat dibuktikan ketika sudah kembali pada masyarakat.

Saya belajar bahwa tidak ada agama manapun yang tidak mengajarkan kebajikan. Oleh karenanya, kata moderasi sangat pas kita wujudkan pada kepentingan beragama. Dengan cara itulah bangsa ini akan damai dan sejahtera. Sekali lagi, terima kasih kepada LP2M UIN SMH Banten yang berpartisipasi dalam event ini. Semoga pengalaman berharga ini dapat bermanfaat di kemudian hari.

Heri, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Kukerta di Desa Swakarsa Luar Masjid Quba KM IX Kelurahan Muara Tami Kota Jayapura

Pengalaman yang luar biasa bisa mengenal Papua dengan keanekaragamannya. Papua beragam dalam suku, budaya, serta alam. Alam Papua begitu indah, seperti surga kecil turun ke bumi. Dari Papua saya belajar moderasi beragama, di mana toleransi antar warga begitu nyata. Papua adalah miniatur Indonesia yang sangat luar biasa. Tetap jaga persaudaraan dalam bingkai moderasi beragama, tetap junjung nilai-nilai kerukunan adat dan budaya sebagai pemersatu sebagai bingkai kebersamaan. Sa papua Sa Indonesia

Muhamad Syahriyan, Komunikasi Penyiaran Islam

Melaksanakan Kukerta di Papua merupakan hal yang sangat saya syukuri dan menjadi sebuah kebanggaan bagi diri saya pribadi. Bisa menginjakkan kaki, mengenal dan menyapa ujung timur Indonesia dengan segala keindahan alam dan budayanya. Dari masyarakat Papua saya belajar toleransi beragama. Di sana saya banyak belajar menghargai perbedaan, menghormati ketidaksamaan ras, suku, budaya, dan agama.
Tidak hanya itu, saat di sana saya diberi kesempatan untuk menyampaikan tausiyah dalam memperingati tahun baru Islam ke-1444 H. Selain itu, saya juga menyampaikan khutbah Jum’at di IAIN Fatahul Muluk Papua di depan para petinggi universitas dan delegasi mahasiswa se-Indonesia. Dua pengalaman ini membuat saya bangga dan sekaligus memotivasi saya untuk terus bersemangat mencari ilmu. Terima kasih tanah Papua. Terima kasih orangtua dan guru-guru saya. Terima kasih LP2M UIN SMH Banten. Terimakasih juga teman-temen semua. Tanpa kalian saya bukan apa-apa dan bukan siapa siapa.

Nurul Safera, Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, Kukerta di Kampung Sabron Sari Kabupaten Jayapura Distrik Sentani Barat

Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari KKN KNMB di Papua. Jujur, itu menjadi memorable moment dalam hidup saya. Akhirnya, saya bisa mengetahui lebih dalam tradisi, bahasa, adat, serta kebiasaan masyarakat setempat secara langsung. Salah satunya, saya melihat sekaligus mengikuti tradisi bakar batu yang langka ditemui. Bukan itu saja, melalui peristiwa itu saya bisa bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai universitas keagamaan di Indonesia yang sangat luar biasa. Berbagai perbedaan agama, suku, bahasa, dan ras tidak menjadi penghambat untuk tetap menjadi satu kebersamaan.
Bagi saya, mengucapkan selamat tinggal kepada semuanya benar-benar sulit. Tapi, saya mengucapkan selamat tinggal dengan harapan bahwa kita akan bertemu lagi suatu hari nanti. This is not a goodbye. This is a thank you. Thank you for coming into my life and giving me joy and some goodbyes are not really the end of the story, but may be a beginning of a new journey. Saya ucapkan terimakasih juga kepada pihak LP2M UIN SMH Banten yang telah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti event ini. Semoga apa yang telah kita dapatkan selama di KKN KNMB di Papua dapat terus kita kembangkan dan tebarkan untuk orang lain.