Home Blog Page 11

Download Data Kelompok Peserta dan DPL, Perubahan Desa Kukerta 2022 (Revisi 07 Juli 2022 Pukul 17.00)

0

Silahkan download daftar nama-nama peserta, kelompok, sedikit perubahan tempat (desa) dan Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata Tahun 2022 pada link dibawah ini:

Kukerta 2022 Kelompok

Download Panduan Kukerta 2022

0

Silahkan download Panduan Kukerta (Kuliah Kerja Nyata) Tahun 2022 pada link dibawah ini:

Pedoman KUKERTA 2022 lengkap

Perempuan Berdaya Indonesia Hebat: Refleksi Peringatan Hari Kartini

0

Perempuan Berdaya Indonesia Hebat: Refleksi Peringatan Hari Kartini
oleh: Sumintak


Tangkapan Layar Zoom Kegiatan Diskusi Peringatan Hari Kartini 21 April 2022

Kamis 21 April 2022, Pusat Studi Geder dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan diskusi ilmiah bertajuk “Perempuan Berdaya Indonesia Hebat” sebuah Refleksi Peringatan Hari Kartini. Kegiatan diikuti oleh civitas akademika UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten terdiri dari Mahasiswa dan Dosen, serta diikuti pula oleh peserta yang berasal dari luar Kampus UIN SMH Banten dan dari unsur masyarakat sipil.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan pembuka yang disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Dr. Iin Ratna Sumirat, M.Hum yang menginisiasi kegitan diskusi ini. Dalam sambutannya Kapus PSGA berterimakasih kepada seluruh tim penyelenggara dan kepada seluruh narasumber sebagai pembicara dalam kegiatan diskusi ini. Adapun narasumber dalam kegiatan diskusi ini diisi oleh Praktisi dan Akademisi, dari kalangan Praktisi diwakili oleh Iim Rohimah, S.Ag., M.H (Komisioner KPU Provinsi Banten), dari unsur akademisi diwakili oleh Wakil Dekan I Fakultas Dakwah Dr. Umdatul Hasanah, M.Ag yang juga sekaligus penggiat Gender, dan Pembicara lainnya adalah Dr. Masykur Wahid, M.Hum (Akademisi UIN SMH Banten /Sekretaris LP2M).

Lebih lanjut Kapus PSGA mengungkapkan bahwa: dirinya berharap bahwa dengan diadakannya kegiatan diskusi ini memantik wacana kesadaran untuk dapat merefleksikan semangat juang R.A Kartini dimasa sekarang ini. Kegiatan ini juga didukung dan dihadiri oleh Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan apresiasi kepada tim penyelenggara dan kepada semua narasumber yang menjadi pembicara dalam diskusi ini.

Mengawali sambutannya Rektor memberikan sebuah kisah teladan seorang ibu yang mendidik dan membesarkan kelima anaknya dengan penanaman nilai-nilai pendidikan agama. Ada empat pesan Rektor yang dapat kita petik hikmahnya, pertama kita harus meningkatkan spirituality sebagaimana kisah seorang ibu membesarkan kelima anaknya dengan nilai-nilai pendidikan agama. Kedua kita harus memperkuat intelektuality untuk membawa transformasi besar UIN SMH Banten, sebagai akademisi kita harus menghindari plagiarisme dan penyalahgunaan hak-hak intelektual, dan menanamkan nilai kejujuran. Ketiga mengajak kaum perempuan untuk meningkatkan profesionalitas dalam segala bidang pekerjaan maupun rumah tangga. Keempat Rektor mengajak kita semua untuk senantiasa memperkuat Nasionalisme ditengah arus Radikalisme.

Diskusi dipandu langsung oleh seorang aktivis perempuan Nurika Agustin Lubis, dia adalah Mahasiswi Aktif UIN SMH Banten, terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Perempuan DEMA-U dan juga sebagai aktivis Lingkar Studi Feminis. Narasumber pertama diberikan kesempatan untuk mempresentasikan materinya dengan waktu 10 menit sebagai bahan pemantik diskusi. Narasumber yang berkesempatan menyampaikan materi pertama adalah Iim Rohimah, S.Ag., M.H. Komisioner KPU Provinsi Banten menyampaikan materinya dengan judul Bagaimana melakukan Pemberdayaan Perempuan dalam Politik dan Kepemiluan.

Menyimak materi yang disampaikan oleh Iim Rohimah , menerangkan bahwa: Perempuan adalah aset, potensi, dan investasi yang penting bagi Indonesia, oleh karenanya dibutuhkan kontribusi nyata dalam setiap pembangunan diberbagai bidang. Kontribusi dapat diwujudkan jika perempuan diberikan kedudukan, karena kedudukan sejalan dengan kontribusi memberikan kesempatan untuk perempuan berperan dalam ranah publik, ujarnya.

Lebih lanjut Iim Rohimah mengungkapkan bahwah: Perempuan masa kini harus bisa membaca kekuatan/kemampuan, peluang dan mengidentifikasi hambatan, tantangan, dan ancaman, pungkasnya. Dipenghujung penjelasannya Iim Rohimah menutup dengan penjelasan bagaimana strategi peningkatan partisipasi perempuan dalam ranah politik, sedikit nya ada 7 strategi yaitu: Membangun dan memperkuat hubungan antar organisasi; Membangun akses media (personal branding); Meninggkatkan representasi dalam organisasi partai politik (jabatan startegis partai); Meningkatkan kesadaran perempuan melalui pendidikan; Melakukan advokasi pada pimpinan parpol; Meningkatkan kualitas perempuan; dan Melakukan pelatihan-pelatihan kepemimpinan dan demokrasi, tandasnya.

Selanjutnya penyampaian materi kedua diawali dengan rangkaian pantun oleh Dr. Umdatul Hasanah, M.Ag akademisi sekaligus penggiat gender.

Bulan merindu telah berganti
Matahari mengintai pagi
Satu abad berlalu kartini pergi
Pikirannya hidup tak pernah mati

Jalan sunyi dipagi hari
Udara nan sejuk dinikmati
Terus refleksi Pikiran Kartini
Perempuan maju membangun negeri

Sebagai sebuah catatan refleksi pemikiran Kartini, Umdatul Hasanah mengawali pemaparan diskusi dengan menyampaikan isi surat yang ditujukan oleh Kartini untuk sahabatnya Stella. “Stella apakah engakau tau apa motto hidup ku? tanya Kartini pada temannya. Motto hidupku adalah “Aku Mau” jawab Kartini. Dari sepenggal isi surat Kartini tergambar bahwa Kartini mempunyai cita-cita yang amat mulia. Kartini mau perempuan negeri ini maju, sebagai seorang pemikir Kartini merasa gelisah melihat kondisi bangsa. Kegelisahan itulah yang kemudian Kartini tuangkan dalam bentuk tulisan-tulisan suratnya yang menggugah banyak orang. Budaya literasi ini yang kemudian menjadikan pemikran Kartini abadi.

Diantara banyak para tokoh pahlawan perempuan di Indonesia, Umdatul Hasanah mengatakan bahwa Kartini menjadi salah satu tokoh pahlawan perempuan yang pemikirannya abadi karena tulisan-tulisannya dapat dibaca dan menjadi perbincangan yang dapat melintasi zaman. Budaya literasi seperti inilah yang harusnya dilakukan oleh perempuan hari ini sebagai budaya kecerdasan bangsa, pesannya. Selaras dengan ucapan filsuf yang mengemukakan bahwa cogito ergo sum (aku berfikir maka aku ada). Keberadaan kaum perempuan sudah semestinya ditunjukkan dengan suatu gerakan, misalnya menggalakkan budaya literasi dikalangan perempuan sebagai bentuk eksistensi “Perempuan Berdaya Indonesia Hebat.”

Kemudian pemikiran yang amat sangat dapat kita refeleksikan dari Kartini adalah bagaimana Kartini mengaggap bahwa perempuan modern itu adalah perempuan yang dapat mengeyam dan dekat dengan dunia pendidikan. Perempuan modern adalah perempuan yang dekat dan bersentuhan dengan peradaban, lambang kemodernan seorang perempuan tidak dilihat dari simbol penampilan yang kebarat-baratan (westernisasi) bagi Kartini modern adalah perempuan yang tercerahkan secara intelektual. Sebagaimana Kartini mengagumi dua perempuan keturunan Tionghoa yang bersekolah ke Belanda dan Ia ingin sekali berkenalan dengan dua perempuan tersebut.

Dalam ranah pribadi misalnya pernikahan Kartini, bagi banyak perempuan menikah itu adalah kepentingan buat dirinya, namun tidak untuk kartini, ruang pernikahan adalah ruang negosiasi untuk memperjuangkan kaumnya. Keinginan Kartini untuk terus memperjuangakan pendidikan dan pengajaran yang menjadi perjuangannya adalah dia meminta dibuatkan sekolah kepada suaminya, hal ini menggambarkan betapa Kartini ingin terus bergerak memajukan bangsanya lewat pendidikan. Terakhir dalam konteks keagamaan Umdatul Hasanah Mengungkapkan bahwa refleksi dari pemikiran Kartini adalah Kartini mendeklarasikan dalam setiap surat-suratnya bahwa dirinya beragama Islam. Diperiode awal Kartini muda menerima pesan-pesan Agama dalam Bahasa Arab yang sejatinya dia tidak mengerti artinya. Sebagaimana ia bercerita dengan sabahabatnya Stella, bagaimana kitab suci kami yang tidak bisa dipahami karena ditulis dalam Bahasa asli. Dari sinilah Kartini yang kemudian dekat dan bertransformasi menerima kajian-kajian kegamaan dari Kiyai Sholeh Darat, yang kemudian memunculkan ide dari Kartini untuk membumikan ajaran agama dalam konteks menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Jawa.

Diakhir kehidupan Kartini sebelum dia meninggal dia sangat dekat dengan pemikiran-pemikiran keagamaan lewat Kiyai Sholeh Darat, yang kemudian merubah pandangan atas kekaguman Kartini pada peradaban Barat, ternyata peradaban Islam jauh lebih baik daripada peradaban Barat, tutup Umdatul Hasanah.

Pemateri ketiga kemudian tidak kalah baiknya menyampaikan materi yang sedang menjadi perhatian publik hari ini, misalnya kita ketahui bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan hari ini sempat mencoreng martabat dunia pendidikan. Dr. Masykur Wahid, M.Hum (Akademisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris LP2M UIN SMH Banten) menyapaikan materinya dengan judul “Jaminan Bebas dari Kekerasan Seksual di Kampus: Sebuah Refleksi Peringatan Hari Kartini”.

Diawali dengan satu pertanyaan tentang bagaimana jaminan bebas dari kekerasan seksual di lingkungan kampus sebagai bentuk eksplorasi keluar dari segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi pada kaum perempuan. Kemudian Masykur Wahid memaparkan data ada 11 ribu kasus kekerasan terhadap anak dan ternyata 58% nya adalah korban kekerasan seksual, Ia merujuk pada hasil riset yang dilakukan oleh Atiqah Nur Alami tentang perlindungan perempuan dan anak ditemukan kasus tersebut dari Tahun 2021 hingga Maret 2022.

Dari data yang dipaparkan oleh pemateri ketiga tersebut menunjukkan bahwa kekerasan seksual pun ternyata terjadi dilingkungan pendidikan, bagaimana ini terlihat menjadi sebuah paradoks ketika ketika mengingat kembali bagaimana kartini berjuang untuk membangun bangsa lewat lembaga pendidikan. Terang saja misalnya kita dihebohkan dengan beberapa penyintas yang berani berbicara dihadapan publik membongkar kedok kekerasan seksual dilingkungan pendidikan.

Dengan disahkannya UU Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi kado terindah untuk perempuan seluruh Indonesia agar tidak ada lagi kekerasan seksual terhadap perempuan, terlebih dalam ranah penididikan. Dengan adanya payung hukum kuat ini harapannya UIN SMH Banten Juga segera melakukan bentuk preventif agar jangan sampai terjadi kasus kekerasan seksual di lingkungan UIN SMH Banten.

Kemudian diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab sebagai refleksi dari setiap materi yang disampaikan oleh para pembicara. Semua peserta antusias menyaksikan jalannya diskusi dan beberapa dari para peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Dipenghujung acara Kapus PSGA kembali menunjukkan komitmen sebagai salah satu lembaga yang ada di lingkungan UIN SMH Banten PSGA mengajak untuk mengawal bersama-sama UU Peghapusan Kekerasan Seksual sebagai payung hukum tertinggi, sebagai satu langkah bersama kita untuk menjaga agar jangan sampai ada kekerasan seksual masuk kedalam dunia pendidikan, sebagaimana kita merefleksikan perjuangan Kartini lewat dunia pendidikan untuk memajukan bangsa.

Materi diskusi dapat di download pada link dibawah ini

https://drive.google.com/drive/folders/1iv4QhqBnVunppco10fjEe5BBkD_X5lVa?usp=sharing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PSGA UIN SMH Banten Lakukan Pendampingan Masyarakat di Lapas Perempuan Kelas II A Tangerang

0

Dr. Iin Ratna Sumirat, M.Hum memberikan sambutan selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak LP2M
UIN SMH Banten

Selasa tanggal 22 Maret 2022 Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan kegiatan pendampingan masyarakat  di Lapas Perempuan kelas II A Tangerang.

Dr. Iin Ratna Sumirat, M.Hum selaku Kepala Pusat PSGA dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pihak lapas yang telah menyambut kedatangan Tim PSGA LP2M Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan baik. Kemudian lebih lanjut Dr. Iin Ratna Sumirat, M.Hum melalui PSGA LP2M Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten akan memberikan advokasi hukum pada masyarakat bianaan yang ada di Lapas Perempuan Kelas II A Tangerang.

Dalam kegiatan pendampingan ini, juga dilakukan kegiatan memberikan keterampilan kuliner oleh Tim PSGA LP2M Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten kepada para masyarakat binaan. Harapannya adalah agar mereka mempunyai keterampilan dalam bidang kuliner salah satunya adalah pembuatan Sate Bandeng yang menjadi salah satu makanan khas Banten. Sehingga ketika nanti mereka kembali pada kehidupan bermasyarakat mereka memiliki keterampilan kuliner dan bisa membuka bisnis kuliner yang menjadi salah satu alternatif pengahsilan untuk melanjutkan kehidupan.

Foto bersama menampilkan kreasi Sate Bandeng karya Masyarakat Lapas Perempuan Kelas II A Tangerang

Esti Wahyuningsih, Bc.Ip., S.H., M.H selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Tangerang sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Pihaknya berharap program-program pendampingan akan terus dilakukan dengan melibatkan semua unsur termasuk dari kalanagan akademisi, mahasiswa dan komunitas sosial mayarakat lainnya.

Daftar Penerima Bantuan Penelitian dan Pengabdian 2022

0

Berikut ini adalah daftar penerima bantuan penelitian dan pengabdian 2022 LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

1 Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Mahasiswa Melalui Podcast Ketua: Ahmad Rofi Suryahadikusumah
2 Strategi dan Implementasi Peningkatan Peringkat Webometrics Perguruan Tinggi Studi Kasus : Uin Sultan Maulana Hasanuddin Banten Ketua: Ahmad Tabrani
Anggota: 1. Sarmuni
3 Analisis Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik dalam Upaya Mitigasi Bencana di Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Ketua: Elsi Ariani
4 Perlindungan Hukum Pelanggan Aset Kripto dalam Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi di indonesia Ketua: Ika Atikah
5 Peran Fatayat Nu dalam Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Provinsi Banten (pasca Tragedi Generasi Millenials Perempuan Berada di Lingkaran Utama Terorisme) Ketua: Nadia Nurfitria
6 Peluang Besar Untuk Bisnis Global Cryptocurrency Syariah dalam Perdagangan Berjangka Komoditas indonesia Ketua: Trisna Taufik Darmawansyah
Anggota: 1. Yani Aguspriyani
7 Nomophobia (no Mobile Phone Phobia) ditinjau Dari Jenis Kelamin, Budaya Akademik di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Ketua: Yogi Damai Syaputra
8 Kualitas Hadis-hadis Ibadah dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Syaikh Zainuddin Al-Malibari Ketua: Endad Musaddad
Anggota: 1. Muzayan
9 Analisis Bibliometrik Publikasi Ilmiah Bidang Asuransi Syariah dan Aktuaria di Indonesia dan Malaysia Ketua: Havid Risyanto
Anggota:
1. Ikin Ainul Yakin
2. Muhamad Fadli Azim
10 Analisis Perkembangan Penelitian Perbankan Syariah Dari Masa Ke Masa: Sebuah Gambaran Visual Ketua: Hendrieta Ferieka
Anggota:1.  Irmatul Hasanah
11 Relevansi Kurikulum Merdeka Belajar- kampus Merdeka (mbkm) Program Studi S-1 Pendidikan Islam Anak Usia dini (piaud) Terhadap Kebutuhan Lembaga Pendidikan Raudatul Atfal di Provinsi Banten Ketua: Umayah
Anggota: 1. Muhiyatul Huliyah
12 Studi Eksplorasi tentang Pembelajaran Ideal Bagi Generasi Z di Era Revolusi industri 4.0 Ketua: Diamah Fitriyyah
Anggota: 1. Helaluddin
13 Jaringan Sosial Pesantren Modern di Banten Ketua: Apud
Anggota: 1. Akrom
14 Gerakan Dakwah Hijrah dan Pergeseran Otoritas Keagamaan di Kalangan Kaum Muda (studi pada Gerakan Dakwah Komunitas Hijrah di Banten) Ketua: Umdatul Hasanah
Anggota: 1. Fahma Islami
15 Aspek Hukum Ekonomi pada Jaminan Produk Halal di indonesia (kajian Teoritis Komparasi Uuri Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Uuri Nomor 34 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal) Ketua: Rustamunadi
Anggota: 1. Hanafi
16 Ekofeminisme dan Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Banten (studi Kasus Peran dan Aktivitas Ngo Laz-harfa) Ketua: Azizah Alawiyyah
Anggota:
1. Gian Nova Sudrajat Nur
2. Fuad Zainuddin
17 Media Baru, “cuan”, dan Gaya Hidup: Persepsi dan Motivasi Pasar Modal di Kalangan Muslim Milenial Yogyakarta, dan Jawa Timur Ketua: Umi Kultsum
Anggota: 1. Henny Saraswati
18 Moderasi Beragama di Indonesia: Konsep dan Praktiknya pada Masyarakat Penganut Kepercayaan di Jawa Barat dan Kalimantan Tengah Ketua: Ade Jaya Suryani
Anggota:
1. Masykur
2. Ahmad Habibi Syahid
3. Katriani Puspita Ayu (Universitas Palangka Raya)
4. Dzikri Hidayatullah (mahasiswa UIN Banten)
19 Metode Pembelajaran dan Pemberdayaan Ekonomi Syariah di Masa Covid 19 Ketua: Wawan Wahyudin
Anggota: 1. Itang
20 Diskursus dan Praktik Moderasi Beragama di Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum Ketua: Ade Fakih Kurniawan
Anggota: Juhji
1. Juhji, M.Pd (UIN Banten)
2. Mufrodi, M.A. (Univ. Muhammadiyah Tangerang)
21 Peran dan Perlindungan Hukum Perempuan Pesisir dalam Kegiatan Ekonomi Kreatif (studi Kasus Labuan Pandeglang Banten, Cirebon Jawa Barat, dan Lampung Selatan) Ketua: Iin Ratna Sumirat
Anggota:
1. Kheryadi
2. Nailah (IAIN Cirebon)
3. Rumadani (UIN Raden Intan)
22 Exploring Lecturers and Students Readiness, Access, Challenges in Using Social Media As Language Support Learning Tool in Enhancing The Efllearners’ Online Writing (mixed- methods At Uin Banten and Uin Jakarta) Ketua: Naf’an Tarihoran
Anggota:
1. Yuyun Rohmatul Uyuni
2. Muhammad Farkhan (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
23 Pengembangan Alat Ukur Moderasi Beragama Menggunakan Model Persamaan Struktural (studi pada Mahasiswa Ptkin di indonesia) Ketua: Rijal Firdaos
Anggota:
1. Mukarramah Mustari (UIN Raden Intan Lampung)
24 Pengelolaan Keuangan pada Satker Ptkin Blu: Implementasi, Pengawasan dan Evaluasi Kinerja Tahunan (studi Pengembangan Pendidikan Tinggi) Ketua: As’ari
Anggota: 1. Hidayatullah
25 Pengembangan Model Pendidikan inklusi di Perguruan Tinggi (studi Pengembangan di Uin Sultan Maulana Hasanuddin Banten) Ketua: Khaeroni
Anggota: 1. Fithri Meiliawati
26 Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah dengan Aplikasi “mendeley dan Publish Or Perish” pada Mahasiswa Tingkat Akhir (studi di Uin Smh Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Universitas Primagraha) Ketua: Abdul Muin
Anggota: 1. Arif Rahman
27 Literasi Keuangan Keluarga Berbasis Syariah Bagi Perempuan Penggerak Madrasah Anggaran Desa (mawar Desa), Kabupaten Serang, Provinsi Banten Ketua: Iffan Ahmad Gufron
Anggota:
1. Ina Salmah Febriani
2. Pitrotussaadah
28 Pelatihan English For Tourism Untuk Meningkat Kompetensi Pramuwisata di Banten Menghadapi Era New Normal Covid-19 Ketua: Yayu Heryatun
Anggota: 1. Tri Ilma Septiana

 

Tim Khusus Bencana Bersama LP2M Lakukan Observasi di Wilayah Sumur

0

Dampak gempa magnitudo 6.6 SR pada 14 Januari 2022 di wilayah Sumur Kabupaten Pandeglang tampak kerusakan parah beberapa rumah warga, fasilitas pedidikan (sekolah), dan fasilitas ibadah (Masjid). Namun, hingga kini belum mulai direnovasi. Terutama, di wilayah Cisaat Kec Sumur Kab Pandeglang. Itulah hasil observasi Tim Khusus Bencana UIN SMH Banten bekerja sama dengan LP2M UIN SMH Banten pada tanggal 25 Januari 2022.

Rumah warga yang terdampak gempa

Bangunan masjid yang terdampak gempa

Dari hasil observasi yang dilakukan kemudian menurut Ketua Timsus Bencana, Nina Chairina, dan Kapus Pengabdian kepada masyarakat LP2M UIN SMH Banten, Ade Fakih Kurniawan, akan melakukan penanganan dan pencegahan bencana gempa di wilayah itu. Seperti, kegiatan bantuan bahan material bangunan, dan dampingan pemulihan trauma warga dan ketahanan ekonomi warga.

Kegiataan sosial pada warga pasca gempa itu akan segera dilaksanakan oleh Timsus Bencana dan LP2M UIN SMH Banten. Penting dicatat bahwa pada tahun 2022 ini pencegahan bencana di wilayah itu akan dilakukan dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tanggap Bencana.

Timsus Bencana UIN SMH Banten mengucapkan terima kasih kepada para donator yang telah memberikan bantuan warga korban bencana Sumur. Semoga warga korban bencana kembali hidup tanpa was-was akan gempa yang beberapa hari setelah muncul gempa susulan.