Home Blog Page 4

Kesan dan Pesan Alumnus KUKERTA Internasional Thailand 2023

0

Serang, 08 September 2023. Selama 40 Hari KUKERTA Kolobarasi Internasional Thailand telah dilewati dengan penuh kesan dan cerita. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang terpilih menjadi peserta KUKERTA Kolaborasi Internasional Thailand setelah melewati seleksi tingkat fakultas sampai pada akhirnya di tingkat universitas mereka terpilih mewakili Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di Thailand. Perjalanan pengabdian kepada masyarakat di Thailand ini merupakan kerjasama antara Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan Asotiation of Education Cultural International (AECI), berikut adalah segelintir pengalaman yang mereka torehkan di Thailand oleh Putri Sofiyani (Perbankan Syariah), Suvi Arrifatu Zein (Tadris Bahasa Inggris), Nuraeni (Tadris Bahasa Inggris) , Siti Aisyah (Ilmu Al-quran dan Hadits), Annisa Cikal Mujahidah (Tadris Bahasa Inggris) di Thailand.

Putri Sofiyani (Sekolah Muslim Santitham Foundation)

Ketika matahari terbit di ufuk timur Thailand Selatan, kebahagiaan merayap dalam hatiku. Sebuah perjalanan yang penuh makna dimulai, mengantarkanku ke negeri Thailand yang indah. Perasaan bahagia yang tak tergantikan hadir karena saya diberi kesempatan untuk bergabung dalam sekolah pesantren muslim dan berbagi ilmu bersama teman sejawat dari kampus kami.

Dalam kegiatan pengabdian saya di sana, saya mengajar bahasa Inggris untuk siswa tingkat Matthayom (menengah). Saya merasa bangga dan senang, meskipun sering kali harus mengajar tanpa pendamping. Jadwal fleksibel memberi saya kesempatan untuk menggantikan guru yang berhalangan hadir, memberikan pengalaman yang berharga dalam mengelola kelas dan menghadapi tantangan pendidikan yang berbeda.

Namun, yang membuat perjalanan ini begitu berarti adalah keterlibatan saya dalam berbagai kegiatan sekolah. Saya selalu diikutsertakan dalam semua aktivitas, mulai dari perayaan dalam sekolah seperti Hari Olahraga Nasional yang penuh semangat dengan parade dan lomba besar yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, hingga saat libur sekolah di mana saya mendampingi siswa dalam pelatihan dan lomba yang diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu. Bahkan, kami juga memiliki kesempatan untuk berwisata ke pantai dan situs bersejarah lainnya.

Salah satu pengalaman paling berharga selama KUKERTA ini adalah ketika saya diundang menjadi pembicara dalam pelatihan guru Fardhu Ain. Dihadapan 280 guru, ulama, pemerintah lokal, dan para siswa, saya berbagi pengetahuan dan pengalaman saya. Rasa syukur mendalam menyelimuti diri saya. Saya merasa terhormat dan berperan penting dalam seluruh aktivitas sekolah. Keberadaan saya dihormati dan diapresiasi, tidak hanya dalam bentuk penghargaan dan uang saku sebesar 3000 Bath yang saya terima, tetapi juga dalam bentuk dukungan emosional dan kehangatan hati yang mereka berikan.

Selama perjalanan ini, saya selalu diajak untuk makan bersama, dibelikan oleh-oleh, dan merasakan kehangatan keluarga besar sekolah. Pengalaman ini telah mengubah pandangan saya tentang pengabdian dan kerja sama Internasional. Saya merasa terinspirasi oleh semangat dan tekad siswa-siswa di Thailand dalam mengejar pendidikan mereka, serta terharu oleh keramahan dan kerja sama dari seluruh siswa, guru, manager, bahkan kepala sekolah.

KUKERTA kolaborasi Internasional di Thailand telah merubah pandangan saya tentang dunia. Saya tidak hanya menjadi guru, tetapi juga teman, pembelajar, dan penghubung antara budaya. Pengalaman ini memberikan cahaya pada bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan untuk memahami perbedaan dan merayakan persatuan. Semua itu telah membentuk pengalaman yang rumit dan mendalam dalam perjalanan pengabdian saya, yang akan selalu saya pandang sebagai bab yang penuh warna dan berharga dalam hidup saya.

Suvi Ariffatu Zein (Sekolah Banhuaysiet Krabi)

Saya memiliki pengalaman yang luar biasa selama KKN di Thailand pada bulan Juli-Agustus 2023. Perjalanan dimulai dari kampus UIN SMH Banten pada jam 10 malam, dan Saya berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Proses check-in berjalan lancar, dan Saya lepas landas pada jam 3 pagi. Setelah transit singkat di Bangkok pada jam 6 pagi, Saya melanjutkan perjalanan dan tiba di Krabi Airport pada jam 8.

Sesampainya di Thailand, Saya segera diajak untuk makan bersama dan melakukan pembukaan kegiatan di AECI, yang berlangsung hingga jam 18 wib. Setelah itu, Saya dibawa ke tempat penempatan masing-masing. Malam harinya, Saya diajak makan malam ke restoran halal dan berbelanja kebutuhan di Lotus.

Keesokan harinya, Saya memulai kegiatan perkenalan dan mengajar di SD Banhuaysiet School, yang terletak di Khao Panom District. Respons dari anak-anak dan guru sangat positif, dan anak-anak begitu antusias dalam belajar bahasa Inggris melalui berbagai metode kreatif.

Selama KKN di Thailand, Saya memiliki pengalaman mengajar di 11 kelas yang berbeda, termasuk kelas 3, 5, dan 6 di SD Banhuaysiet School. Pengalaman ini memungkinkan Saya untuk mengembangkan berbagai metode pengajaran sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, dan melihat perkembangan pesat dalam kemampuan bahasa Inggris mereka. Selain itu, Saya juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya dan kunjungan ke tempat-tempat penting di Thailand, yang semuanya telah memperkaya pengalaman KKN Saya dan membuka wawasan tentang dunia pendidikan dan budaya di Thailand. Saya juga berkesempatan mengenal lebih dekat budaya Thailand dengan mengikuti berbagai acara seperti Buddhist Lent Day dan Mother’s Day. Saya juga diajak mengunjungi dua universitas, yaitu Surat Thani University dan Prince of Songkala University. Selain itu, Saya menjelajahi tiga pantai yang indah, termasuk Fossil Beach, Aonang Beach, dan Phudam Beach. Pada peringatan 17 Agustus, Saya mengadakan perlombaan bahasa Inggris bagi siswa, yang menjadi momen berkesan. Saya juga berkontribusi dalam penggunaan media digital untuk pembuatan materi pembelajaran.

Saat tiba waktunya untuk pulang, anak-anak di sekolah sangat sedih dan memberikan Saya berbagai macam hadiah. Para guru juga sangat ramah dan memberikan Saya makanan dan uang saku sebagai ungkapan terima kasih. Saya diantar kembali ke AECI untuk penutupan kegiatan. Selanjutnya, Saya melanjutkan perjalanan pulang menggunakan bus melalui jalur darat menuju Malaysia. Saya mengunjungi beberapa tempat menarik di Malaysia, termasuk Istana Teptaro (rumah kayu dengan berbagai jenis bentuk dari kayu) dan Istana Negara Malaysia.

Saya kembali ke Indonesia melalui Bandara Kuala Lumpur dan tiba di Soekarno-Hatta pada tanggal 23 Agustus. Pengalaman KKN di Thailand ini telah memberikan banyak kenangan tak terlupakan dan pelajaran berharga tentang budaya, pendidikan, dan kerja sama lintas budaya. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan membuat pengalaman ini begitu berarti bagi Saya.

Nuraeni (Sekolah Banhuaysiet Krabi)

Pada program Kukerta Kolaborasi Internasional di Thailand kali ini, saya bersama satu teman saya yang lain ditugaskan di sekolah umum Thailand dengan mayoritas warga sekolahnya memeluk agama Budha. Saya ditempatkan di salah satu sekolah dasar yang terletak di Khao phanom district, Krabi, Thailand. Hari pertama sampai di Thailand setelah acara pelepasan yang diselenggarakan di Ekhapap sasanawit Islamic School, saya langsung dijemput oleh para guru dari Banhuaysiet School. Mereka menerima kami dengan sangat baik meskipun dengan perbedaan yang ada. Kami dibantu untuk membeli paket internet, dan bahkan mengajak kami untuk makan malam bersama di sebuah warung makan muslim.

Selama di Thailand, kami ditempatkan disebuah rumah yang terletak tidak jauh dari sekolah. Rumah tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas alat-alat elektronik seperti kulkas, kompor listrik, penanak nasi listrik dan lain-lain. Tak hanya fasilitas, kami juga diajak untuk berbelanja kebutuhan pokok pangan terlebih dahulu sebelum menuju rumah. Tinggal di lingkungan dengan mayoritas non-muslim mengharuskan saya untuk berhati-hati selama berada disana karena banyaknya anjing yang berkeliaran. Namun hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah yang besar.

Hari pertama datang ke sekolah, saya disambut dengan baik oleh para guru dan siswa. Meski keterbatasan Bahasa, saya berusaha untuk tetap berkomunikasi dengan mereka. Untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, saya mulai mengeksplor sekolah banhuaysiet. Sekolah ini sangat besar dengan fasilitas teknologi yang sangat cukup bagi ukuran sekolah dasar. Luasnya mungkin berkali-kali lipat dari sekolah dasar yang ada di Indonesia. Karena mayoritas warga sekolah non-muslim maka kamipun ternyata harus berhati-hati dengan anjing yang berkeliaran di lingkungan sekolah.

Saya ditugaskan mengajar Bahasa inggris di kelas 2, 4, dan 6. Pada hari pertama, saya langsung mulai mengajar di kelas 4/1 dengan didampingi oleh guru mata Pelajaran. Dengan fasilitas yang selengkap itu, ternyata para guru disana masih lebih suka mengajar dengan metode tradisional. Oleh karena itu, pada hari-hari berikutnya saya mencoba untuk mengenalkan kepada mereka media pembelajaran berbasis teknologi. Para guru disana sangat antusias dengan hal ini.

Selama di Banhuaysiet School, saya banyak belajar tentang ajaran Budhisme yang tertanam kuat pada Masyarakat Tahiland. Salah satu kebiasaan yang melekat pada umat Budha adalah meditasi, dimana hal ini dapat membantu kita dalam mendapatkan ketenangan. Anak-anak di Banhuaysiet School akan melakukan meditasi setiap sehabis makan siang setiap harinya. Saya juga ikut serta dalam berbagai kegiatan selama disana, baik kegiatan sekolah maupun kegiatan keagamaan. Beberapa kegiatan sekolah yang saya ikuti yaitu perayaan Budhist Lent Day, Thai Mother day, dan one day trip ke 2 universitas yang ada di Surat Thani Bernama Rajhabat University dan Prince of Songkla University.

Tak hanya mengikuti kegiatan yang diadakan oleh sekolah, saya juga mencoba untuk mengadakan kegiatan di Sekolah dengan mengadakan perayaan kemerdekaan Indonesia. Dengan persetujuan dari Kepala Sekolah dan dukungan dari para guru-guru, kegiatan perayaan kemerdekaan Indonesia berjalan dengan baik.

Setelah mendedikasikan diri selama selama satu bulan untuk memberikan pengajaran Bahasa inggris bagi para murid di Banhuaysiet, akhirnya dihari-hari terakhir sebelum kepulangan ke Indonesia saya diajak mengunjungi beberapa tempat wisata yang terkenal di Thailand. Saya bersama teman saya dan 2 guru Banhuaysiet mengunjungi Ao Nang Beach, Fossil Beach, dan Phudam yang menjadi ikonik provinsi Krabi.

Siti Aisah  (Sekolah Muslim Santitham Foundation, Nakhon Si Thamarat)

Saya merasa sangat beruntung dan bahagia karena mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan KKN Internasional di Thailand. Ini adalah pengalaman pertama saya bepergian keluar negeri, dan saya tidak bisa merasa lebih bersyukur atas kesempatan ini. Awalnya, saya harus beradaptasi dengan makanan yang memiliki rasa yang berbeda, tetapi seiring berjalannya waktu, saya menemukan banyak makanan yang sangat lezat, seperti Somtam, yang membuat saya ingin kembali ke Thailand hanya untuk menikmatinya.

Salah satu hal yang paling berkesan dari kegiatan ini adalah bagaimana saya berhasil meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris saya. Berinteraksi dengan orang-orang lokal yang berbicara bahasa Inggris dengan aksen berbeda benar-benar membantu saya merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi dalam bahasa tersebut. Ketika saya tiba di Thailand, saya disambut dengan sangat hangat oleh pihak sekolah dan masyarakat setempat. Mereka memberikan perhatian yang luar biasa terhadap kami, para peserta KKN Internasional.

Selama di Thailand, saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang sangat menyenangkan seperti kegiatan festival olahraga, menjadi pembicara di seminar guru fardu ‘Ain, dan masih banyak lainnya. Ada juga kenangan yang paling mendalam adalah saat saya diberi kesempatan untuk mengajarkan pencak silat, seni bela diri asli Indonesia, di sana. Menjadi bagian dari festival olahraga di Thailand adalah pengalaman yang luar biasa. Saya bahkan diberi kesempatan untuk tampil di acara pembukaan festival tersebut, yang tentu saja menjadi momen yang tak terlupakan. Melihat ribuan orang bersorak sambil saya mempersembahkan pencak silat, benar-benar membuat saya merasa bangga sebagai wakil dari Indonesia.

Namun, ada juga berbagai kejadian lucu selama saya mengajar di Thailand, baik saat melatih pencak silat maupun saat mengajar di kelas. Siswa SD yang begitu berisik dan sulit diatur, membuat saya harus benar-benar ekstra sabar. Tapi itulah bagian dari pengalaman yang membuat kita tumbuh dan belajar. Selain itu, mereka yang mengajarkan saya bahasa Thailand juga memberikan kesan tersendiri. Belajar bahasa baru selalu menjadi tantangan yang menarik, dan saya merasa beruntung bisa memiliki guru-guru yang sabar di sana.

Sistem pendidikan pondok di sana tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, yang membuat saya merasa nyaman. Fasilitas sekolah sangat lengkap dan mendukung untuk aktivitas baik di dalam maupun di luar kelas. Semua siswa dan guru dapat menikmati fasilitas itu secara gratis. Mulai dari alat bantu belajar, makan siang untuk tingkat TK – SD. Kemudian air mineral dingin disediakan untuk semua pihak dan dapat mengambilnya di mesin yang telah disediakan. Kemudian pada waktu Istriahat siang, siswa akan melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di kelas masing-masing bersama wali kelas yang telah ditentukan.

Keseluruhan pengalaman ini telah memberikan dampak positif yang besar pada diri saya sekaligus membuka mata saya lebih luas terhadap budaya dan kehidupan di Thailand, sambil tetap mengenalkan kekayaan Indonesia. Saya akan selalu mengenang kenangan indah ini dengan penuh rasa syukur Jika diberi kesempatan, saya pasti akan kembali ke Thailand setelah lulus. Terima kasih kepada semua yang telah membuat pengalaman ini menjadi begitu berharga dan berkesan bagi saya.

Annisa Cikal Mujahidah (Sekolah Kuldeesat, Krabi)

Hari Rabu dini hari kami berlima, peserta Kukerta Internasional Thailand berangkat dari bandara Soekarno Hatta menuju Bangkok untuk melakukan transit dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju bandara Krbai Thailand Selatan. Sesampai disana kami, semua peserta dari berbagai universitas pilihan menuju Sekolah pusat untuk melakukan pembukaan sekaligus penyerahan peserta untuk ke sekolah penempatan nya masing-masing.

Sama halnya dengan saya. Kuldeesat Krabi School merupakan sekolah Prathom tempat saya akan mengabdi dan mengajar selama kurang lebih satu  bulan selama di Thailand. Sekolah yang tidak terlalu besar namun cukup nyaman dengan lingkungan yang menyenangkan.Sekolah ini terdiri dari Prathom 1 sampai 5, Prathom merupakan sebutan tingkatan Sekolah Dasar di Thailand.

Hari pertama kedatangan saya ke sekolah disambut dengan sangat hangat oleh mereka, ya guru, siswa, kepala sekolah dan juga pemilik sekolah terlihat antusias saat kedatangan saya disana. Di hari yang sama sama diperkenankan untuk memperkenalkan diri secara resmi di lapangan, dihadapan langsung seluruh warga sekolah. Sedikit harap-harap cemas saya rasakan, namun diluar ekspetasi ternyata penyambutan yang saya dapatkan sangat luar biasa.

Begitu perkenalan selesai saya lanjut berkenalan dengan guru pamong yang akan membantu saya nantinya, Miss Linda. Beliau orang yang sangat baik dan pengertiaan. Saya berdiskusi dengan nya terkait pembelajaran bahasa inggris. Hari pertama mengajar, saya turut memperkenalkan diri di tiap kelas yang akan saya masuki. Saya mengajar semua kelas mata pelajararan Bahasa Inggris sesuai jadwal yang sudah ada Guru pamong selalu menemani dan membantu saya dalam berkomunikasi dengan siswa yang mayoritas tidak pandai berbahasa inggris, sehingga saya menggunakan bantuan teknologi yaitu google terjemahan untuk berkomunikasi.

Saat hari-hari besar di Thailand pun saya diikutsertakan untuk memeriahkan, seperti hari Mother Days yang diadakan di sekolah saya ikut melihat berbagai pertunjukkan yang dilakukan siswa-siswi disana, hal paling menyenangkan adalah saat saya ikut membantu berjualan di bazzar yang ada di sekolah. Saya mengajar bahasa inggris dengan materi buku paket Thailand, walaupun mengalami beberapa kendala dan kesulitan namun hal tersebut dapat ditangani.

Pada saat hari libur pun saya diajak berkeliling dan melakukan beberapa hal. Pernah satu waktu saya membantu ibunya kepala sekolah untuk berkebun dan menanam beberapa tanaman. Kebetulan saat disana saya ditempatkan untuk tinggal bersama ibunya kepala sekolah, rasanya seperti memiliki ibu kedua, beliau sangat baik dan perhatian. Saya juga sering membantunya memasak dan betukar masakan Indonesia dan Thailand.

Disana tempat tinggal dan makanan sehari-hari saya terjamin, baik itu halalnya karena daerah yang saya tinggali merupakan kawasan mayoritas muslim. Saya mendapat banyak sekali pengalaman dan kenangan yang menyenangkan selama mengikuti kegiatan Kukerta ini. Hal itu seperti saya dapat mengikuti kultur budaya Thailand yang terbilang unik. Saya juga dapat mencoba beberapa makanan Thailand.

Begitu waktu kepulangan saya tinggal menghitung hari, banyak dari mereka yang memberi saya hadiah, seperti guru pamong saya membelikan saya baju, ibunya kepala sekolah membawakan saya banyak makanan untuk di Indonesia, bahkan siswa-siswi sekolah pun banyak yang memberi saya hadiah kecil-kecilan seperti makanan ringan, stiker, alat tulis, bahkan surat untuk saya.

LP2M UIN Banten Kerjasama Dengan LAZISMU, Kompilasi, dan Koling Tanam Pohon Mangrove di Ujung Jaya, Pandeglang, Banten

0

Sabtu, 2 September 2023. Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjalin kerjasama dengan Lazismu (Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Muhammadiyah), KOMPILASI (Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan Sekitar), dan KOLING (Komunitas Lingkungan) Provinsi Banten melakukan penanaman pohon mangrove di sekitar Muara Cikaung, Ujung Jaya, Sumur, Pandeglang, Banten.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Perikanan (Hj. Onah, S.Pt., MM), Ketua LP2M UIN SMH Banten  (Dr. Hunainah, MM), Kapus Pengabdian kepada Masyarakat (Dr. Agus Sukirno), Mashudi (Aparat Desa Ujung Jaya), Yaya (Ketua Kompilasi) dan Jajarannya, Eni Nuraeni, M.Pd (Ketua Koling) Provinsi Banten dan Tim Ahli PPM, relawan mahasiswa, dan perwakilan pramuka siswa SMP dan SD di sekitar wilayah Ujung Jaya.

Acara pembukaan berlangsung di Balai Desa Ujung Jaya. Dalam sambutannya Yaya Jakaria menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah menjalin kerjasama, sehingga penanaman pohon mangrove terlaksana sesuai jadwal yang telah disepakati bersama. Lebih lanjut Yaya menjelaskan bahwa Kompilasi merupakan kumpulan dari warga sekitar Kecamatan Sumur yang peduli dengan eksistensi lingkungan sekitar. Dia juga menjelaskan dalam setiap kegiatan selalu melibatkan siswa SD dan SMP, tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, sehingga kelak ketika mereka dewasa tumbuh tanggung jawab untuk merawat lingkungan sekitarnya dengan penuh tanggungjawab.

Hal yang sama disampaikan Hunainah, dalam sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih, untuk yang ketiga kalinya menjalin kerjasama menanam pohon mangrove di Pantai Domas Pontang, Kecamatan Malimping, dan Ujung Jaya Sumur. Hal tersebut merupakan wujud implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Ia pun berharap agar jalinan kerjasama dapat diperluas dalam pendidikan, pelatihan, penelitian dan publikasi.

Nazhori Autor, Manajer Program Divisi Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu PP Muhammadiya  menyampaikan Lazismu merupakan lembaga filantropi yang peduli dengan isu-isu lingkungan. Pada tahun 2020 Lazismu memotret isu-isu lingkungan, bahaya pemanasan global, dan el nino yang berdampak pada lingkungan serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, zakat yang dikeluarkan para muzakki lebih bersifat transformatif dan inovatif karena lebih mendekatkan manusia dengan alam sekitar. Lebih lanjut Autor mengatakan, kegiatan menanam pohon mangrove ini bisa memberikan pengalaman, manfaat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Ujung Jaya, pungkasnya.

Ketua Komunitas Lingkungan (KOLING) Provinsi Banten, Eni Nuraeni, M.Si mengungkapkan bahwa menanam pohon mangrove adalah bagian dari sedekah oksigen dan mitigasi bencana, ayo sayangi lautmu untuk masa depan kita, tegasnya. Lebih lanjut Ia menjelaskan dalam setiap kegiatan selalu melibatkan mahasiswa sebagai relawan. Tujuannya agar mereka lebih peka dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya dan diharapkan menjadi pelopor, penjaga dan perawat alam sekitar.

Kegiatan penanaman pohon kali ini dilaksanakan di tanah hibah, tanah yang sebelumnya tanah tambak udang dengan luas 8.000m2.

Hedriawan mahasiswa Fakultas Sains yang juga sebagai relawan KOLING menyatakan rasa senangnya terlibat dalam kegiatan tersebut. Saya sebagai relawan sangat senang ikut andil dalam penanaman pohon mangrove ini, selain menambah wawasan dan pengalaman, kegiatan ini juga menambah  kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Mahasiswa UIN Banten Pamerkan Produk Hasil Pengabdian di Expo Pameran dan Penutupan KKN Nusantara 2023

[07.46, 28/8/2023]. Peserta KKN Nusantara Moderasi Beragama (KKNMB) 2023 menutup rangkaian kegiatan dengan menggelar expo dan pameran produk hasil pengabdian.  Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Moderasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pare-Pare pada Sabtu, 26 Agustus 2023.

Turut hadir beberapa Rektor dan perwakilan dosen masing-masing kampus yang mendelegasikan mahasiswanya untuk ikut KKN Nusantara 2023 ini. Begitu pun dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang pada kesempatan hador diwakili oleh Wakil Rektor III, Dr. Hidayatullah, ketua LP2M, Dr. Hunainah, M.M beserta sekjen LP2M, Dr. Ade Fakih Setiawan.

Seluruh kelompok yang terdiri dari 30 posko dan tersebar di seluruh Kabupaten Tana Toraja ikut serta memamerkan produk hasil pengabdian.

Beberapa produk yang dipamerkan seperti olahan kopi, olahan cokelat, inovasi daun kelor menjadi beberapa makanan siap saji, produk kain khas Toraja, hingga infrastruktur seperti kandang babi non-polusi.

Pada kesempatan kali ini delegasi mahasiswa UIN SMH Banten yang ikut KKN Nusantara Moderasi Beragama 2023 ikut serta dalam memamerkan produk hasil pengabdian.

Salah satunya adalah Nari Anita, Mahasiswa UIN Banten Prodi PIAUD memamerkan olahan permen yang terbuat dari daun kelor. Produk tersebut dibuat bersama dengan rekan-rekan poskonya yang ditempatkan di Lembang Uluhay, Tana Toraja.

“Mengingat potensi daun kelor yang sangat melimpah di tempat pengabdian dan beberapa manfaat daun kelor yang banyak, kami dari posko berinisiatif untuk mengolah daun kelor menjadi beberapa makanan seperti permen dan kue” Ujar Nari

Selain itu, Angga Murodatullah yang juga merupakan delegasi UIN SMH Banten prodi KPI, turut memamerkan hasil pengabdiannya berupa kandang babi non-polusi di Lembang Rano Tengah, Tana Toraja.

Kandang babi non-polusi ini dibuat agar kotoran babi terserap oleh alas yang tercampur dari tanah, sekam, garam dan beberapa campuran lainnya agar tidak tercium bau tidak sedap di sekitaran kandang babi. Selain itu kotoran yang telah terserap oleh beberapa bahan campuran ini juga bisa dijadikan sebagai pupuk organik setelah enam bulan.

Beberapa mahasiswa UIN Banten lainnya yang mengikuti KKN Nusantara 2023 tidak ikut tertinggal dalam memamerkan hasil produk pengabdian sebagai salah satu output dari program KKN Nusantara Moderasi Beragam 2023.

Sementara itu, dalam laporan ketua LPPM IAIN Pare Pare Ali Rusdi mengungkapkan jika seluruh mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama sangat berkesan melakukan pengabdian di Tana Toraja.

Statement warga di sana membuat kami bangga melihat anak-anak mahasiswa yang rukun dan bisa toleran dalam beragam. Inovasi-inovasi yang dibawa oleh anak-anak mahasiswa disambut dan didukung oleh masyarakat Tana Toraja dan membantu dalam pembangunan desa” Ujar Ali

Secara keseluruhan KKN Nusantara Moderasi Beragama 2023 dianggap sukses karena tujuan dari moderasi beragama sebagai latar belakang kegiatan dapat tercapai dan diaplikasikan oleh seluruh mahasiswa KKN Nusantara 2023.

Pengabdian kepada Masyarakat: Akhiri KUKERTA dengan Menanam Seribu Mangrove di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak

Lebak 25 Agustus 2023, penarikan Mahasiswa KUKERTA 2023 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Wilayah Kecamatan Malingping dikemas dengan penanaman 1.000 Mangrove di Kawasan Pesisir Pantai yang ada di Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Muhammadiyah (LAZISMU) meberikan hibah berupa 1.000 bibit Mangrove untuk ditanam di wilayah tersebut. Semua Mahasiswa KUkERTA yang ada di Kecamatan Malingping terlibat dalam prosesi penanaman Mangrove, di damping oleh Komunitas Lingkungan (KOLING) Banten, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Cilangkahan.

Acara penanaman diawali dengan rangkaian acara penarikan Mahasiswa KUKERTA 2023 di Kecamatan Malingping. Dalam sambutannya, Dr. Adhi Kusuma, M.Si. salah satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mewakili DPL lainnya mengungkapkan bahwa “pertama kami mengucapkan terimakasih atas penerimaan kehadiran para mahasiswa kami di delapan Desa yang ada di Kecamatan Malingping. Kedua, kami mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Camat dan jajaran, para kepala desa, para warga desa, jika keberadaan kami selama berkegiatan di sini ada ucapan, tindakan yang kurang berkenan di hati masyarakat, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesarnya”, ujarnya.

Foto: Sambutan Dr. Adhi Kusuma, M.Si. perwakilan DPL

Sementara itu, Eni Nuraeni, M.Si. yang merupakan Tenaga Ahli Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN SMH Banten yang hadir mewakili LP2M, dalam sambutannya mengugkapkan bahwa “terlebih dahulu saya menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran beberapa pimpinan LP2M dikarenakan di waktu yang bersamaan para pimpinan juga sedang dalam acara kegiatan penarikan di Kecamatan lainnya” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan beberapa pesan kepada para mahasiswa “ini bukan akhir dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, ini merupakan langkah awal kita terus melakukan pengabdian di masyarakat. Untuk itu hari ini kita akan meninggalkan sesuatau yang akan bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan. Hari ini kita akan melakukan penanaman Mangrove sebagai salah satu bentuk kepedulian kita kepada masyarakat dan lingkungan, semoga apa yang kita tanam hari ini kelak nanti akan kita rasakan manfaatnya dikemudian hari” pesannya.

Foto: Sambutan Eni Nuraeni, M.Si Tenaga Ahli PPM LP2M

Camat Kecamatan Malingping Dadan Rusman Wardana, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa “kami merasa senang dan berterimakasih atas kehadiran Mahasiswa di wilayah kami, semoga kehadiran mahasiswa dapat memberi motivasi semangat para orang tua untuk mendukung anak-anaknya agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi”, ungkapnya. Lebih lanjut Camat Kecamtan Malinging menuturkan bahwa “mahasiswa selama kkn banyak terlibat mengambil peran dalam beberapa kegiatan baik kegiatan di desa maupun kecamatan, oleh karena itu kami merasa senang dan bangga”, ujarnya.

Foto: Sambutan Dadan Rusman Wardana Camat Kec. Malingping

Diakhir sambutannya Camat Kecamatan Malingping mendoakan kepada seluruh mahasiswa kelak menjadi orang-orang sukses dikemudian hari. Kemudian secara simbolis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SMH Banten memberikan cinderamata berupa plakat untuk Kecamatan Malingping, dan dilanjutkan dengan penyerahan bibit Mangrove secara simbolis dari Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Muhammadiyah (LAZISMU) kepada Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Cilangkahan.

Foto: Penyerahan bibit Mangrove secara simbolis

Foto: Penyerahan cinderamata plakat untuk Kecamatan Malingping

Ditempat terpisah, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Agus Sukirno, M.Pd. yang juga sebagai PIC kegiatan KUKERTA menyampaikan “alhamdulillah pelaksanaan KUKERTA 2023 berjalan lancar dan sukses. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, bapak rektor sbg pimpinan UIN SMH Banten dan jajarannya, Bupati Kabupaten Serang, Bupati Kabupaten Pandeglang, Bupati Kabupaten Lebak dan Walikota Serang beserta jajarannya yang telah mendukung dan mengijinkan wilayahnya sebagai lokasi KUKERTA”, ungkapnya. Lebih lanjut Kapus PPM berharap semoga KUKERTA menjadi ajang pengabdian bagi mahasiswa dan dosen yang akan terus berkelanjutan dikemudian hari”, pungkasnya.

Foto: Dokumentasi kegiatan Penanaman Magrove

Rhinos go to School: PPM LP2M UIN SMH Banten Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di Sekolah

Foto: Sambutan Ketua LP2M UIN SMH Banten

Sumur 24 Agustus 2023, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar acara Konservasi Badak Jawa dengan tajuk Rhinos go to School, acara dikemas dalam bentuk sosialisasi ke beberapa jenjang sekolah mulai dari Sekolah Dasar Negeri Taman Jaya 2, SMP Negeri 2 Sumur, SMA Negeri 16 Sumur. Acara berlangsung dari tanggal 23 Agustus sampai dengan 24 Agustus 2023. Rhinos go to Scholl merupakan rangkaian acara dalam menyambut peringatan hari Badak Sedunia yang akan digelar pada tanggal 22 September 2023 mendatang.

LP2M UIN SMH Banten bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Wilayah III, dalam kegiatan sosialisasi Konservasi Badak Jawa, para penyuluh dari BTNUK Ujung Kulon didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan ini seperti; I Made Artawan, S,Hut (Kepala Seksi BTNUK Wilayah III Ujung Kuluon) memberikan materi di SMA Negeri 16 Sumur. Dalam penyampaian materinya I Made Artawan mengungkapkan bahwa “Kawasan hutan yang ada di Ujung Kulon ini harus terus kita jaga, baik flora maupun faunanya. Minimnya kesadaran masyarakat tentang flora dan fauna yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon harus ditingkatkan agar tetap selalu terjaga dan lestari, terlebih spesies Badak Bercula Satu yang sudah mulai terancam keberadaannya. Badak Bercula Satu merupakan ikon Taman Nasional Ujung Kulon oleh karena itu harus kita lindungi bersama bukan hanya dari petugas namun masyarakatpun harus ikut andil dalam menjaga populasi badak dan habitatnya” ungkapnya.

Ditempat yang sama juga hadir Mulyono Ketua Yayasan Planet Urgenci Indonesia menyampaikan bahwa “Taman Nasional Ujung Kulon merupakan Taman Nasional tertua yang ada di Indonesia, terdapat banyak hewan disana namun yang menjadi ikon khas taman nasional ujung kulon adalah badak” ujarnya. Lebih lanjut Mulyono mengungkap bahwa ada beberapa areal kawasan hutan yang kemudian ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, ini dimaksudkan salah satunya untuk melindungi badak bercula satu yang merupakan hewan langka dan dilindungi” pungkasnya.

Turut hadir secara langsung Ketua LP2M UIN SMH Banten, Dr. H. Hunainah, M.M. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa “Pengetahuan masyarakat tentang badak harus ditingkatkan supaya tidak terputus, terutama bagi para siswa sekolah, karena spesies badak bercula satu merupakan hewan yang sangat dilindungi karena spesies nya yang langka. Maka salah satu langkah upaya yang dilakukan LP2M yaitu dengan mengajukan adanya duta agar mampu melestarikan dan menjaga baik budaya lokal ataupun satwa badak dengan baik”, ungkapnya.

Foto: Narasumber dan Peserta SMA 16 Sumur

 Sosialisai juga dilakukan di SDN Taman Jaya 2 dengan narasumber H Jazuli (Penyuluh BTNUK) memberikan penyampaian materi kepada anak-anak sekolah dasar. Adapun dalam penyampaiannya H Jazuli meberikan pengetahuan terkait TNUK sebagai cagar budaya yang dilindungi dan Badak Bercula Satu sebagai hewan langka yang mulai punah keberadaannya. Anak-anak tampak antusias dalam mengikuti kegitan ini, ditambah dengan beberapa permainan yang dikemas dalam bentuk pertanyaan seputar TNUK dan Badak Bercula Satu. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan reward berupa hadiah.

Foto: Narasumber dan Peserta SD Negeri Taman Jaya 2

“Kami sangat berterimaksih kepada Balai TNUK yang sudah hadir di sekolah kami, semoga kegiatan ini memberikan pemahaman sejak dini kepada para anak didik kami akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, termasuk untuk mencitai dan menjaga Badak sebagai hewan yang dilindungi” ungkap Imas salah satu guru di sekolah tersebut.

Selaras dengan yang diungkap oleh Oyok Yuswandi, S.Pd. (Perwakilan Guru SMP) mengukapkan pandangannya tentang acara tersebut, “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang luar biasa ini. Melalui kegiatan acara ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai lingkungan dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati kepada anak-anak kami. Kami berharap pengalaman ini akan merangsang minat mereka dalam mengambil bagian aktif dalam pelestarian alam” tuturnya,

Materi yang sama juga disampaikan oleh Firmanto Suwanda, S.Hut, (Penyuluh BTNUK) di SMP Negeri 2 Sumur, dalam penyampaian materinya Firmanto Suwanda mengajak para peserta didik untuk bangga dan mencintai kearifan lokal yang ada berupa Badak Bercula Satu yang merupakan hewan yang menjadi ikon khas TNUK, Pandeglang dan Dunia.

Foto: Narasumber dan Peserta SMP N 2 Sumur

Dr. Agus Sukirno, M.Pd. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat mengatakan bahwa “kegiatan ini terselenggara dengan baik dan sukses berkat dukungan dari semua pihak seperti BTNUK, Yayasan Planet Urgenci Indonesia, serta para Mahsiswa UIN SMH Banten yang sedang melakukan KUERTA di wilayah Kecamatan Sumur”. ujarnya. Lebih lanjut Agus Sukirno menambahkan bahwa “semoga ragkaian kegiatan ini memberi andil dalam rangkaian persiapan peringatan hari badak sedunia pada 22 September 2023 mendatang” tutupnya.

SAY NO TO BABS! KUKERTA Kelompok 35 Desa Cisimeut Memberikan Bantuan Stimulan Jamban Sehat

0

Senin, 14/8/2023. Desa Cisimeut merupakan salah satu desa di kecamatan Leuwidamar. Di desa ini masih ada warga masyarakat yang buang air besar sembarangan, seperti di lahan kosong dan di sungai. Padahal air sungai tersebut juga digunakan untuk kebutuhan  warga lainnya, seperti mandi, mencuci pakaian.

Mahasiswa Kuliah kerja nyata  memberikan bantuan stimulan jamban sehat kepada salah satu warga di Kampung Bantarnaga Kaler Desa Cisimeut. Kegiatan tersebut merupakan upaya percepatan capaian Open Defecation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) kabupaten Lebak pada tahun 2023.

Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 45, Agus Sukirno mengungkapkan rasa senangnya atas terlaksananya program tersebut. “Saya mensupport dan berterimakasih atas upaya mahasiswa dalam menjga kesehatan lingkungan dan memberi apresiasi kepada kelompok 35 Desa Cisimeut, yang telah mendukung program pemerintah yaitu program jamban sehat. Harapannya semoga warga desa semakin sadar akan pentingnya kesehatan lingkungan.”

Hal yang sama diungkapkan oleh Muhammad Faqih salah satu mahasiswa kukerta,  “Saya sangat senang bisa terlibat dalam program jamban sehat ini, semoga warga desa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta dapat menjadi ladang pahala bagi kami semua, karena kebersihan itu sebagian dari iman.”

Lebih lanjut Pak Sugeng sebagai Relawan Open Defecation Free (ODF) atau BABS (Buang air besar sembarangan) menegaskan, “Ini adalah pembuatan jamban stimulan. Jamban stimulan itu perbedaan nya ada dua lubang, yang pertama itu untuk septic tank dan yang kedua itu untuk sumur resapan. berbeda dengan jamban konvensional, kalau jamban konvensional itu kan satu lobang. Jadi tidak memakai sumur resapan, yang ini sudah termasuk standar dari dinas kesehatan kabupaten lebak. Cara pengerjaannya yang biasa relawan ODF (Open Defecation Free) lakukan ini adalah membelikan bantuan berupa bahan dan untuk tenaga kerjanya kita serahkan kepada tuan rumah, jadi biar ada saling kerjasamanya, jadi tidak hanya  menerima beres saja.”

Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten peserta Kukerta Desa Cisimeut yang telah membuat program bantuan stimulan jamban sehat.

“Saya pastinya alhamdulilah, pasti nanti saya pakai dan saya urus juga sebisanya. Alhamdulillah diberikan wc seperti ini juga sudah bersyukur banget. Kalo sudah punya jamban saya tidak perlu buang air besar ke sungai lagi, air sudah ada, jamban juga sudah ada, tinggal dirawat saja. Saya berterima kasih terutama  kepada mahasiswa,” ujar warga penerima bantuan.

Ibu Sinte Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Cisimeut menjelaskan “Stunting dan lingkungan itu berkaitan erat, karena salah satu faktor stunting itu yang pertama kualitas air bersih, yang kedua yaitu santiasi. Lebih lanjut dia menjelaskan, manfaat jamban yaitu tinjanya tidak kemana-mana, tidak mengotori lingkungan juga, dan juga tidak menimbulkan penyakit, contohnya seperti tadi terdapat lalat, serangga, sambungnya

Besar harapan kami, melalui kegiatan bantuan stimulan jamban sehat ini penerima tidak perlu pergi ke sungai untuk buang air besar, dan mempunyai komitmen untuk menjaga kesehatan lingkungan dengan baik, tutur Junaedi Ketua kelompok 35 KUKERTA.

KUKERTA Internasional: Seni Bela Diri Nusantara Memukau Masyarakat Thailand

0

Foto: Siti Aisah Mahasiwa UIN SMH Banten

Nakhon Si Thammarat, 09 Agustus 2023, penampilan Siti Aisah Mahasiswa KUKERTA Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, memukau penonton di Sekolah Muslim Santitham Foundation Thailand Selatan, dalam rangkaian acara pembukaan festival olahraga yang diselenggarakan oleh sekolah tersebut.

Siti Aisah adalah salah satu Mahasiswa berperestasi di bidang Pencak Silat beberapa prestasi yang pernah diraih adalah:

  • Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Open Piala Ketua PIMDA. Kelas D Putri. Sekaligus Atlit Pencak Silat Wanita Terbaik di Piala Ketua PIMDA.
  • Juara 1 Banten Cup kategori Fighter Kelas E Putri.
  • Juara 2 Kejuaraan Daerah Banten Kategori Fighter Kelas D Putri.
  • Juara 2 Kelas POSPEDA V Banten kategori fighter kelas D Putri.

Foto: Siti Aisah dan Peserta Didik sebelum tampil

Bersama dengan peserta didiknya dari Sekolah Muslim Santitham Foundation Siti Aisah menampilkan pertunjukkan seni bela diri beraal dari Indonesia yaitu Pencak Silat. Tampil memukau dengan kategori seni tunggal baku tangan kosong. Seni bela diri Nusantara ini menampilkan gerakan-gerakan yang Anggun dan kuat, menciptakan suasana yang memukau dan penuh semangat.

Panggung utama diisi dengan penampilan yang meriah, dimana pertunjukkan Pencak Silat menggambarkan keindahan dan keteguhan seni bela diri Indonesia. Semua penonton terpukau dan terinspirasi oleh kekayaan budaya yang ditampilkan. Penampilan yang energik dan memukau dari Siti Aisah dan peserta didiknya berhasil memukau para penonton yang hadir. Suasana sorak ria dan antusiasme penonton memenuhi acara tersebut, menunjukkan kesuksesan dari upaya untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di luar negeri.

Hadir dalam acara tersebut Dr. Kanop Ketchat (Walikota Nakhon Si Thammarat), Chanya Tadsaichon (Perdana Menteri Organisasi Kecamatan Nakian), Sarit Suttikran (Kepala Desa Kecamatan Naikan), hadirnya para tamu kehormatan tersebut merupakan bentuk dari apresiasi atas penampilan yang disuguhkan oleh Mahasiswa UIN SMH Banten dan memberi ucapan selamat kepada Siti Aisah dan peserta didik dari Sekolah Muslim Santitham Foundation, serta hadirnya para tamu kehormatan merupakan wujud dari upaya untuk selalu mempererat hubungan antara budaya Indonesia dan Thailand.

Dipenghujung acara ditutup dengan sesi foto bersama, terlihat keakraban dan persahabatan yang hangat dari raut wajah mereka yang hadir. Siti Aisah dan timnya telah berhasil meninggalkan rekam jejak budaya Indonesia yang mendalam di hati masyarakat Thailand Selatan. Demonstrasi seni bela diri nusantara yang dipentaskan dengan penuh semangat dan keahlian telah menjadi bukti nyata bagaimana kerjasama lintas negara dapat memperkaya keanekaragaman budaya di kawasan ini.

Foto: Siti Aisah bersama Tamu Kehormatan dan Peserta Didik

Mahasiswa KUKERTA Kelompok 35 Desa Cisimeut Leuwidamar Bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Banten Melaksanakan Pendampingan Pencegahan Stunting

0

Cisimeut, Leuwidamar. Mahasiswa UIN SMH Banten yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) melaksanakan penyuluhan KB (Keluarga Berkualitas) dan pencegahan stunting, kamis (03/08). Penyuluhan untuk masyarakat Desa Cisimeut yang mengangkat tema “BKKBN Bersama Kampus Bersinergi Turunkan Angka Stunting di Desa Cisimeut”.

Dosen Pembimbing Lapangan Dr.  Agus Sukirno, M.Pd menjelaskan bahwa Program unggulan kukerta kelompok ini adalah Program Pencegahan stunting di lingkungan masyarakat Desa Cisimeut.

Pegiat kesehatan lingkungan dan Ahli Gizi UPTD Puskesmas Cisimeut Ibu Fennika Yulindra, A.Md.Gz dalam pemaparan materinya, menjabarkan tentang Dapur Sehat atasi Stunting (DASHAT).

“Tingkat pendapatan yang rendah serta kurangnya pengetahuan tentang gizi, apa yang perlu di berikan pada bayi atau balita menjadikan penyebab kurangnya nutrisi yang seimbang pada anak. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Pemicu terjadinya stunting adalah faktor ekonomi yang kemudian orang tua tidak mampu membeli beberapa bahan pokok yang berguna dalam memenuhi gizi yang optimal pada anak. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun.”

Eno Lasnawati Bidan Puskesmas Cisimeut menambahkan, Alasan mengapa program Keluarga Berencana sangat penting dilaksanakan, yaitu untuk menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama kehamilan yang tidak di inginkan menjarangkan jarak kelahiran mengurangi resiko kematian bayi.

“Angka stunting dari tahun lalu hingga sekarang masih ada, oleh karena itu Desa Cisimeut mendapatkan program STBM dari Kementerian Kesehatan dalam upaya mencegah stunting di wilayah tersebut. Bantuan yang diberikan berupa pembuatan jamban, wastafel dan sanitasi untuk dikhususkan untuk balita yang non-stunting. Karena memang untuk memerangi stunting, tidak hanya dari sanitasi saja, namun dapat dilakukan dari berbagai aspek juga yang mendukung  lingkungan tersebut, kalau lingkungan tidak sehat maka lingkungan tersebut juga pasti tidak sehat.” ujar Ibu Sinta Petugas Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Cisimeut.

“Meningkatkan pengetahuan peserta tentang Stunting dan penyebab gejalanya, serta akan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang resiko tinggi dan pengenalan tanda kelahiran pada kehamilan. Jadi, calon ibuu memiliki kesadaran penuh akan pentingnya pencegahan stunting terhadap anak sebelum adanya keterlambatan dalam pencegahan.” ungkap Balqis Salsyabilla, salah satu anggota KKN 35 UIN SMH Banten.

“Dengan adanya penyuluhan KB (Keluarga Berkualitas)dan stunting, harapan nya bahwa di masa yang akan datang angka stunting berkurang dan desa cisimeut bisa menjadi keluarga yang berkualitas.” ungkap salah satu warga yang mengikuti penyuluhan ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Majelis depan Kantor Desa turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Desa Cisimeut, dengan melibatkan masyarakat sebagai peserta penyuluhan berjumlah kurang lebih 20 orang.

PSGA UIN SMH Banten Gelar Advokasi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus

0

Serang 15 Agustus 2023, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan Advokasi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus dikemas dalam format diskusi dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan Pendidikan Inklusi di Perguruan Tinggi”. Beberapa narasumber berkompeten dibidangnya dihadirkan dalam diskusi ini diantaranya; Dr. Habudin, M.Pd. (akademisi UIN SMH Banten), R Eka Priya Bahuwedha, M.Pd. (Pendiri Yayasan Rumah Cahaya), dan Eni Nurhaeni, MM. (Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kota Tangerang).

Acara ini berlangsung di Aula Lantai 1, Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dalam sambutannya Ketua LP2M UIN SMH Banten Dr. Hunainah, M.M. mengatakan bahwa “Dasar Hukum kegiatan ini adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas”, ujarnya. Lebih lanjut Ketua LP2M mengatakan bahwa “tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan membangun komitmen pemangku kepentingan tentang pentingnya layanan pendidikan yang berpihak kepada penyandang disabilitas”, tambahnya.

Foto: Laporan Ketua LP2M 

Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Hidayatullah, M.Pd. mewakili Rektor UIN SMH Banten untuk membuka acara. Dalam sambutannya Wakil Rektor III mengungkapkan bahwa “pendidikan inklusi perlu diimplementasikan dalam rangka memenuhi keadilan dalam dunia pendidikan.  Akan tetapi sadar atau tidak bahwa ketidakadilan itu justru ditemukan dalam dunia pendidikan”, ungkapnya. Lebih lanjut Wakil Rektor III menambahkan bahwa “banyak fasilitas di ruang publik hanya diperuntukan untuk orang yang tidak memiliki keterbatasan. Saya yang kebetulan sebagai dosen pengampu mata kuliah pembelajaran sering menjelaskan kepada mahasiswa bahwa bagaimana cara melayani peserta didik, kebanyakan kita hanya fokus pada pelayanan pada peserta didik yang normal tapi lupa bagaima cara memberikan pelayanan kepada peserta didik dengan kondisi berkebutuhan khusus”, Jelasnya.

“Secara teoritis sudah banyak yang membicarakan bagaimana mewujudkan keadilan dalam dunia pendidikan, akan tetapi kita kekurangan orang-orang / praktisi dalam upaya mewujudkan keadilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, semoga dengan hadirnya para akademisi dan praktisi pada acara diskusi ini dapat berkolaborasi mewujudkan keadilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus” pungkas Wakil Rektor III sambil membuka acara secara resmi.

Foto: Sambutan Warek III

Selanjutnya diskusi dipandu oleh moderator Muslih Amin, M.AP. mempersilahkan para narasumber untuk menyampaikan materinya. Dr. Habudin, M.Pd. mengawali diskusi dengan tajuk bagaimana mengimplementasikan pendidikan inklusif di Perguruan Tinggi Keagamaan (PTKIN), dilanjutkan oleh narasumber kedua R Eka Priya Bahuwedha, M.Pd. atau yang akrab dipanggil Abu Fadhlie menjelasakn dan mempraktikkan bagaimana pedidikan inklusif yang diajarkan di Yayasan Rumah Cahaya salah satunya memberikan pendidikan baca al-qura’an dengan menggunakan bahasa isyarat yang dipraktikkan oleh salah satu santrinya.

Narasumber ketiga Eni Nurhaeni, MM. memberikan materi terkait dengan bagaimana pengalaman Kota Tangerang dalam mewujudkan pendidikan inklusif dibeberapa Sekolah Menegah Pertama. Secara rinci tergambar pada gambar berikut:

Foto: SMP Negeri Penyelenggara Pendidikan Inklusif
Sumber: Bahan presentasi Eni Nurhaeni, MM.

Lebih lanjut Eni Nurhaeni, MM. berharap pendidikan inklusif tidak hanya sampai pada jenjang Sekolah Mengah Atas (SMA) harapannya adalah berlanjut sampai ke jenjang Perguruan Tinggi dan semoga UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjadi salah satu kampus yang sudah siap dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, tambahnya.

Selaras dengan apa yang menjadi harapan oleh semua pihak dalam jalannya diskusi, beberapa peserta juga berharap pendidikan inklusif agar segera dapat terwujud di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. “setidaknya ada kuota khusus yang diberikan oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin untuk memberikan jalur khusus pada orang-orang berkebutuhan khusus agar dapat berkesempatan berkuliah di kampus ini”, ujar salah satu penanya.

Diakhir diskusi Ketua LP2M UIN SMH Banten menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang hadir, selanjutnya akan ada Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari hasil kegiatan hari ini. “saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang sudah terlibat dalam acara ini, tentu ini menjadi lankah awal agar kedepan Unit Layanan Disabilitas di kampus ini akan segera dapat terwujud”, pungkasnya.

Foto: Dokumentasi Kegiatan

 

PPM LP2M UIN SMH Banten Hadir di Desa Kedung Soka Gelar Pelatihan Pengolahan Produksi Pangan dan Diversifikasi Usaha Masyarakat

Serang 12 Agustus 2023, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten melakukan praktik kegiatan Pemanfaatan Lahan di Desa Kedung Soka, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang. Adapun kegiatan praktik kali ini bertemakan “Pelatihan Pengolahan Produksi Pangan dan Diversifikasi Usaha Masyarakat”.

Hadir secara langsung dalam acara ini Ketua LP2M UIN SMH Banten, Dr. Hunainah, M.M. didampingi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Agus Sukirno, M.Pd. para Tenaga Ahli PPM Eni Nuraeni, M.Si. dan Sumintak, M.Si. serta beberapa Staf LP2M UIN SMH Banten Syarif Hidayatullah, M.Pd.  dan Hadlani.  Dalam sambutan pengantarnya Ketua LP2M mengungkap bahwa “kegiatan yang dilakukan pada hari ini adalah keberlanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya”, ungkapnya. Lebih lanjut Ketua LP2M UIN SMH Banten secara runut mengatakan bahwa “ini adalah pertemuan yang kelima bersama masyarakat Desa Kedung Soka, dan saya berharap ini bukan pertemuan yang terakhir bersama masyarakat, kita akan berupaya untuk selalu hadir bersama masyarakat tidak hanya di Desa Kedung Soka saja melainkan ke berbagai desa lainnya sebagai bentuk implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat”, pungkasnya.

Kegiatan pelatihan kali ini dibagi menjadi dua sesi praktik, sesi pertama masyarakat Desa Kedung Soka mempraktikkan cara menanam Daun Kelor dan Tumbuhan Obat Keluarga (TOGA) seperti Lidah Buaya. Selain mempraktikkan cara menanam tumbuhan tersebut, Eni Nuraeni, M.Si. narasumber pratik kegiatan disesi pertama juga menjelaskan dan mempraktikkan cara pemanfaatan dan pengolahan Daun Kelor dan Lidah Buaya. Daun Kelor diantaranya dipraktikkan dapat dijadikan aneka minuman atau jus (jus daun kelor) dan masker wajah, sementara Lidah Buaya juga dapat dijadikan sebagai manisan Lidah Buaya.


Foto: Praktik kegiatan pemanfaatan Daun Kelor dan Lidah Buaya

Pada sesi berikunya, tidak kalah menarik dari apa yang telah dilakukan pada sesi sebelumnya. Disesi kedua narasumber lainnya Fina Fitratun Amaliyah, M.Sc. bersama Irham Syarhuddin, S.Hut. mempraktikkan pembuatan komposter menggunakan alat bekas yang ada seperti bekas ember cat dan pipa paralon, sementara bahannya memanfaatkan sampah rumah tangga untuk dapat dijadikan kompos dan pupuk cair. “Limbah rumah tangga yang kita hasilkan setiap hari dapat kita kelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Misalnya, sampah seperti bekas kulit buah, nasi dan sampah organik lainnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos dan pupuk cair”, terang Irham. Selain membuat komposter sebagai alat untuk membuat kompos dan pupuk cair, para narasumber sesi kedua juga menjelaskan dan mempraktikkan bagaimana cara memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dapat dimanfaatkan sebagai media untuk budidaya magot.

Foto:Praktik pembuatan Komposter dan Budidaya Magot

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Agus Sukirno, M.Pd. mengungkapkan bahwa “rasa gembira dan berterimakasih pada para narasumber yang telah membagi ilmu kepada masyarakat, ia berharap bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini juga dapat diterapkan dibeberapa desa binaan UIN SMH Banten” ujarnya. Lebih lanjut Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, berterimakasih kepada Ketua LP2M yang hadir membersamai secara langsung kegiatan ini, dan para Tenaga Ahli yang terus berkomitmen membersamai dalam setiap kegiatan PPM, serta para Fasilitator seperti Asyrotul Jannah, S.Pd. dan Dedi Wahyudi, Sos. M.Pd. (Ketua Alumni UIN SMH Banten Desa Kedung Soka) seluruh Mahasiswa KUKERTA Kelompok 8 UIN SMH Banten. “Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan baik. Saya berharap kepada para peserta dapat memahami dan mengaplikasikan materi yang telah disampaikan, agar dapat berguna dan bermanfaat untuk masyarakat sendiri”, pungkasnya.

Diakhir pelatihan Ketua LP2M Mengapresiasi beberapa orang masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan dengan memberikan cindera mata dan kenang-kenangan. “Jangan dilihat dari jumlah dan banyaknya, ini adalah bentuk apresiasi saya sebagai Ketua LP2M kepada bapak dan ibu penerima doorprice dari kami. Semoga ini menjadi pelecut semangat untuk saling mengapresisasi diantara kita semua”, imbuhnya.

Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan hari ini, semua peserta dibagi menjadi lima kelompok yang nantinya mereka akan mempraktikkan secara mandiri berkelompok untuk membuat olahan hasil dari pemanfaatan Daun Kelor dan Lidah Buaya, membuat Komposter yang akan menghasilkan kompos dan pupuk cair, serta mempraktikkan pembudidayaan magot. Hasil kerja kelompok yang dilakukan masyarakat akan ditampilkan dan diberi penilaian oleh tim PPM. Kelompok dengan karya terbaik akan mendapatkan apresisai dari PPM LP2M UIN SMH Banten.

Foto:Semua Peserta dan Narasumber