Home Blog Page 7

Pendampingan Jurnal Geneologi PAI oleh Rumah Jurnal UIN SMH Banten

0

Serang 7 Maret 2023, Rumah Jurnal UIN SMH Banten kembali mendampingi pengelola jurnal Geneologi PAI. Kegiatan pendampingan ini atas inisiasi peneglola jurnal Genologi yang difiasiltasi oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dalam rangka peningkatan kualitas jurnal dan pengembangan kapasitas pengelola jurnal.

Dalam kegiatan pendampingan ini dihadiri langsung oleh Ketua Rumah Jurnal UIN SMH Banten M. Iman Wahyudi, M.Kom didampingi oleh Sekretaris Rumah Jurnal Sumintak, M.Si, anggota Rumah Jurnal Rohman, M.A, dan Ahmad Jamaludin Jambunanda, serta beberapa pengelola Jurnal Geneologi PAI lainnya. Kegiatan diawali dengan melakukan evaluasi diri terkait dengan persiapan Jurnal Geneologi PAI yang akan mengajukan rekareditasi, sebelumnya Jurnal Geneologi PAI terakreditasi Sinta-4.

Ketua Rumah Jurnal memaparakan hal-hal substansi dan teknis pengelolaan terkait dengan poin yang harus dipenuhi dalam melakukan pengajuan reakreditasi jurnal sesuai dengan pedoman akreditasi yang berlaku. Semua pengelola jurnal Geneologi PAI sangat antuasi sekali dalam kegiatan evaluasi diri ini. Lebih lanjut Drs. Saefudin Zuhri, M.Pd (Kaprodi PAI) mengungkapkan bahwa “kami sangat senang sekali teman-teman pengurus Rumah Jurnal dapat hadir memenuhi undangan kami, harapannya sinergi antara peneglola jurnal yang ada di kampus UIN SMH Banten dapat terus dijaga untuk sama-sama saling membesarkan lembaga kita tercinta” ujarnya.

 

Foto: Kegiatan Pendampingan Jurnal Geneologi PAI oleh Rumah Jurnal

Analisis Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik dalam Upaya Mitigasi Bencana di Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang

Peneliti: Elsi Ariani

Tanah longsor pada dasarnya terjadi jika gaya pendorong pada lereng memiliki nilai lebih besar dibandingkan dengan gaya penahannya. Umumnya gaya penahan ditentukan oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah, sedangkan gaya pendorong dipengaruhi dengan besarnya sudut pada lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan. Adapun faktor yang mempengaruhi tanah longsor adalah hujan, lereng terjal, tanah yang kurang padat dan tebal, batuan yang kurang kuat, jenis tata lahan, getaran, susut muka air danau atau bendungan, adanya beban tambahan, pengikisan/erosi, adanya material timbunan pada tebing, bekas longsoran lama, adanya bidang diskontinutas, pengundulan hutan, daerah pembuangan sampah (Rahmawati, 2009). Aktivitas manusia juga ikut memicu terjadinya longsoran ini. Ketika perbukitan/pegunungan tidak memiliki pohon yang memiliki akar kuat, maka daerah tersebut sering mengalami tanah longsor.

Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu lokasi yang rawan mengalami tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mengatakan bahwa setidaknya terdapat 18 wilayah di Kabupaten Pandeglang berpotensi longsor, yaitu Kecamatan Angsana, Cadasari, Carita, Cibaliung, Cibitung, Cigeulis, Cikeusik, Cimanggu, Cipeucang, Jiput, Mandalawangi, Munjul, Panimbang, dan Picung. Potensi gerakan tanah atau longsor diperparah dengan terjadinya curah hujan di atas normal (tinggi).

Pada tanggal 7 Februari 2018 dalam Kabar Banten menyatakan bahwa telah terjadi longsor sepanjang 17 meter yang mengakibatkan Jalan Kaduengang, Kecamatan Cadasari terputus. Menurut penuturan warga lokasi longsor tersebut dekat dengan Pondok Pesantren dan jika tidak segera untuk diperbaiki maka akan membahayakan bangunan Pondok Pesantren tersebut. Berdasarkan dampak yang terjadi akibat tanah longsor, maka perlu dilakukan mitigasi bencana sebagai upaya meminimalisir dampak yang disebabkan oleh tanah longsor. Walaupun wilayah tanah longsor sudah terpetakan, namun bencana ini sulit diprediksi waktu dan kejadiannya karena terjadi secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis bidang lincir tanah longsor lebih mendalam, sehingga masyarakat dapat bersiap menghadapi bencana ini.

Analisis bidang gelincir dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik. Bidang gelincir ditinjau dari nilai resistivitas pada tiap lapisan dan untuk mengetahui struktur dan pelapisan tanah bawah permukaan di daerah Kuduengang Kecamatan Cadasari. Eksplorasi geolistrik tahanan jenis dapat memberikan informasi variasi perubahan harga resistivitas arah vertikal dan lateral (Akmam: 2006: 194). Metode ini cenderung efektif digunakan dalam eksplorasi bersifat dangkal berkisar hingga 100 m.

Hasil yang diperoleh melalui metode ini yaitu merupakan pengukuran arus dan beda potensial pada tiap jarak elektroda yang telah ditentukan yang berguna dalam menentukan berbagai jenis harga tahanan jenis atau resistivitas lapisan di bawah titik ukur (sounding point). Penelitian ini menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger dengan menggunakan dua buah elektroda arus dan dua buah elektroda potensial dengan jarak spasi elektroda arus lebih besar jika dibandingkan elektroda potensial.

Menurut peta geologi wilayah penelitian yaitu di Desa Kaduengang Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang, wilayah ini termasuk pada kala Halosen dengan deskripsi batuan volcanic, breccia, lava, tuff, and undifferentiated lahar. Penelitian ini menggunakan alat IRES T300F dengan menggunakan 3 buah lintasan, yaitu lintasan satu terdiri daru titik GS1 dan GS2, lintasan dua terdiri dari titik GS3 dan GS4 serta lintasan ketiga terdiri dari titik GS5 dan GS6. Masing-masing lintasan berlokasi di Kampung Baru dan Kampung Mesjid. Data diperoleh secara langsung dan pengolahan data dibantu dengan software IP2Win.
Berdasarkan temuan yang didapatkan pada lokasi penelitian diperoleh nilai resistivitas maksimum dan minimum masing-masing lintasan yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Dengan menggunakan software IP2Win kita dapat mencitrakan hasil pengukuran nilai resistivitas semu dari dua titik untuk setiap lintasan dan diperoleh penampang 2 dimensi, berikut hasilnya:

Berdasarkan gambar di atas dan data geologi di wilayah Kaduengang dapat digolongkan menjadi 3 lapisan batuan yang terjadi, yaitu lapisan lempung/clay yang tipis dengan nilai resistivitas 100 ohm meter di bagian atas, kemudian diikuti oleh lapisan batuan breksi dengan nilai resistivitas berkisar 180 ohm meter serta lapisan ketiga adalah shale atau batu serpih yang memiliki nilai resistivitas 650 ohm meter.

Berikutnya pada pseudo cross section lapisan kedua ditafsirkan lapisannya sebagai berikut: lapisan pertama merupakan lapisan clay/lempung dengan ketebalan hingga 12 meter dengan nilai resistivitas sebesar berkisar hingga 80 Ωm. Selanjutnya terdapat lapisan batuan breksi dengan nilai resistivitas berkisar 150 Ωm dengan ketebalan mencapai 8 m. Selanjutnya juga terdapat lapisan yang diperkirakan merupakan batuan shale dengan nilai resistivitas berkisar 162 Ωm dengan ketebalan 5 m.

Selanjutnya pada lintasan ketiga dapat diperkirakan lapisan sebagai berikut: berdasarkan pseudo cross section pada lapisan atas terdapat lapisan lempung/clay dengan nilai resistivitas 85 Ωm dengan ketebalan 5 m. Kemudian di bawah lapisan ini terdapat lapisan batuan dengan nilai resistivitas 100 Ωm yang diperkirakan merupakan batuan breksi dengan ketebalan mencapai 2 m. Di bawah lapisan ini dengan nilai resistivitas 580 Ωm dan ketebalan hingga 20 m diperkirakan merupakan lapisan shale/serpih.

Berdasarkan hasil interpretasi di atas maka dapat diperkirakan yang menjadi bidang gelincir adalah batuan breksi yang memiliki resistivitas berkisar 100 hingga 180 ohm meter. Batuan breksi merupakan salah satu batuan jenis sedimen klasik yang terbentuk dari pelapukan batuan beku. Butirannya lebih kasar dari 2 mm. Terdapat beberapa fenomena geologis yang dapat memicu proses pembentukan batuan breksi, diantaranya:

  1. Intrussion related breccia, merupakan pembentukan batuan breksi dengan gerakan instrusi magma yang menjadi penyebabnya,
  2. Strike, slip fault, related breccia adalah yang disebabkan oleh sesar yang relative mendatar,
  3. Discollusion collaps breccia, yaitu pembentukan batuan breksi dikarenakan adanya runtuhan di rongga gua (default, 2016).

Hal ini sesuai dengan peta geologi yang terdapat pada Desa Kaduengang yang merupakan batuan dari kala Holosen dan merupakan batuan vulkanik karena berlokasi di wilayah gunungapi tipe B yaitu gunung Karang.

Media Baru, “Cuan”, dan Gaya Hidup: Persepsi dan Motivasi Pasar Modal di Kalangan Muslim Milenial D.I. Yogyakarta dan Jawa Timur

Peneliti: Umi Kultsum dan Henny Saraswati

Perkembangan media baru, antara lain media sosial, internet, smartphone, semakin memudahkan masyarakat mendapat informasi mengenai berbagai hal termasuk investasi. Investasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui pasar modal. Dewasa ini, pasar modal mengalami perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah emiten dan investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada 2020 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertambah 51 sehingga total menjadi 713 dan jumlah investor meningkat sebesar 55,83% dengan jumlah investor individu 3.838.784 dan investor institusi 32.464 (KSEI, 2021).

Hal ini juga tidak terlepas dari peran Self-Regulatory Organizations (SRO) yang meliputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang aktif melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai literasi keuangan pasar modal kepada masyarakat. Selain itu adanya fatwa Majelis Ulama Indoesia (MUI) mengenai Pasar Modal Syariah juga semakin menguatkan masyarakat, terutama masyarakat muslim, untuk ikut serta berinvestasi di pasar modal. Tingginya investasi masyarakat di pasar modal terutama didominasi oleh kalangan milenial (KSEI, 2021) dan mengingat mayoritas masyarakat Indonesia merupakan muslim maka jumlah investor dari kalangan milenial muslim di pasar modal menempati posisi teratas.

Penelitian yang relevan telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Robb dan Woodyard (2011) menguji hubungan antara pengetahuan finansial individu, kepuasan sistem keuangan, dan variabel demografis terhadap perilaku keuangan menggunakan analisis multiple regression, hasil penelitian menyatakan bahwa pengetahuan keuangan memengaruhi perilaku keuangan. Variabel lain yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan antara lain kepuasan sistem keuangan, pendapatan, pendidikan, usia, ras, dan etnis. Kajian lain oleh Kemu (2017), Otoritas Jasa Keuangan (2020), Pangestika dan Rusliati (2019), dan Pebrianto (2015) juga menyatakan bahwa literasi keuangan dipengaruhi oleh pendapatan, pendidikan, dan usia. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan perkembangan literasi keuangan di kalangan kaum muda milenial semakin meningkat dan memperlihatkan tren positif setiap tahunnya.

Heimer dan Simon (2012), Lubis dkk (2020), dan Nugraha (2019), menunjukkan bahwa media sosial mampu menjadi alat propaganda efektif yang mampu membingkai konsepsi masyarakat, mempromosikan, hingga memobilisasi massa untuk mencapai suatu tujuan. Paul dan Uikey (2017), Rajeswari (2017), selain memberikan pengaruh signifikan terhadap literasi pasar modal, media baru juga memberikan pengaruh yang sangat penting dalam perubahan gaya hidup kalangan milenial. Martin, Lewis, dan Sinclair (2013), Desira (2013) serta Rahmawati (2013), melihat gaya hidup terfokus pada apa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Beberapa hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa pemerintah, korporasi, dan aktor-aktor lainnya turut memberikan dorongan kepada masyarakat untuk mengonsumsi barang maupun simbol sebagai identitas gaya hidup tertentu yang sedang tren.

Jika dikaitkan dengan penelitian ini, penelitian-penelitian sebelumnya masih memberikan informasi fragmentatif dan terpisah-pisah. Sehingga perlu ada penelitian yang terintegrasi terkait media baru, cuan, gaya hidup, persepsi, dan motivasi pasar modal di kalangan muslim milenial. Penelitian ini dilakukan di D.I. Yogyakarta dan Jawa Timur yang masyarakatnya memiliki tingkat literasi keuangan tinggi yaitu 58,53% dan 48,95% (OJK, 2020). Masyarakat D.I. Yogyakarta dan Jawa Timur memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi jika dibandingkan dengan beberapa daerah lainnya. Hal ini karena karakteristik masyarakat yang open mind sehingga menyebabkan mereka mudah menyerap informasi dan mencoba hal-hal yang baru.

Penelitian ini menjelaskan peran media baru dalam mengedukasi kalangan muslim milenial mengenai pasar modal, peran serta kalangan muslim milenial dalam penyebaran informasi terkait pasar modal, dan peran gaya hidup dalam pengambilan keputusan berinvestasi kalangan muslim milenial di pasar modal. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan mengenai persepsi dan motivasi yang mendasari kalangan muslim milenial berinvestasi di pasar modal.

Dalam prosesnya, peneliti melakukan observasi langsung terhadap kalangan muslim milenial berusia 22-41 tahun di D.I. Yogyakarta dan Jawa Timur dengan teknik pengambilan partisipan secara purposive. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan data kuantitatif yang berasal dari data primer (kuesioner, observasi lapang, wawancara) dan data sekunder (kajian literatur, data yang relevan dari instansi terkait). Metode RCT (Rational Choice Theory) digunakan untuk membantu menganalisis pilihan-pilihan objek penelitian ketika mereka memutuskan untuk berinvestasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media baru berperan dalam mengedukasi kalangan muslim milenial mengenai pasar modal. Mereka mudah memperoleh informasi dan mudah ikut serta berinvestasi di pasar modal. Selain itu sebagian kalangan muslim milenial juga turut menyebarkan informasi terkait pasar modal, namun sebagian besar lain tidak turut menyebarkan karena berbagai pertimbangan seperti kekhawatiran keuntungan tidak sesuai harapan maupun kekhawatiran terjadi kerugian.

Gaya hidup juga berperan bagi kalangan muslim milenial untuk turut berinvestasi di pasar modal. Tingginya kalangan milenial yang berinvestasi di pasar modal mendukung kalangan milenial lain di lingkungannya ikut serta berinvestasi. Persepsi yang mendasari kalangan muslim milenial berinvestasi di pasar modal sebagian karena diperbolehkan sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai Pasar Modal Syariah. Namun tidak semua memiliki persepsi demikian, sebagian lainnya tidak mempertimbangkan keberadaannya. Adapun motivasi yang mendasari kalangan muslim milenial berinvestasi di pasar modal bervariasi, sebagian karena menginginkan cuan (keuntungan), memiliki diversifikasi (portofolio) investasi, serta mengikuti gaya hidup di lingkungannya.

Peran Fatayat NU dalam Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Provinsi Banten

Peneliti: Nadia Nurfitria

Memasuki zaman Millenial yaitu zaman semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Era ini kita dihadapkan dengan berbagai realitas, yakni realitas sosial dan realitas virtual. Keduanya hadir bersamaan dan mampu mempengaruhi corak masyarakat, termasuk generasi muslim di Indonesia imbasnya dampak ini membuat mereka terbuka terhadap arus informasi yang ada sehingga memposisikan mereka rentan terhadap intoleransi dan bahkan radikalisme keagamaan (Rita Pranawati, 2021).

Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa lingkungan yang sarat dengan teknologi komunikasi dan informasi turut mengubah pola keagamaan, baik pada tataran pemahaman maupun praktik. BNPT, BIN dan Setara Institute, PPIM, Convey, CSRC, Litbang Kemenag menyatakan adanya peningkatan intoleran dan ektrimisme di kalangan muslim millenials. Adapun indikator ekstremisme dan intoleran tersebut antara lain (1) adanya paham dan ideologi transnasional yang menginisiasi negara Islam dengan sistem khalifah (2) adanya sikap saling mengafirkan diantara mereka yang berbeda, baik pemahaman maupun praktik keagamaan dan (3) melarang toleransi beragama dan menjalin harmonisasi dengan pemeluk agama lain. (Alex Schmid, 2015)

Beberapa aksi teror di Indonesia yang melibatkan generasi milenial, diketahui bahwa seorang anak muda berusia 18 tahun menjadi pelaku tindakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott tahun 2009. Selain itu, pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan tahun 2019, termasuk dalam kalangan milenial. Yaitu dengan inisial RMN masih berusia 24 tahun. Tragedi di Gereja Katedral Makassar tahun 2021 saat meledakkan diri dengan istrinya pun masih berusia 26 Tahun. Tragedi yang melibatkan generasi milneial ini menjadi sebuah ironi perempuan dan anak yang biasanya menjadi korban, mulai bergeser menjadi pelaku utama. Sifat alamiah perempuan yang penuh kasih dan lembut, nyatanya mudah didokrin menjadi pelaku perbuatan ekstrmisme dan terorisme (Detik.com, 2021).

Fatayat Nahdataul Ulama atau disebut Fatayat NU merupakan organisasi massa perempuan yang mengajak kepada para pengurus dan anggotanya untuk menerapkan sikap Moderatisme (tawasuth). Langkah Fatayat NU dalam mengarusutmakan Nilai-nilai dan konsepsi moderasi beragama sesuai dengan kandungan QS. Al-Baqarah: 143 yang menyatakan bahwa umat terbaik adalah umat yang moderat,yang menempatkan posisi tengah di antara dua ekstrem.

Mengadakan Workshop Moderasi Beragama Fatayat Nadhatul Ulama (NU) Kota Serang mengadakan kegiatan Workshop Kampanye Moderasi Beragama yang dilaksanakan di Aula Pimpinan Wilayah Nadhatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten, Selasa, 19 Juli 2022. Kegiatan Workhop Moderasi Beragama ini merupakan kerjasama Antara Fatayat NU Kota Serang bersama Kementerian Agama RI workshop ini mengusung tema membangun solidaritas antar organisasi perempuan Banten dalam menerapkan paham moderasi beragama.

Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan PWNU Banten, Ketua PW Fatayat NU Banten, dan MUI Kota Serang, peserta dalam kegiatan ini di ikuti oleh 100 orang yang terdiri dari Fatayat NU se-Kota Serang, Muslimat NU Kota Serang, GP ANSOR Kota Serang, serta Organisasi Kemahasiswaan se-Kota Serang seperti Kopri, Kohati. Fatayat NU berusaha membimbing perempuan untuk menggali segala potensi aktif di dalam dirinya, bahkan diarahkan supaya berusaha menimbulkan potensi-potensi baru, yang pada akhirnya dapat bermanfaat untuk masyarakat Serang, Banten.

Mengadakan Webinar Kebangsaan Moderasi Beragama
Dalam upayanya menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama Fatayat NU Banten Mengadakan Webinar Kebangsaan & Shalawat Bersama dengan mengusung Tema : Kiprah Perempuan Muda Menuju Moderasi Beragama dan Indonesia Maju. Acara ini diadakan dalam rangka memperingati hari Santri dan Sumpah Pemuda. Kegiatan seperti workshop, Webinar dan seminar-seminar bertemakan Moderasi Beragama ini di latar belakangi oleh adanya fakta di lapangan menunjukkan bahwa perempuan masih rentan menjadi korban dalam kekerasan, rentan terhadap paham ideologi intoleran, kurangnya akses pendidikan dan lemahnya peran perempuan di lembaga pemerintahan. Juga dengan maraknya isu-isu radikalisme, gerakan-gerakan yang mengatasnamakan kelompok tertentu, semakin hari semakin tumbuh subur dan secara terang-terangan menyuarakan ideologi mereka.

Munculnya kelompok ekstrem yang kian hari mengembangkan sayapnya ini difaktori oleh sensitifitas kehidupan beragama, masuknya aliran ekstrem dari luar negeri, bahkan permasalahan pemerintahan politik turur andil dalam hal ini. maka munculah istilah Moderasi Beragama. Moderasi beragama merupakan Cara Pandang, Sikap, praktek beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi Martabat kemanusiaan dan membangun kemashlahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang, menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Mengadakan Latihan Kader Dasar
Fatayat NU Kota Serang mengajak perempuan muda melalui Latihan Kader Dasar (LKD). Kemudian dengan kader tersebut perempuan muda Fatayat NU itu akan diberdayakan melalui berbagai macam program. Dalam kaderisasi tersebut, para wanita dididik melalui program kerja seperti pembangunan ekonomi mandiri, merawat tradisi, dan membudayakan pengajian dengan landasan aswaja di masyarakat Kota Serang.

Program utama dalam pengkaderan ini yaitu fokus di bidang keagamaan, seperti pengajian keaswajaannya di lingkungan warga. Kemudian ekonomi kreatif dan menerapkan konsep pendidikan modern, Selain itu, dalam segi pendidikan, Fatayat NU Kota Serang berusaha mengupayakan memberikan beasiswa kepada mahasiswa dan mahasiswi melalui kordinasi yang dibangun dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebanyak 200 Mahasiswi mendapatkan beasiswa jenbgjang Strata 1 (S1) hasil dari Koordinasi Fatayat NU dengan Kemendikbud.

Mengadakan Arisan Literasi Digital Bagi Perempuan
Dalam Menangkal paham Radikalisme di tengah arus globalisasi, Fatayat NU juga mengikuti arus perkembangan digital saat ini, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kota Tangerang Selatan menggelar Seminar Arisan Literasi Digital, pada Sabtu 13 Maret 2022. Seminar yang bertajuk ‘Gerakan Mama Cerdas dalam Memanfaatkan Peluang dan Tantangan Perkembangan Teknologi Digital’ ini diadakan di Taman Wisata Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan.

Acara tersebut diisi oleh Koordinator Literasi Digital Kemkominfo Rizki Amelia, Influencer Arzeti Bilbina Huzaimi, Komisioner KPAI Margaret Aliatul Maimunah, dan Ketua PC Fatayat NU Tangsel Nurul Mudrika. Arisan Literasi Digital ini bukan berbentuk arisan pada umumnya, namun berisi program-program edukasi digital yang diselenggarakan bergilir. Program tersebut dicanangkan sebagai percontohan, yang bertujuan untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia dalam pemanfaatan teknologi digital.

Arisan Literasi Digital merupakan program baru yang dibuat oleh PC Fatayat NU Tangsel. Selain memberi edukasi digital, program ini juga sebagai jembatan untuk memperat hubungan PC Fatayat NU dengan masyarakat Tangsel. Fatayat memiliki peran penting dalam pembangunan di masa pandemi untuk menyelesaikan tantangan persoalan sosial maupun lingkungan. dan sangat peduli kepada masyarakat Tangsel dalam memberikan wadah untuk mengetahui lebih dalam tentang pemahaman digital.

Pembangunan dilakukan dengan kebiasaan normal baru, yakni serba digital. Mengampanyekan Moderasi Beragama sebagai Pemersatu Bangsa Sekretaris Umum Pengurus Pusat Fatayat NU mengajak masyarakat dapat memperkuat moderasi beragama sebagai pemersatu bangsa dengan menonjolkan sikap toleransi, saling menghargai dan menghormati di tengah keanekaragaman perbedaan.

“Meski kita berbeda keanekaragaman, namun tetap satu tujuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), Bangsa Indonesia didirikan bukan negara Islam, tetapi dibangun berdasarkan komitmen dan kesepakatan antartokoh agama Islam, Kristen, Hindu, Katolik dan Budha. Dimana masyarakat Indonesia memiliki keberagaman perbedaan agama, budaya, suku, sosial dan bahasa. Namun, keberagaman itu sebagai anugerah dari Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan keharmonisan dan kerukunan umat”.

Pendirian negara ini di atas keanekaragaman yang berbasis agama, sehingga muncul ideologi Pancasila pada Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Masyarakat Indonesia yang penduduknya beragam-ragam itu menjadi kesatuan bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Fatayat kini memperkuat moderasi beragama hingga ke tingkat daerah agar tidak terjadi intoleran di tengah masyarakat yang memiliki perbedaan keberagaman itu.

Dalam konteks moderasi beragama itu sangat penting untuk dijadikan sebagai sebuah cara pandang (perspektif) dalam beragama. Saat ini, cukup banyak bermunculan kelompok-kelompok intoleran, sehingga berpotensi memecahkan belah persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh ksrena itu, peran tokoh agama dan ormas dapat menjadikan agama sebagai sumber nilai-nilai yang merawat kebehinekaan dan keberagaman. Sebab, agama Islam yang diajarkan Nabi Muhammad begitu toleran dengan cara pandang saling menghargai, menghormati, kerukunan dan kebersamaan dan tidak melahirkan paham radikalisme dan terorisme. Selama ini kerukunan umat di tengah perbedaan keberagaman di daerah Provinsi Banten berjalan baik dan kondusif, sehingga tidak pernah terjadi gesekan sosial. Mereka saling menghargai dan menghormati dengan menonjol sikap toleransi sehingga dapat memperkuat keberagaman untuk kesejahteraan dan mengapresiasi hingga kini kehidupan sosial di masyarakat penuh kedamaian tanpa gesekan sosial.

Ngaji fiqih
Kegiatan Ngaji Fiqih ini di latarbelakangi dengan melihat realita kehidupan sehari-hari masih minimnya kaum perempuan yang kurang faham dan sadar hukum berkaitan dengan hukum fiqih sebagai pedoman hidup dalam beribadah, hal ini menjadikan keprihatinan dan keterpanggilan Pimpinan Cabang Fatayat NU Banten. Sebagai organisasi keagamaan perempuan, Fatayat NU memiliki tanggung jawab terhadap umat khususnya kaum perempuan. Adapun sistem mengajinya kitab dengan sistem bandongan (memaknai kitab kuning) seperti pesantren salaf yang dilanjutkan dengan pertanyaan bagi yang belum faham atau didiskusikan dengan berbagai referensi kitab kuning lainnya dengan penjelasan yang sangat komprehensif yaitu dengan menjabarkan beberapa pandangan dari berbagai Mazhab.

Menyongsong KUKERTA 2023: LP2M UIN SMH Banten Kunjungi IAIN Kendari Sulawesi Tenggara

Kendari-Sulawesi Tenggara, Dalam rangka menyongsong pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Tahun 2023, LP2M UIN SMH Banten melakukan kunjungan ke kampus IAIN Kendari Sulawesi Tenggara dari tanggal 2-4 Maret 2023. Dr. Agus Sukirno, M.Pd selaku Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M UIN SMH Banten mengungkapkan bahwa alasan kenapa IAIN Kendari menjadi tempat tujuan, sebab IAIN Kendari merupakan salah satu penyelenggara Kuliah Kerja Nyata terbaik di lingkungan PTKI se-Indonesia. IAIN Kendari meraih penghargaan sebagai Penyelenggara KKN terbaik antar PTKI se-Indonesia. Penetapan penghargaan tersebut diumumkan pada acara penutupan The 4th International Conference on University Community Engagement (ICON-UCE) di Auditorium IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat pada Selasa, 25 Oktober 2022 tahun lalu.

Lebih lanjut Kapus PPM UIN SMH Banten mengungkapkan bahwa “Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN SMH Banten dalam hal ini yang menangani secara langsung kegiatan KUKERTA sangat termotivasi melihat penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan oleh IAIN Kendari, sebab secara sistematika penyelenggaraan yang dilakukan oleh IAIN Kendari telah berbasis IT, mulai dari pendaftaran, membuat laporan kegiatan harian, dan penilaian semua sudah menggunakan aplikasi KKN Online, serta output yang dihasilkan dari kegiatan KKN IAIN Kendari mendapat dukungan dan respon yang sangat positif dari masyarakat, misalnya salah satu karya mahasiswa KKN IAIN Kendari adalah terkait dengan pengelolaan limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair yang dikembangkan di Kabupaten Konawe Kepulauan, ungkap Dr. Abdul Gaffar, M.Th.I (Kepala Pusat Pengabdian LP2M IAIN Kendari).

Foto: Rombongan LP2M UIN SMH Banten disambut Rektor IAIN Kendari dan Jajaran

Kehadiran LP2M UIN SMH Banten disambut langsung oleh Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd didampingi Ketua LP2M IAIN Kendari Dr. Abdul Gaffar, M.Th.I. Rektor mengungkapkan perasaan senang yang tak terhingga dikunjungi oleh UIN SMH Banten, rektor berharap kehadiran UIN SMH Banten memberikan semangat kepada IAIN Kendari untuk nantinya IAIN Kendari bertransformasi menjadi UIN Kendari. LP2M UIN SMH Banten dalam kunjungannya kali ini diwakili oleh Dr. Ade Fakih Kurniawan, M.Ud (Sekretaris LP2M), Dr. Agus Sukirno, M.Pd (Kapus PPM), Sumintak, M.Si (Tenaga Ahli PPM), M. Iman Wahyudi, M.Kom (Ketua Rumah Jurnal) Hadlani (adminitrasi). Sekertaris mewakili ketua LP2M UIN SMH Banten mengucapkan banyak terimakasih atas sambutan dari LP2M IAIN Kendari yang sangat begitu luar biasa menyambut dengan penuh keramahan dan kehangatan.

Foto: Penandatanganan Perjanjian Kerjasama LP2M UIN SMH Banten dan LP2M IAIN Kendari

Lebih lanjut Dr. Ade Fakih Kurniawan, M.Ud mengungkapkan bahwa sejatinya komunikasi yang dilakukan terkait dengan program aplikasi KKN merupakan salah satu dari beberapa poin kerjasama yang dilakukan antara IAIN Kendari dengan UIN SMH Banten. Adapun nantinya kedua belah pihak bersepakat dalam hal Kerjasama dibidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun poin-poin Kerjasama tersebut sebagaimana tercantum dalam draft Perjanjian Kerjasama pada Pasal 4 Tentang Bentuk Kerjasama adalah sebagai berikut: a) Kerjasama Aplikasi Kuliah Kerja Nyata; b) Program Penelitian dan Pengabdian Kerjasama antara Dosen dan Mahasiswa; c) Program Pembinaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Dua Lembaga; d) Program Penelitian Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi; e) Program-Program Lain yang dianggap perlu oleh kedua belah pihak. Pada kesempatan pertemuan ini juga dilakukan Sharing antar pengurus Rumah Jurnal terkait dengan manajemen dan pengelolaan jurnal bereputasi dan juga melakukan Kerjasama penulisan artikel jurnal untuk mendukung akreditasi jurnal-jurnal yang ada di masing-masing kampus.

Foto: Diskusi Rumah Jurnal UIN SMH Banten dengan Rumah Jurnal IAIN Kendari, menjalin kerjasama dalam dunia perjurnalan

Fasilitiasi Pengembangan Kompetensi Pengelola Jurnal, Rumah Jurnal UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Adakan Ngobrol Sharing Rutin

0

Serang, 3 Maret 2023. Rumah Jurnal UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berusaha untuk meningkatkan reputasi jurnal-jurnal yang ada di lingkungan UIN melalui beberapa program yang direncanakan dilaksanakan secara simultan dalam jangka satu tahun kedepan, salah satunya adalah kegiatan rutin yang diadakan dalam kurun waktu 2 minggguan yakni Ngobrol Sharing (Ngo-Share) antar pengelola jurnal. Kegiatan ini merupakan salah satu media silaturahmi, belajar bersama, curhat dan berbagi antar pengelola jurnal di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan didampingi oleh narasumber yang ahli dibidang perjurnalan.

Pada kegiatan perdananya 2 minggu lalu Rumah Jurnal mandatangkan narasumber dari internal yaitu Dr. Habibi Syahid, MA.Pd. yang biasa di panggil Kang Abe, beliau adalah pegiat jurnal dan merupakan ketua Relawan Jurnal Indonesia (RJI) wilayah Banten, Kang Abe sharing terkait manajemen jurnal yang baik dari mulai artikel disubmit oleh author hingga terbit.

Foto Ngoshare 17 Februari 2023

Flayer Ngoshare 17 Februari 2023

Selanjutnya Jum’at minggu ini, 3 Maret 2023 Ngoshare menghadirkan Narasumber dari eksternal yaitu Dr. Muhamad Mustaqim, S.Pd.I, MM. merupakan Managing Editor Jurnal QIJIS (Qudus International Journal of Islamic Studies) jurnal bereputasi intenasional terindex Scopus Quartile 1 (Q1) membicarakan hal terkait dengan Internasionalisasi Jurnal.

Peserta yang hadir dalam diskusi kali ini dipandu oleh Rohman, M.A (Editor in Chief Kawalu: Journal of Local Culture), peserta yang hadir didominasi oleh para pengelola jurnal yang memiliki “kegilaan” dalam manajemen dan substansi pengelolaan jurnal. Karena memang sejatinya orang-orang pengelola jurnal merupakan orang-orang “gila” yang mau mendedikasikan dirinya kedalam dunia perjurnalan. Peserta sangat antusias dengan tema pada Jum’at minggu ini yaitu “Internasionalisai Jurnal” hal tentu menjadi semangat dan motivasi para pengelola jurnal agar jurnal yang dikelola bisa tereputasi nasional bahkan internasional.

Foto Ngoshare 3 Maret 2023

Selain kegiatan rutin yang diselenggarakan, Rumah Jurnal yang merupakan kepanjangan tangan dari Pusat Penelitian dan Publikasi di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memiliki program pemberian penghargaan bagi jurnal-jurnal dilingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang memiliki manajemen dan substansi artikel yang baik dengan indikator penlialain yang akan dilakukan melalui pihak eksternal dengan total Hadiah 20 Juta Rupiah, hal ini dilakukan sebagai stimulus motivasi para pengelola jurnal dalam pengelolaannya, ketika proses pengelolaan dilakukan dengan baik maka insya Allah akan menghasilkan yang baik pula.

Podcast Ngomongin Diri: Media Edukasi dan Literasi Kesehatan Mental Mahasiswa

Peneliti: Ahmad Rofi Suryahadikusumah

Prevelensi permasahalan kesehatan mental pada mahasiswa kian meningkat. Mahasiswa atau individu pada usia dewasa muda merupakan golongan yang rentan dengan masalah gangguan mental dibandingkan masyarakat umum. Hal tersebut sejalan meningkatnya juga aktivitas mahasiswa dalam mencari informasi terkait kesehatan mental melalui internet dan sosial media. Seringkali mahasiswa mengakses konten-konten kesehatan mental melalui Instagram. Berdasarkan pencarian kata kunci pada aplikasi intagram, ditemukan 297.000 unggahan dengan kata kunci kesehatan mental (#Kesehatanmental). Sayangnya informasi di sosial media terkait kesehatan mental tidak selalu valid, dan memungkinkan terjadinya self-diagnose yang dilakukan mahasiswa.

Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti mengembangkan Podcast yang dinamai “ngomongin diri” sebagai alternatif dalam edukasi dan pengembangan literasi kesehatan mental mahasiswa, khususnya di UIN Sultan Maualana Hasanuddin Banten. Podcast merupakan media yang efektif dan menarik untuk melakukan kegiatan psikoedukasi, serta mempromosikan pertumbuhan dan perubahan positif pada masyarakat.

Belakangan ini, podcast kesehatan mental mulai meningkat jumlahnya dan sekarang memunculkan berbagai macam topik, sudut pandang, dan tingkat pengalaman profesional. American Counseling Association pun mengakuti podcast sebagai sumber daya yang tepat waktu untuk meningkatkan kesadaran di antara masyarakat dan konsumen tentang manfaat yang diberikan oleh profesi konseling.

Podcast “ngomongin diri” dikembangkan berdasarkan survey kepada mahasiswa UIN Banten terkait persoalan kesehatan mental yang ingin dibahas. Umumnya mahasiswa menginginkan konten terkait mengatasi kecemasan, stress, insekuritas, dan menghadapi quarter life crisis. Podcast “ngomongin diri” dapat disimak melalui platform spotify / klik tautan Ngomongin Diri | Podcast on Spotify .

Setiap episode pada Podcast Ngomongin Diri diracik dalam format microcast. Podcast yang disusun memiliki durasi kurang lebih 10 menit, jika berupa dialog sekitar 20 – 30 menit. Namun untuk memastikan agar podcast yang dibuat lebih tepat sasaran perlu dilakukan survey khusus mengenai durasi yang paling nyaman bagi target pendengar podcast.

Sebagai media edukasi dan pengembangan literasi kesehatan mental, Podcast Ngomongin Diri berdampak kepada peningkatan dua aspek literasi kesehatan mental yaitu knowledge dan Resource. Knowledge (pengetahuan) merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi dengan benar ciri-ciri gangguan kesehatan mental, serta memiliki pengetahuan mengenai cara -cara untuk memelihara kesehatan mental dengan baik. Resource (sumber daya) berkaitan dengan kemampuan untuk meningkatkan kemampuan memelihara kesehatan mental dan manajemen diri individu.

Perubahan pengetahuan mengenai gejala kesehatan mental yang dituju pada konten podcast Ngomongin Diri antra lain sebagai berikut.

1. Memahami mental yang sehat
Pemahaman umum masyarakat mengalami gangguan mental adalah sama dengan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Bagi generasi muda, mental yang tidak sehat ketika mereka merasakan stress dan frustasi. Melalui konten podcast, pendengar dikonstruksi pemahamannya bahwa mental yang tidak sehat atau terganggu saat seseorang mulai tidak produktif dan tidak selaras antara perilaku, pemikiran dan perasaan. Dengan demikian pendengar dapat membedakan dengan baik kondisi mental yang sehat dan terganggu.

2. Memahami kecemasan yang wajar
Pada konten ini, pendengar diberikan informasi mengenai perbedaan panic dan cemas. Terdapat kekeliruan bahwa kecemasan merupakan situasi yang harus dihindari, padahal sebaliknya. Perubahan yang diharapkan dari konten ini adalah pendengar dapat memahami sumber kecemasan yang biasa ditemui, taraf rasa cemas yang dimiliki, dan berani untuk belajar menghadapi kecemasan yang dirasakannya.

3. Memahami Stress
Stres sebenarnya sebuah istilah yang umum di kalangan masyarakat. Namun belakangan terdapat istilah “kena mental”. Kesan yang muncul dari penggunaan istilah tersebut adalah stes merupakan kondisi yang membahayakan. Pada podcast ngomongin diri pendengar diajak memahami kembali konsep stress dan distress, serta strategi coping. Pendengar pun diajak untuk memahami mekanisme umum yang dilakukan seseorang ketika menghadapi situasi stress.

4. Memahami insekuritas
Insekuritas merupakan isu yang sedang ramai dibahas oleh millenial dan generasi Z. Kekeliruan yang sering muncul adalah insekuritas dikaitkan dengan kurangnya percaya diri. Hakikatnya insekuritas bukan hanya perasaan tidak percaya pada ketidak mampuan, tapi diikuti oleh cemas, kekalutan, yang berujung pada rasa tidak aman. Podcast ngomongin diri mencoba meluruskan pemahaman tentang isekuritas, agar pendengar tidak mudah memandang diri sebagai seorang yang lemah, dan lebih resilien.

5. Memahami Quarter Life Crisis
Sama halnya dengan topik di atas, quarter life crisis pun menjadi topik yang hangat dibicarakan. Dalam episode ini bukan hnya pendengar memahami quarter life crisis, tapi juga memahami di usia 20an akan semakin banyak konflik yang dialami oleh
seseorang. Dengan memiliki pemahaman tersebut pendengar akan lebih siap memasuki usia paruh baya, dan memiliki kesadaran bahwa konflik yang terjadi adalah suatu hal yang wajar. Pendengar pun memiliki pemahaman tentang strategi resolusi konflik yang dapat dilakukan pada fase tersebut.

Kemudahan dalam untuk mengenali gejala gangguan mental, merupakan kekuatan utama podcast dalam meningkatkan literasi kesehatan mental. Selain itu minat yang tinggi terhadap topik- topik kesehatan mental menunjukkan podcast berpeluang sebagai media peningkatan literasi kesehatan mental. Pengembangan konten terus dilakukan , agar mahasiswa memiliki kesadaran akan kondisi mentalnya, dan memiliki keterampilan dasar ketika menghadapi persoalan kesehatan mental. Dengan demikian prevelensi terjadinya persoalan kesehatan mental pada mahasiswa dapat dicegah sejak dini.

Pelatihan English for Tourism untuk Menghadapi New Normal Covid-19

0

Peneliti: Yayu Heryatun dan Tri Ilma Septiana

Sektor pariwisata berkontribusi sebagai penyumbang devisa terbesar kedua Indoensia setelah kelapa sawit dan menjadi inti perekonomian (core economy) negara(Maharani & Mahalika, 2020; Raharjana, 2012). Kontribusi sektor parwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2019 yaitu sebesar 4,8%, jumlah ini meningkat 0,30 poin dari tahun sebelumnya yaitu 4,5% (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2020). Peningkatan ini didukung oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik serta bertambahnya jumlah investasi di sektor pariwisata (B. A. Utami & Kafabih, 2021). Selain itu, sektor pariwisata juga merupakan usaha padat karya (labour intensive) dimana 13,8 juta lapangan pekerjaan disediakan oleh sektor pariwisata atau setara dengan 1 dari 9 pekerjaan yang tersedia di Indonesia (Pambudi et al., 2020; Sanaubar et al., 2017; Surwiyanta, 2021).

Namun, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada awal tahun 2020 berdampak sistemik pada seluruh aspek kehidupan termasuk sektor pariwisata. Karena sektor ini selain menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja namun juga memiliki dampak turunan (multiplier effect) yang terbentuk dibawahnya seperti transportasi, travel, penyedia akomodasi, pengolahan makanan dan minuman, reparasi motor dan mobil, pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran (Aji et al., 2018; Anggarini, 2021).

Merespon kondisi pandemi Covid-19, berbagai paket kebijakan telah digelontorkan oleh Pemerintah Indonesia dalam rangka mengakselerasi kinerja sektor pariwisata agar kembali dapat menarik kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Untuk mendukung berbagai paket kebijakan tersebut, Kemenparekraf juga telah mengeluarkan beberapa langkah strategis untuk memulihkan sektor pariwisata. Adapun langkah-langkah tersebut antara lain: (1) mempersiapkan destinasi wisata; (2) membangun infrastruktur konektivitas yang kompetitif dengan negara- negara lain; (3) implementasi dan monitoring penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) di daerah; (4) menciptakan dan membangun daya tarik wisata; (5) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja ekonomi kreatif; dan (6) meningkatkan kuantitas dan kualitas produk ekonomi kreatif.

Dari langkah strategis diatas, peningkatan kualitas SDM pramuwisata menjadi fokus utama dari studi ini. Karena SDM memiliki peran yang vital dalam mengembangkan industri
pariwisata di suatu daerah (Eka Atmaja & Ratnawati, 2020; Nandi, 2016; Setiawan, 2016). Oleh karena itu, Pendidikan atau pelatihan kepariwisataan menjadi salah satu elemen terpenting dalam mengembangkan potensi kepariwisataan di suata kawasan wisata, karena sektor pariwisata membutuhkan pekerja yang terampil.

Secara terperinci, studi ini bertujuan untuk: (1) memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada pramuwisata pemula yang tergabung dalam HPI Kota Serang dengan materi pembahasan yang bersifat tematik seperti: the latest trend of the tourism industry, pick up tourist at the airport, booking hotel, guiding tourist in destinations and shopping centre, restaurant reservation, dan handling tourist complaints; (2) memberikan pengetahuan yang holistik kepada pramuwisata pemula khususnya yang berkenaan dengan new trend of tourism industry and hospitality di masa Pandemi Covid-19.

Untuk mencapai tujuan tersebut, studi ini memanfaatkan penelitian partisipatif berbasis masyarakat (Community Based Participatory Research, CBPR) karena model penelitian ini memungkinkan terjadinya kolaborasi antara dunia pendidikan dan komunitas dalam suatu kegiatan penelitian untuk mencapai tujuan bersama (Susilawaty et al., 2016). Pemilihan CBPR juga didasari dari persoalan rendahnya kompetensi bahasa Inggris pramuwiswa yang berada di bawah naungan HPI Banten. Berdasarkan hasil interview dengan Chatibul Umam, Ketua HPI Banten (02/06/2022) diperoleh informasi yaitu “dari 79 tour guide yang tergabung di HPI Banten, mungkin hanya 50% saja yang dapat berbahasa Inggris dengan baik dan fasih”.

Pada dasarnya, kegiatan pelatihan English for Tourism yang telah diberikan selama enam pekan hanya bersifat pelengkap (compelemtary) kompetensi pramuwisata lainnya (e.g., pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Oleh karena itu, untuk dapat diakui sebagai pramuwisata profesional bertaraf nasional, pramuwisata harus mengikuti tes kelayakan yang dilakukan oleh Badan Nasional Akreditasi Profesi Pramuwisata Nasional (Lewier et al., 2021). Namun, pelatihan tersebut sedikit banyaknya telah berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris pramuwisata pemula dalam penguasaan keterampilan komunikatif, pemahaman menyimak percapakan sederhana dan monolog singkat bahasa Inggris, penguasaan perbendaharaan kata, serta pengetahuan umum tentang seluk beluk tren industri pariwisata saat ini.

Ringkasnya, studi ini hanya terbatas pada pemberian pelatihan English for Tourism untuk meningkatkan kemampuan kompetensi Bahasa Inggris bagi pramuwisata pemula yang tergabung dalam HPI Banten. Namun, studi ini merekomendasikan kepada peneliti lainnya untuk mengadakan sebuah kajian industri pariwisata dari sudut pandang yang berbeda seperti keterlibatan generasi millennial dalam mempromosikan destinasi wisata melalui pembuatan konten digital yang menarik, upaya pemerintah dan swasta dalam mengembangkan model pariwisata alternatif di masa normal baru, pengembangan aplikasi pembayaran non-tunai (cashless) yang dapat diaplikasi dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, atau optimalisasi MICE dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Masa Depan Cryptocurrency

0

Peneliti: Trisna Taufik Darmawansyah

Sejak peluncuran Bitcoin pada 2009, teknologi blockchain dan cryptocurrency telah berkembang pesat. Satu dekade kemudian, teknologi buku besar terdistribusi (ledger) dan cryptocurrency membentuk kembali cara bisnis beroperasi, menawarkan sejumlah manfaat termasuk peningkatan efisiensi dan biaya transaksi yang lebih rendah. Namun, seperti semua teknologi baru, blockchain dan cryptocurrency bukan tanpa risiko. Volatilitas harga dan ancaman keamanan siber menimbulkan hambatan besar untuk adopsi yang lebih luas, sementara pemerintah dan badan pengatur berjuang untuk mengimbangi laju perubahan yang cepat.

Ada banyak indikator yang menunjukkan bahwa cryptocurrency memiliki masa depan yang cerah. PayPal memberi pengguna kemampuan untuk membeli mata uang digital dan menggunakannya untuk melakukan pembayaran. Kartu kredit Mastercard dan Visa juga tersedia. Dan tidak ada salahnya jika Elon Musk, “TechnoKing” sendiri, terus mendorong aset digital seperti Bitcoin (BTC).

Tapi seperti apa masa depan cryptocurrency?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, mari kita lihat peluang dan tantangan yang menunggu industri blockchain.

Peluang apa yang ada di depan untuk cryptocurrency?
Ada banyak peluang yang tersedia di pasar cryptocurrency. Pasar ini menunjukkan banyak potensi dan kemungkinan. Berikut adalah beberapa kasus penggunaan crypto dan menunjukan pertumbuhan yang signifikan di masa depan.

Perbankan dan Lembaga Keuangan
Teknologi Blockchain merupakan ancaman sekaligus peluang bagi sistem keuangan saat ini. Apakah sistem keuangan saat ini tetap relevan akan tergantung pada seberapa bersedia untuk mengambil keuntungan dari kemungkinan yang ada dalam ruang kripto. Kenyataannya, sudah lama industri perbankan mengalami ancaman yang nyata, sehingga yang pertama mengadopsi blokchain akan menjadi yang terdepan. Itu juga mengapa bank tradisional yang menolak untuk mengakui kemungkinan di dunia blockchain sudah tertinggal.

Salah satu fitur utama dari blockchain adalah kemampuannya untuk mengurangi kesalahan sekaligus meningkatkan transparansi. Semua transaksi yang terjadi di ekosistem blockchain tidak dapat diubah dan dapat dilihat secara real-time. Hasilnya, dapat membantu meningkatkan pemantauan dan pelaporan regulasi yang dilakukan oleh bank sentral.

Selain itu, cryptocurrency dapat membantu dalam melaksanakan kontrak keuangan. Dengan menggunakan smart contract (kontrak pintar), bank dapat membuat perjanjian yang secara otomatis dijalankan ketika parameter tertentu terpenuhi. Ini sangat membantu untuk transaksi keuangan yang kompleks. Karena sifat blockchain dan kontrak pintar, aturan yang tidak dapat diubah dibuat, dan transaksi diselesaikan secara otomatis.

Adopsi Pengguna
Bisa dibilang peluang terbesar yang ada untuk masa depan cryptocurrency adalah adopsi pengguna. Diperkirakan hanya 4.45% orang di Indonesia yang menggunakan atau memegang cryptocurrency dalam kapasitas apa pun. Itu berarti bahkan aset kripto populer seperti Bitcoin, Ethereum, dan USDT masih jarang dimiliki. Akibatnya, ada sejumlah besar potensi adopsi pengguna di masa depan untuk pasar kripto.

Sementara dompet pertukaran (wallet) seperti indodax memimpin dalam pasar ini, masih ada banyak ruang untuk pertumbuhan. Sayangnya, pasar masih dipandang tidak stabil karena volatilitasnya. Namun, karena semakin banyak investor bergabung, semakin kecil kemungkinan kita akan melihat pasang surut besar-besaran yang dikenal pasar crypto. Pasar akan melihat pertumbuhan yang signifikan dengan pengaruh lebih lanjut oleh para pemimpin opini utama seperti Elon Musk (CEO Tesla) dan Mark Cuban (pemilik Dallas Mavericks) terus menciptakan cara untuk mengintegrasikan cryptocurrency ke dalam masyarakat kita.

Pembayaran dan Transaksi
Pembayaran dan transaksi berjalan seiring dengan adopsi pengguna. Karena semakin banyak orang membeli cryptocurrency, semakin mereka ingin dapat melakukan pembayaran dan membeli barang dan jasa dengan kripto. Mata uang Fiat masih berlaku, tetapi jika menyangkut kecepatan terjadinya transaksi internasional, Anda akan kesulitan menemukan metode yang lebih baik daripada kripto.

Tantangan apa yang akan dihadapi cryptocurrency?
Bahkan dengan semua kemungkinan dan potensi crypto, masih ada banyak tantangan yang akan dihadapi industri kripto. Berikut adalah beberapa hambatan yang mungkin menghalangi pertumbuhan dan adopsi cryptocurrency.

Peraturan yang menyulitkan
Ini adalah rintangan signifikan yang harus diatasi kripto. Bank dan regulator pemerintah ingin mengontrol cryptocurrency melalui undang-undang dan aturan yang mewajibkan verifikasi pengguna. Ini agak tidak sesuai dengan tujuan cryptocurrency yaitu anonimitas. Sejalan dengan itu, negara-negara seperti India dan China sedang mempertimbangkan untuk melarang cryptocurrency sepenuhnya. Jenis ketidakpastian dengan pemerintah di seluruh dunia ini pasti akan membahayakan pertumbuhan masa depan dalam pasar kripto.

Keamanan
Tantangan kedua yang dihadapi industri kripto adalah masalah keamanan. Sebagian besar investor crypto secara teratur menggunakan pertukaran online seperti Binance dan Coinbase. Sayangnya, pertukaran ini rentan terhadap potensi peretasan dan serangan malware. Salah satu contoh mencolok dari ini adalah peretasan Mt. Gox. Bencana senilai $ 460 juta ini menunjukkan kekurangan yang ada di bursa kripto. Namun, kami melihat, setelah terjadinya kasus Mt. Gox, platform perdagangan online telah menunjukkan kesediaan untuk meningkatkan sistem keamanan mereka secara signifikan. Mereka tidak sempurna, tetapi mereka jauh lebih baik dari sebelumnya.

Fluktuatif
Terakhir, crypto bisa menjadi pasar yang sangat fluktuatif. Valuasi dan kapitalisasi pasar aset digital dapat berubah secara drastis dari hari ke hari. Jika investor tidak hati-hati, mereka bisa kehilangan banyak uang. Terlepas dari tantangan ini, masa depan cryptocurrency menarik dan penuh potensi. Banyak segmen telah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan, bahkan dalam satu tahun terakhir. Satu area spesifik yang baru-baru ini diluncurkan adalah dunia NFT, atau token yang tidak dapat dipertukarkan.

Non-fungible token (NFT)
NFT adalah item yang unik dan tidak dapat dengan mudah diganti. Dengan NFT, Anda dapat memiliki salinan digital karya seni, musik, dan koleksi lainnya. Pengguna membeli NFT ini dengan crypto dan kemudian dapat menukarnya dengan aset NFT lainnya.

Keuangan Terdesentralisasi (DeFi)
Last but not least dalam daftar kami adalah keuangan terdesentralisasi, atau DeFi. Istilah ini merupakan visi menyeluruh tentang bagaimana melakukan transaksi tanpa memerlukan bank dan perantara terpusat lainnya. Aplikasi DeFi bertujuan untuk menawarkan semua layanan yang ditemukan dengan lembaga keuangan tradisional, tetapi mereka menjadikan layanan ini global, transparan, dan tanpa izin. Meskipun sektor ini masih dalam tahap awal, ada banyak kegembiraan tentang potensi DeFi. Banyak di industri percaya bahwa DeFi dapat mengungguli sistem keuangan tradisional yang ada dalam dekade berikutnya.

Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) di UIN Banten

0

Peneliti: Dr. Yogi Damai Syaputra, M.Pd

Tantangan era revolusi industry 5.0 ilmu pengetahuan dan teknologi melaju dengan sangat pesat, kondisi ini ditandai dengan banyak produk-produk teknologi terbaru yang bermunculan. Teknologi yang popular digunakan pada saat ini adalah handphone/smart phone. Handphone sudah menjadi kebutuhan hidup yang sangat penting bagi seseorang. Handphone dapat memfasilitasi seseorang untuk dapat berkomunikasi dan dapat memberikan tingkat mobilitas yang memungkinkan penggunanya dapat dihubungi setiap saat.

Pengguna smartphone umumnya melihat perangkat seluler mereka sebagai perpanjangan dari diri mereka sendiri. Smartphone memberikan peluang dan kenyamanan bagi pengguna: berbagai kemudahan dapat nikmati, mendapatkan informasi baru, manfaat sosial, kegiatan hiburan dan peningkatan diri. Selain itu, smartphone dapat membantu orang dalam penyelesaian tugas dan perolehan koneksi terus menerus dengan jarak jauh orang lain yang signifikan. Dengan adanya smartphone mobile, para pengguna smartphone ini, memiliki rasa nyaman dan aman dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mereka menjadi aman secara emosional dengan kehadiran smartphone karena dapat mengurangi rasa kesepian dan kebosanan dengan menghabiskan waktu di alat perpesanan online seperti Viber, Whatsapp,Telegram, dll dan bahkan bisa mendapatkan popularitas di jejaring sosial berbasis web seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, situs web Google. Dengan demikian, perangkat seluler ini secara bertahap menjadi bagian integral dari kehidupan manusia modern.

Kondisi tersebut membuat pengguna handphone memiliki kecenderungan untuk menggunakan handphone secara berlebihan. Penggunaan handphone secara berlebihan akan membuat seseorang mengalami yang namanya nomophobia. Nomophobia merupakan kecemasan dan ketakutan yang dialami oleh seseorang karena tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui handphone, kehilangan jaringan atau konektivitas, tidak dapat mengakses informasi dan terlalu menikmati kenyamanan yang disuguhkan oleh handphone. Ketika pengguna handphone tidak bisa menggunakan operasikan handphone, maka disanalah akan muncul banyak permalahan. Orang dengan gejala nomophobia ini akan memunculkan perilaku gelisa, takut dan khawatir, meningkatnya depresi dan kecemasan.

Nomophobia dapat dialami oleh semua orang tanpa memandang usia dan status, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Dilansir dari media Indonesia Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa 89% penduduk Indonesia menggunakan smartphone. Pernyataan ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan media asal inggris We are Social bekerjasama dengan hootsuite melaporkan bahwa 202,6 juta pengguna internet di Indonesia, 96,4% diantaranya menggunakan smartphone untuk mengakses internet dengan durasi waktu rata-rata perhari adalah 8 jam 52 menit. Indonesia termasuk 10 besar Negara yang mengalami kecanduan media sosial dari 47 negara yang diteliti. Pengguna terbanyak itu mereka yang berstatus sebagai pelajar.

Nomophobia juga bisa menyerang anak-anak dalam dunia pendidikan. Mereka yang saat ini lebih banyak menggunakan handphone dalam pembelajaran cenderung akan mengalami nomophobia. Nomophobia ini juga memberikan keresehan dalam belajar. Banyak yang tidak fokus dalam belajar, motivasi belajar menjadi rendah, terjadinya prokrastinasi akademik. Secara sosial orang dengan nomophobia akan kesulitan untuk berinteraksi sosial secara langsung karena lebih memilih untuk menyendiri. Handphone membuat yang dekat menjadi jauh dan yang jauh menjadi dekat. Hal ini membuat interkasi di lingkungan budaya sekitar akan terganggu. Orang-orang akan sibuk dengan dunianya sendiri memalui handphone. bahkan tidak memikirkan dan peduli dengan orang disekitarnya. Inilah beberapa gambaran kondisi dampak dari nomophobia.

Nomophobia dalam penelitian ini ditinjau perbedaanya berdasarkan jenis kelamin dan budaya akademik fakultas yang ada di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan questioner nomophobia kepada 988 orang mahasiswa UIN Banten yang terdiri dari angkatan 2019, 2020 dan 2021. Data dikumpulkan selama lebih kurang 1 bulan ini melalui media google form. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji independent sampel t tes, analisis one way anova dan two way anova.
Beradasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata tingkat nomophobia mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berada pada kategori tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan juga mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan nomophobia antara laki-laki dengan perempuan. Laki-laki dan perempuan memiliki tingkat nomophobia yang tinggi. Namun perempuan lebih memiliki kecenderungan untuk mengalami nomophobia dibandingkan dengan laki-laki. Kemudian ditinjau berdasarkan budaya akademik fakultas ternyata tidak terdapat perbedaan nomophobia. Artinya nomophobia mahasiswa di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin banten sama dan secara rata-rata berada pada kategori tinggi. Jika ditinjau secara silmultan tidak terdapat interaksi nomophobia berdasarkan jenis kelamin dan budaya akademik fakultas dalam menentukan tingkat nomophobia.

Temuan penelitian bisa dijadikan sebagai studi pendahuluan bagi peneli berikutnya dan bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam menindaklanjuti temuan dengan memberikan perlakuan untuk menguruangi nomophobia pada mahasiswa salah satu melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Peneliti menyarankan kepada pihak lembaga untuk mendirikan labor bimbingan konseling yang bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para mahasiswa terutama masalah kecanduan akan handphone.